Dibalik Layar “Puisi Orang Sinting”
Salah satu hal yang asing banget buat gw yang sinting ini, adalah bikin puisi. Baru kali ini, dan ternyata bisa juga. Walaupun hasilnya nggak bagus, yang penting bisa berkarya. Puisi ini, spesial di buat, sebagai ucapan terimakasih kepada mentari kecil yang senantiasa mempersembahkan sinar indahnya. Tapi dibalik pembuatannya, ada kisah sinting sesinting-sintingnya. Kalo istilah film-film gitu, cerita di balik layar. Nggak seru kalo nggak tahu tentang prosesi pembuatannya he2…
Suara Alam…Memecah kesunyian sang malam
Nada indahnya mempersembahkan segala kedamain
Bintangpun ramai menghiasi alunan demi alunannnya
Tak ada luka, tak ada duka…Yang ada hanya ketenangan
Lantunan itu…iya, lantunan indah…
Disirami tetesan embun, di selimuti dinginnya sang angin pelepas gundah
Rumput-rumput Menari, daun-daun mengembang…Mengiringi cengkokannya
Pagi…
Kabutmu menggelapkan rasa pilu, melenyapkan kesombongan
Alammu terbangun, menyapa sang mentari kecil…
Menyemangati segala pengendapan…
Semua, kau tebarkan di balik senyuman
Wahai mentari kecil…
Sadarkah kau…Telah merubah segala keputusasaan
Sadarkah kau…telah mengembalikan jiwa yang t’lah mati
Segala duka…kau putar menjadi suka
Segala galau…kau sulap menjadi tatapan hangat
Tenang…damai..sejuk…keindahan…kelembutan…
Kau rangkul dalam pancaran indah itu…
Kau ajarkanku makna hidup
Kau terangkan arti perjuangan, arti pertahanan
Tuhan…
Segala rasa syukur ku ucapkan atas anugerah mentari kecilmu
Kau temukanku dengan sinar ciptaanmu yang membahana
Kayakinanku berkata…
Tak ada yang kebetulan, tak ada yang terjadi dengan sendirinya
Segalanya t’lah kau gariskan dengan sempurna….
Wahai mentari kecil…
Terimakasih atas persahabatan ini
Jangan pernah sinar itu redup tanpa berbekas
Ku kan setia menunggu angka dua yang kau ceriterakan
Biarlah takdir yang memisahkan jalinan yang di anugerahkan ini
Antrian Panjang, 12 Agustus 2009, 01.30 Pm
Zulhaq Sinting
Well, Ketika gw nyampe di perempatan, ternyata jalur utama di tutup. Dikarenakan ada kendaraan berat/alat berat yang akan lewat, sehingga kendaraan lain nggak bisa melewati jalur utama tersebut sampai alat berat yang di maksud tiba di tujuan. Gw tanya security yang melakukan penutupan jalan, katanya masih lama, hampir 1 jam lagi. Daripada buang-buang waktu atau mikirin yang jorok-jorok, mending gw manfaatin buat coret-coret.
Gedein AC mobil, putar lagu mellow, ambil potongan kertas kusut, pulpen pinjaman, mulai deh berimajinasi sambil ngebayangin mentari kecil. Coretan demi coretan, kata demi kata mengalir begitu saja dibalik antrian panjang, yang saat itu kendaraan gw ada di urutan kelima dari kendaraan yang paling depan.
Setelah puisi tersebut hampir selesai, tiba-tiba ada suara klakson rame banget. Awalnya gw nggak menghiraukan suara yang sempat mengganggu imajinasi gw. Tapi, suara itu terus berbunyi. Kalo klakson itu bisa di setting dengan suara seperti manusia, yang terdengar hanyalah makian dan bahasa hewan he2. Gw liat kedepan, ternyata dah nggak ada kendaraan, jalan utama telah di buka. Terus tengok spion bagian kanan. Njrrriiittt!!! Di belakang ada antrian mobil panjang banget dengan suara klaksonnya masing-masing. Gw kaget seperempat mampus. Kayaknya dah hitungan menit *kacau kacau*
Langsung gw kebut kendaraannya dengan kecepatan maksimum. Bukan hanya karena teriakan atau malu dengan orang-orang di belakang. Melainkan karena ada yang dah hampir tumpah. Baru sadar, ternyata gw kebelet pipis juga he2. Nyampe kantor, gw masuk toilet. Ah, antri lagi antri lagi. Gw lompat-lompat aja tuh di depan toilet. Terus datang mas-mas ”Kamu kenapa kok lompat-lompat segala”, Ujar dia. Gw jawab aja dengan sintingnya ”hampir tumpah mas, dah nyampe ujung niy, tapi masih antri”. Yah, dia ketawa ngakak.
Itulah sedikit kisah dibalik pembuatan puisinya. Dan hal-hal itulah yang membuat puisi tersebut menjadi berkesan *sinting kok berkesan* he2. Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, karena waktu itu nggak akan pernah kembali. Hidup ini hanyalah sementara, nggak panjang. Jadi, nggak ada salahnya melakukan hal-hal yang bermanfaat dalam kondisi apapun. Tuhan telah memberikan porsi waktu masing-masing terhadap setiap manusia, sibuk bukanlah suatu alasan untuk tidak berkarya. Semua tergantung bagaimana menyikapinya dan mempergunakannya sebaik mungkin *menurut orang sinting sih gitu* he2. Dan puisi tersebut, gw kelarin pas pulang kerja. Sekaligus di posting di fesbuk …Salam Sinting!!!






beeeeeeh….orang sinting pun pandai berpuisi
nice:P
nice
orang sinting juga manusia he2
jiahhhh….lama gwgw gg nongol, ternyata lo punya bakat jadi the next ws rendra juga ya:-)
jadi bakat lo nambah selain bakat lo yg asli..sinting…he…he..he…
baru tahu yaaaaaaaaaaaaaak
ha ha ha…iseng iseng aja kok om
saking nyamannya nulis ya bro, tp nulis puisi bisa juga karena sdg fall in love. tul gak
hehehehe tahu aja dah
ha ha ha…fall in love nggak yah
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fulllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll
i luv u fullll juga…
huhuy…puisi nih…..hayo…ada apa zulhaq ? sapa tuh si mentari kecil ??? gue ? ah…masa sih ? *minta digaplok sendal zulhaq gue…* kabooorrrrrr
ha ha ha…
mentari kecil itu adalah dia he2
zulhaq, sinting kok cerdas ya…he…he…betul kita memang mampir sebentar di dunia ini … akan melalui jalan yang lebih panjang…perlu bekal yang memadai…oke…maaf kan juga saya dalam rangka menyambut Ramadhan ini
he he he, si om bisa aja. maaf lahir dan bathin juga om
diriku salut ada yang bisa bikin puisi di tengah situasi yang kurang mendukung. pantesnya jadi tentara dirimu, zulhaq. [lho]
konsentrasi dan daya imajinasi sangat dibutuhkan saat membuat puisi, dan itu biasanya memerlukan suasana tertentu untuk bisa ‘in’…
huakakakak, gak mau ah kalo jadi tentara
Puisi ma fotonya keren euy..
tapi cerita dibalik puisi sih teteupp..
#Zulhaq
begitulah kira kira mbak
emmm,,,,
kren…
cup lah.met kenal mas…