Parfum Sinting
Parfum si pencipta wewangian ini tak lepas dari diri manusia. Hampir semua orang yang ada di alam raya, membutuhkan aroma wanginya. Entah orang yang badannya udah wangi seperti gw yang ganteng tapi sinting ini, maupun orang yang punya aroma badan kurang sedap. Kalo gw siy, nggak pake parfum pun dah punya wangi yang khas. Nggak mandi 2 minggu juga, masih tetap wangi kok he2. Kalo masalah, gw nggak laku, itu hanya kebetulan aja.
Sebelum tepe-tepe, sebelum berangkat gawe, setelah mandi, gw biasanya menggunakan parfum biar kayak orang waras pada umumnya. Bukan parfum mahal, bukan pula merk terkenal. Hanya sekedar parfum biasa yang pemasarannya hingga toko-toko kecil. Lagian buat apa beli mahal-mahal kalo aromanya nggak sesuai dengan selera *bilang aja nggak punya duit* he2. Apalagi untuk penggunaan biasa dalam keseharian gw sebahagai buruh tambang di hutan tanpa peradaban. Nggak ada cewek yang merhatiin ini. Dan bisanya parfum itu, akan ada sedikit perbedaan aroma dari setiap orang yang menggunakannya, walaupun jenis parfumnya sama. Karena aroma dasar dan keringat seseorang, pasti berbeda2.
”Kenapa gw yang sinting ini nulis tentang parfum???
”Karena beberapa waktu yang lalu, gw kencan sama aura kasih. Eh salah, kencan sama sandra dewi *mimpi di atas pohon tomat* he2. Gak kok, ceritanya bukan itu, tapi ada kejadian sinting sesinting-sintingnya yang orang sinting alami!!!
Pagi jam 7 lewat dikit, gw terbangun dari tidur dan mimpi indah dengan kagetnya. Bukan karena mendengar ocehan alarm yang menjengkelkan itu, tapi kaget karena gw terlambat bangun. ”Huanjirrr, dah jam 7 lewat, gw telat ngantor”, begitu kata spontan yang keluar dari mulut gw yang masih bau jigong…
Gw langsung lompat dari istri yang di tidurin tiap hari. Sebut saja nama istri gw si kasur *bukan nama samaran*. Ambil keset, eh handuk, terus ke kamar mandi. Bukan mau senam jari, tapi mau mandi. Masa orang ganteng nggak mandi, malu dunk sama monyet-monyet tuna susila he2.
Usai mandi, buru-buru gw rapi-rapi, ambil pakaian di gantungan, terus semprotin parfum untuk area tertentu di my kerempeng body *bahasa hutan yah*. Croott croott croott, dengan semangatnya gw menyemprotkan parfum itu. Kok rasanya lengket-lengket gimana gitu. Serasa kesiram cairan yang mengalir di kala gw mimpi basah *cairan apakah itu*. Gw periksa dengan seksama, parfum yang ada di tangan kiri. Sapiiii!!! Ternyata yang di semprotin bukan parfum, melainkan KIT alias pengkilap motor/mobil yang kemarinya gw taruh sembarangan di tempat penyimpanan parfum.
Parfum Sinting!!!
Akibat kesalahan yang tidak di sengaja, gw terpaksa mandi untuk yang kedua kalinya. Perasaan gw tambah nggak enak. Dah telat, eh tambah telat lagi jadinya. Setelah siap, gw ke parkiran mess untuk ngambil kendaraan tempur yang setia di tunggangin orang sinting.
”Hey…orang sinting. Mau kemana??? Dalam hati ”kok ada suara, tapi nggak ada orangnya”. Gw tengok ke belakang, ternyata ada temen gw yang melontarkan kata itu sambil senyum-senyum. ”Mau ngantor cuy, nyari sesuap dollar”, jawab gw dengan nada sedikit tak menghiraukan dia. ”Loh bukannya libur, ini kan hari sabtu”, kata dia lagi. Hahh, beneran??? Njriiiitttt…emang hari libur!!! Gw mengutuk diri sendiri…
Ah, tau gitu, gw tidur terus aja tadi. Kenapa harus terkaget-kaget sinting segala. Dah gitu, salah parfum pula. Fiuhhh, makin sinting aja diriku ini. Gw balik lagi ke kamar, lepas seragam, ganti pakaian santai, gedein AC, tarik selimut, sambil merenung. Dengan mandi dua kali, gw masih belum sadar sepenuhnya. Di bilang loyalitas tinggi, nggak juga. Pemalas ini…
Begitu lupa dirinya gw, hingga hari liburpun nggak tau, melakukan kewajiban sebagai seorang muslim, shalat subuh juga nggak. Iblis telah merasuki hati dan pikiran gw. Apakah ini suatu wujud jauhnya gw dengan TUHAN sang pengatur segalanya. Hingga gw tidak di ingatkan lagi, di biarkan dengan dosa-dosa. Ya Allah, ampuni hambamu yang berlumuran dosa ini. Tak mampu hambamu menjalani hidup, tanpa ridhomu. Hamba berserah diri, jauhkan dari godaan syaitan yang terkutuk. Kembalikanlah hambamu ini ke jalan yang lurus, jalan orang-orang yang engkau ridhoi…
96 comments so far
Leave a reply