Pilpres, contreng, quick count, surat suara, itu merupakan sebagian kecil dari kata-kata yang sangat bersahabat dengan kuping serta mata dalam beberapa waktu terakhir ini. baik kuping orang waras maupun kuping orang sinting. Baik kuping normal, sedikit budeg, maupun budeg banget *Pake volume 100*. Baik mata sipit maupun mata lebar, baik mata normal maupun mata buta *sinting, bodoh, mana ada orang buta bisa ngeliat* hi hi hi…
Indonesia memang negara yang luar biasa, negara demokratis!!! Semua warga negaranya yang dah cukup umur diberikan hak untuk memilih capres-cawapres. Jadi, nggak hanya orang waras yang berakal aja yang diberi hak memilih, orang sinting yang nggak punya otak kayak gw juga diberi hak yang sama *Seneng bgt dah*. Gw tentu nggak memilih golput, karena dimana-mana orang sinting itu berarti nggak bener, nggak bener berarti hitam, hitam artinya tidak termasuk dalam golongan putih!!! Dan kalo di tanya gw milih sapa, itu rahasia. yang jelas gw milih salah satu dari tiga pasangan capres-cawapres. Kalo gw bilang-bilang, bisa timbul perselisihan. jangan sampe deh hal bodoh itu terjadi.
Awalnya gw dah bingung karena nggak dapat kartu pemilihan, tapi gw cek di papan pemasangan nama-nama pemilih tetap. Nama gw ada di nomor urut 130. Sebagai warga negara yang baik, eh maksut gw sebagai warga negara yang sinting, pagi2 gw dah pergi ke TPS tempat dimana nama gw yang nggak pasaran ini terdaftar, tepatnya TPS 4. Fiuuhh, tapi gw nggak langsung contreng, gw nangkring aja sama petugas LINMAS, ngecengin cewek-cewek cakep yang akan datang nyontreng he2. Tapi sayang, semua itu hanya ada dalam angan-angan sinting gw. yang dateng nggak ada penampakan cewek cakep dan sexy. mata liar gw hanya memandang sepet lontong2 berjenis kelamin kayak gw hikzzz…
Setelah agak lama gw nangkring bersama petugas LINMAS, gw masuk ke dalam tenda TPS untuk nyontreng dan menggunakan hak pilih gw. Siang Bu…Ujar gw. Siang juga mas!!! Kata Ibu-ibu yang sudah agak tua *yah, ibu-ibu lagi* he2. Mana kartu pemilihannya??? Tanya ibu tersebut. Yah, nggak ada bu, tapi nama saya yang nggak pasaran ada tuh di daftar nama pemilih, nomor urut 130. Kalo gitu mana KTPnya???Tanyanya lagi. Gw langsung buka dompet usang yang selalu gw masukin di kantong celana bagian belakang. Niy Bu KTPnya, tu KTP pertama saya, karena umur saya baru 18 tahun kurang 2 hari kekekekeekk. Si Ibu malah ketawa nakal mendengar ungkapan sinting gw. Kemudian gw dikasih kertas kecil untuk di contreng.
Ting ting bukan permen, ting ting bukan cokelat, ting ting orang sinting he2. Gw melangkah sexy ke arah bilik suara. Asyiikk, 3 bilik suara yang ada di depan gw semuanya kosong. gw langsung milih bilik suara II (dua/2). Kalo gw milih bilik 1, ntar berat sebelah, bisa miring kanan. Kalo gw milih bilik 3, nggak imbang juga, bisa miring kiri. Maknya gw memilih untuk nyontreng di bilik tengah yaitu bilik no 2.

Gw ingat-ingat cara pencontrengan sembari meletakkan kertas pemilihan di atas meja bilik. Gw buka pertama, criiingg muncul wajah Ibu Mega dan Pak Prabowo. dalam hati, sepi amat cuman ada 2 orang. gw buka lagi untuk yang kedua kali, criiingg *sedikit kegirangan* muncul gambar 6 orang. Gw kan orangnya suka kebersamaan dan keramaian, makanya gw seneng pas bukaan kedua. Terus mau gw buka lagi untuk yang ketiga kalinya dengan harapan akan ada gambar yang lebih rame lagi. Tapi ternyata hanya bisa di buka dua kali. Karena nggak ada yang bisa di buka lagi, ketiga kalinya gw lipat lagi deh kertasnya setelah di contreng hi hi hi…
Setelah kertas pemilihan di contreng, gw ikut2an orang waras, memasukannya ke kotak suara. Dan seperti biasa, setelah surat suara di masukan ke peti, waktunya untuk mewarnai salah satu jari dengan tinta. ting ting ting…kali ini gw nggak ngiktuin orang waras yang kebanyakan menyelupkan jari kelingking ke dalam tinta. Gw celupin “jari tengah” sebagai bukti kalo gw dah selesain contreng. Orang waras pasti nanya lagi, Kenapa harus jari tengah???

