1 Dekade Blog Zulhaq

Sudah begitu panjang cerita dan perjalanan hidup yang dijejaki di blog ini, sudah mencapai angka sepuluh tahun. Masih satu bulan lagi sih, tapi sudah gak sabar pengin menulis sesuatu tentang perjalanan ini.

Begitu banyak perubahan yang terjadi di perjalanan saya merawat blog, dari kesulitan penuh usaha juang hingga di kemudahan memanjakan saat ini, seringkali menjadi jebakan kemalasan.

2009 silam, mau terhubung ke internet begitu sulitnya, terutama bagi saya yang bekerja di lokasi tambang, hutan gitu lah. Di kantor tidak ada fasilitas internet, kecuali untuk manager. Beruntungnya ada sobat fakir-net yang memainkan kelincahn proxy-nya untuk membobol akses internet, berhasil. Ketahuan IT, diblok lagi, bobol lagi, ketahuan lagi, diblok lagi, bobol lagi. Sungguh keterlaluan kami saat itu.

Lalu pada suatu hari, muncul lah kabar bahwa di mini bar mess tambang ada fasilitas wifi, kami berbondong-bondong ke sana. Meski hampir gak pernah beli minuman, hampir setiap hari kami ke sana–tentu setelah mampu beli laptop pribadi. Tapi lama kelamaan bosan juga, dihajar nyamuk dan kedinginan. Kalau gak beli minum, duduknya di rerumputan bukan di meja yang beradab. Malu lah!

Akhirnya beralih ke LAN. IT perusahaan pemilik tambang bekerjasama dengan perusahaan penunjang telekomunikasi, menyedialan koneksi internet di kamar mess. Yang penting bayar bulanan, dengan sistem potong gaji. Lama kelamaan kami merasa rugi pula, karena waktu di kamar sangat sedikit kecuali hari libur. Belum kepotong tidur yang harus mencukupi. Sampai akhirnya muncul lah musim modem, paling terkenal saat itu huawei, terus pakai kartu telkomsel dengan paket data bulanan yang ala kadarnya jika dibandingkan dengan kelimpahan paket data murah zaman now.

Semua itu dilakukan demi memenuhi hasrat ngeblog, kegiatan paling utama ngenet tuh. Kebetulan saya gak ngaskus dan lainnya waktu itu. Media sosial pun paling rajin di friendster sebelum ia hilang ditelan kemajuan. Lalu mulai menjajaki facebook, tapi pasiflah, cenderungnya merusuh di kolom komentar. Plurk juga gak begitu aktif, kesel ngejar dan menjaga poin. Selain menulis di blog, saat itu saya rajin menulis di halaman ngerumpi. Blogwalking, merusuh sana sini, tak terhitung setiap harinya. Rajiiin, pokoknya. Oh ya, saya tidak punya akun twitter 10 tahun lalu. 2010 saya baru mulai melirik twitter.

Belakangan, blog semakin kerap ditinggalkan. Diisipun kalau ingat. Sampai akhirnya minggu ini saya memantapkan hati kembali ke awal di mana saya memulai semuanya, yaitu blog tercinta ini.

Twitter, facebook, Instagram sudah saya deaktivasi, saya tidak diketemukan lagi di sana. Kabar lebih baiknya, saya lebih mudah dan sering ditemukan di sini, halaman yang lebih pribadi.

Hal paling besar yang saya dapatkan dari kegiatan ngeblog adalah: keluar dari kungkungan ketakutan dan keminderan hidup yang sangat menantang untuk diperjuangkan ini.

Blog membawa saya dari manusia yang rendah diri menjadi sangat percaya diri. Blog membawa saya dari manusia yang malas belajar menjadi doyan membaca dan mencoba banyak hal untuk kemajuan. Blog telah membawa saya dari manusia takut bicara menjadi orang yang begitu cerewet. Kemajuan karir saya, justru banyak berkembang dari blog, tepatnya saya banyak belajar dari orang-orang yang saya kenal dari blog. Itu yang membuat saya kembali ke permulaan saya, di sini, sekaligus sebagai pengingat untuk saya tidak menjadi orang yang lupa diri.

Semangat!