Rocker juga manusia, punya mata punya hati, jangan samakan dengan pisau belati…By Serius!!!
Kalo rocker di buatin lagu sebagai ungkapan pembelaan, orang sintingpun bisa!!! Walaupun lagu yang di bikin adalah lagu qosidah yang di nyanyikan oleh tante Waljinah, dan musik pengiringnya pake bass betotnya banci kereta ekonomi, yang penting ada lagu pembelaan yang menyatakan “Bujang Sinting juga Manusia” he he he…
Ciri khas-nya orang waras di mana-mana, kalo ngeliat atau membaca sesuatu yang sedikit aneh dan sedikit mengganjal, pasti di balik rambut kusutnya tumbuh tiba-tiba pertanyaan demi pertanyaan, hingga pertanyaan itupun beranak pinang sampe 7 keturunan. Entah itu keturunan pertanyaan yang tumbuh, ato keturunan kutu-kutu binal yang menggerayangi sang kepala *Nggak Nyambung Nting Sinting*…Dah pada nanya kan??? Hayoo nanya paan???
Kok nggak ada yang nyahut siy??? Mana suaranya??? Katanya mau nanya??? Emang apaan???? Nggak wokeh ah, pada malu-malu. Kalo sama orang sinting mah, nggak ada yang perlu di malu-maluin, karena malu-maluin dan memalukan itu hanya milik orang sinting yang kayak gw gini nih!!! hi hi hi…Yaudah, gw bantu bertanya aja deh ya, kelamaan kalo nuggu yang nanya… *Dasar sinting, mana ada tulisan bisa bersuara, pake nanya-nanya mana suara segala. dan mana ada orang mau jawab pertanyaan sendiri*!!!
Emang bisa orang sinting ber-petuah??? Emang orang sinting punya petuah??? Petuah apa yang bisa di ungkapkan orang sinting???Pada nanya gitu kan??? Kalo nggak ngaku, ntar di sunat 5 kali, kalo cewek…*bingung gw, gak kebayang mau nyunatin apaan*. kalo cewek, gw jadiin tukang pijit pribadi aja deh kalo nggak mau ngaku ha ha ha…
Bukannya orang sinting ngobrolnya sama dokter ngesot??? Ada yang protes lagi sama dokter ngesot???
Kenapa nggak suster ngesot gitu??? Gw heran deh sama orang-orang waras, pertanyaan sebelumnya belum jelas akan jawabannya, dah muncul pertanyaan lagi. Gimana masalah bisa terselesaikan dengan baik dan bisa tuntas kalo kayak gitu caranya, kata selingkuhan gw “semua butuh kesabaran dan ketenangan”!!! he2. Lagian, kenapa siy harus selalu suster dan pegawai biasa yang di jadikan hal-hal horor??? Hal-hal lain yang serupa!!! Kenapa nggak dokter aja??? Kenapa nggak kepala rumah sakit aja??? atau bila perlu, kenapa nggak sekalian Presiden ngesot aja??? Toh, itu kan hanya sekedar cerita fiktif belaka, hiburan mata, tontonan semu. Dan dibagian awal pemutaran film-pun selalu di tampilkan potongan kalimat “Cerita ini hanya fiktif belaka, maaf apabila ada kesamaan nama, cerita maupun tokoh, bla bla bla”…Kalo ada yang protes ataupun tersinggung, kan ada bukti kuat bahwa sudah di tampilkan permohonan maaf awal apabila ada kesamaan *Jongkok di WC* kekekekeekkkk.
Daripada pusing dan ketularan sintingnya gw dengan pertanyaan serta ungkapan nggak penting di atas, mending balik ke judul aja deh…”Petuah Bujang Sinting”. Yang bujang tentu gw, karena gw belum laku dan belum berkeluarga. Kalo yang Sinting, tentu gw juga, mana ada orang waras yang mau mengakui bahwa dirinya sinting. Nah, Petuah??? Yah, pertanyaan ini lagi ha ha ha…
Sabtu kemarin, weekend kemarin, gw yang sinting tak berotak ini di undang oleh ibu-ibu arisan untuk mengisi sedikit cuap-cuap pencerahan tentang gambaran kondisi pekerjaan para suami-suaminya yang kebetulan bekerja di daerah pertambangan. Sharing tentang hal-hal yang dapat men-support aktivitas hari-hari para suami. Sharing tentang hal-hal untuk mencegah timbulnya masalah rumah tangga yang sering bercampur dengan masalah pekerjaan, sharing tentang keselamatan di tempat kerja, keselamatan di rumah dan beberapa bahasan materi lainnya. Banyak amat??? tu kan, protes lagi. ibu-ibu yang dengerin gw aja nggak protes kok hi hi hi…
Kok yang di undang sebagai pembicara orang sinting siy??? Ibu-ibu yang sudah berkeluarga kok mengundang bujang yang belum laku siy??? Ya ampuuuuuun, heran deh gw sama orang waras, nanya lagi nanya lagi. gw hitung-hitung, pertanyaannya dah hampir mencapai 7 turunan 8 tanjakan he2. Gw yang di undang dan nggak tau alasannya juga, nggak nanya tuh kenapa kok bisa gw yang di undang. Ya datang datang aja, hadir hadir aja, iya iya aja, sinting sinting aja. Cuap-cuap, cuap-cuap aja!!!