Hmmm, otak sinting gw curiga niy, curiga curiga!!! Pasti orang waras ngeliat jari tengah yang gw celupin ke tinta, pikirannya dah macam-macam, dah berasumsi yang aneh-aneh. Tenang tenang, sesinting-sintingnya gw, masih tau kok batasan akan sesatu hal yang baik dan buruk. Masih paham masalah adab dan tata krama serta kesopanan *jiaahh, agak lurus nih otakanya* he2. Gw celupin jari tengah karena biar sesuai dengan bilik no 2 alias bilik tengah yang gw pilih tadinya. bukan untuk isyarat makian. Lagian, buat apa gw pake acara maki-makian??? Hari pemilihan kan hari penentuan nasib negeri tercinta, nasib semua kalangan. Harus dilakukan dengan penuh doa dan harapan dunk, bukan dengan ungkapan atau isyarat makian. Dan alasan lain adalah untuk keseimbangan. Sengaja gw memilih jari tengah dan bilik tengah, karena gw nggak mau berat sebelah, nggak berpihak sebelah, gw menginginkan semua seimbang, berarti harus berada di tengah-tengah. Kalo di tanya lagi, gw memilih sapa??? Gw tetap nggak akan mau jawab. Cukup gw kasihtau kenapa gw memilih bilik tengah dan jari tengah aja.
Nggak terasa waktu dah siang, kelamaan nongkrong dan narsis2an sinting he2. cacing cacing dalam perut gw pun dah pada teriak kelaparan, dah pada ngeluarin tanduknya. Gw lupa, kalo tadi pagi sebelum ke TPS gw belum ngasih makan cacing cacing gw. Maaf ya cing, jangan marah ya cing, cacing baik deh ha ha ha…gw memutuskan untuk ke warung guna mencari pakan untuk cacing kesayangan gw. Tuinnngg, ternyata dompet gw hanya berisikan duit bergambar “Tuanku Iman Bonjol” alias lima ribu rupiah (RP.5000) selembar.
Kuatir duitnya kurang, gw memutuskan untuk ke ATM terdekat untuk menarik duit yang entah masih ada isinya atau nggak. Sesampainya gw di mesin ATM, gw masukin kartu ATM pada lubang sebalah kanan bawah. Kok lubangnya nggak di tengah aja kenapa siy??? Heran deh gw kekekekeekk…Setelah PIN yang berjumlahkan 4 digit dimasukin (PIN gw XXXX), nongol instruksi yang terpampang di bagian kanan bawah layar mesin ATM. Lanjutkan??? Gw diam sejenak, narik atau cancel aja yah??? Gw kan dah bilang mau pengiritan, mau terapin trik waktu jaman nge-kos kuliah dulu. Sarapan agak siangan sekalian makan siang, makan malamnya di mimpi aja. Tiba-tiba cacing gw teriak lagi “Njjrrriiitt, gw dah laper niy, pelit amat siy, mau narik duit aja pake mikir segala”. iya iya iya, dasar cacing, gw kasih obat cacing, mati mati deh lw ha ha ha. Akhirnya gw memilih, Lanjutkan!!!

Urusan bersama instruksi mesin ATM dah selesai, gw ke warung untuk sarapan. Kemudian gw berangkat kerja lagi, mencari sesuap dollar untuk anak istri yang masih jauh di angan-angan. Orang sinting memang berbeda dengan orang waras, berbeda dengan orang normal. Libur nasioanl, libur pemilu, gw nggak dapat libur. Tetap masuk kerja seperti biasa *Kok malah curhat yak* he2. Gapapa, namanya juga tugas dan tanggung jawab, harus dilakukan dengan ikhlas, penuh loyalitas, biar apa yang dikerjakan terasa ringan dan rejeki yang di dapat membawa berkah *Setannya lagi mencret*
Well, siapapun pasangan yang akan memenangkan pilpres nantinya, siapapun pasangan yang akan mempimpin negeri tercinta ini 5 tahun kedepannya, mudah-mudahan bisa membuat perubahan yang berarti. Dapat merangkul semua rakyat, terutama rakyat kecil. Kita nggak usah melakukan perselisihan antara satu sama lain, nggak usah merusak tali silaturrahmi hanya karena perbedaan pilihan. Apalagi, sampai menjauhi serta memusuhi rekan lainnya. Dalam kehidupan sehari2, dalam kehidupan bermasyarakat, kita berkumpul dengan teman2 dalam berbagai golongan, ras, tingkat ekonomi, maupun Agama dan keyakinan yang berbeda-beda. Dan itu kita bisa rukun, kenapa hanya berbeda pilihan kita nggak bisa rukun??? Apakah presiden dan wakil presiden itu lebih tinggi dari Agama????
248 comments so far
Leave a reply