Tanpa menanyakan kenapa gw di undang, tanpa malu-malu, gw memenuhi undangan ibu-ibu arisan tersebut dengan bermodalkan infocus/projector pinjaman, serta laptop usang gw yang senantiasa dengan ikhlasnya menerima siksaan jari jemari gw di bagian organ tubuhnya yang di sebut keyboard. Untungnya nggak ada ibu-ibu jutek waktu itu, bisa bisa mengeluarkan fatwa “ZULangkung ZULangkung, datang tak di antar, pulang tak dijemput”…
Gw yang sinting benar-benar nggak nyangka kalo tanggapan ibu-ibu atas apa yang gw sampaikan begitu antusias. Luar biasa. Padahal gw sendiri kadang bingung harus menyampaikan apalagi he2. Waktu pembukaan, gw melakukan hal yang sama seperti orang waras, yaitu memperkenalkan diri dan seterusnya. Tapi yang bikin ibu-ibu gemes ama brondong yang bernama Zulhaq, waktu gw bilang status masih bujang, kalo ada keponakan ataupun tetangga yang cantik dan available jangan sungkan2 untuk memperkenlkannya *Promosi sinting* huahahaha. Gw liatin slide per slide tentang gambaran pekerjaan para suami yang sangat beliau-beliau cintai, beratnya bekerja seperti apa, kondisi lingkungan pekerjaan seperti apa. Pas slide terakhir, tiba-tiba ada suara cewek mungil yang mengisyaratkan bahwa dia mengeluarkan air mata *Bilang nangis susah amat* he2. tu anak kecil nangis gara-gara dia ngeliat ada gambar papa-nya. Mungkin itu merupakan naluri anak kecil yang sangat sensitif, prihatin ngeliat sang papa mencari nafkah *sinting sok tau ah*
Satu jam lebih telah terlewati, tibalah sesi tanya jawab…*gw tulisin secara umum aja biar nggak kepanjangan*
Ibu2: Sering kejadian, suami-suami itu suka membawa masalah rumah tangga ke tempat kerja. Atau sebaliknya, membawa masalah pekerjaan di rumah. Apa yang harus kami lakukan untuk mengurangi dan menghilangkan kebiasaan tersebut??? *Otak sinting gw serasa kesetrum listrik mendengar pertannyaannya*
Gw: Melihat kondisi tersebut, memang sangatlah banyak di jumpai kasus seperti itu. Dan itu sangat mengganggu konsentrasi pekerjaan ataupun mengganggu suasana hangat dalam rumah tangga. Karena, jika seorang suami membawa masalah rumah ditempat kerja, beliau akan kerja asal2an, kerja gak semangat, mudah emosi dan lain sebagainya. Begitu juga jika suami-suami membawa masalah pekerjaan sampe rumah, anak istri akan menjadi sasaran pelampiasan atas ketidakpuasan di tempat kerja. Nah, yang bisa dilakukan adalah bagaimana istri itu lebih memahami terhadap apa-apa yang ada pada suami, memahami segala kondisi yang di alami sang suami. Kalo ada masalah di rumah, diselesaikan dl dengan baik, komunikasi yang bagus, istri lebih memilih mengalah. Kalo ada masalah di tempat kerja, istri haruslah sensitif membaca siatuasi suami, kalo kurang semangat ditanyakan ada masalah apa nggak, sakit atau nggak, atau pertanyaan2 lain yang menunjukan bahwa si istri benar2 peduli dan memberi perhatian lebih pada suami. jangan sampe sang suami yang dah capek nyari nafkah, melakukan tugas yang berat, pulang kerumah malah di omelin sang istri, di ambekin, tidak di sambut dengan baik dsb. Apalgi pada saat sang suami minta jatah, malah nggak dikasih *Huanjirrrr, orang sinting bisa ngomong serius* kekekekekk.
Dan banyak pertanyaan2 lain seputar masalah rumah tangga dan pekerjaan!!! Setelah Gw jawab panjang lebar, gw langsung di sorakin habis-habisan sama ibu-ibu “Katanya belum laku, nggak pengalaman, kok ngmongnya kayak dah berpengalaman bgt”, Begitu si ibu2 menyoraki gw yang sinting ini dengan kata2 genitnya he2. Otak jorok gw sempat memikirkan yang aneh-aneh “Coba yang didepan gw ABG-ABG sexy, ABG-ABG yang menggoda” hi hi hi…
Gw siy bilang ma ibu-ibu, hal-hal seperti itu nggak harus orang yang sudah laku atopun orang2 yang sudah berumah tangga yang harus paham. Bujang sintingpun boleh memahami, boleh mempelajari. Hitung2 buat bekal kalo dah ada yang mau menjadikan gw yang sinting ini sebagai pendamping. Dan yang jelas, karena gw juga posisinya sebagai cowok *yakin cowok*, iya gw cowok!!! jadi, gw tau lah bagaimana para bapak2 itu mengalami masalah baik di tempat kerja maupun di rumah. Maka nggak ada salahnya untuk saling berbagi. Tentu tanpa harus memandang usia, memandang kasta, memandang tingkat ekonomi, memandang kondisi fisik, memandang golongan dsb. Toh, dimata sang pencipta, semua hambanya adalah sama, yang membedakan hanyalah amal dan perbuatan!!!
Karena gw yang sinting ini punya jiwa narsis yang bisa dikatakan melebihi batas kewajaran, bagian yang paling penting adalah foto2. Gw minta ibu-ibu untuk foto bareng, Sebagai kenangan bahwa beliau-beliau pernah foto bareng bersama brondong yang paling ganteng sedunia. Sedunia apaan??? Kumat lagi deh, kumat lagi!!! Orang waras kebiasaan deh apa-apa ditanya, apa-apa ditanya. Bisa nggak siy sekali2 nggak protes. Ywdah, gw ngaku sendiri aja dah, paling ganteng sedunia lain. Puasssss puassss puassss???!!!
Tapi sayang, nggak semua ibu-ibu mau ikutan foto bareng. Apa takut sinting gw ketularan yah???huahahaha………..!!!!!
165 comments so far
Leave a reply