Sinting Spesial Ramadhan #6

Posted on 12. Sep, 2009 by Zulhaq in Uncategorized

Salah satu iklan yang gw suka di bulan ramadhan, adalah iklan telkomsel yang dimana menampilkan sosok pemuda yang bertaubat gara-gara naksir sama anaknya Pak Haji. Nggak salah sih, kalo dia tobat karena sesuat uhal, yang penting dilakukan dengna ikhlas dan lillahi ta’ala. Karena dalam hal tertentu, manusia memang membutuhkan dorongan untuk melakukan suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Dan itu artinya, pemuda yang suka nongkrong dan lupa kapan terakhir shalat itu menyadari, kalo ingin mendapatkan pendamping yang baik paras maupun akhlaknya, maka harus memperindah akhlak diri juga *gw ngomong apaan sih*…

”Satu hal yang gw pelajari dari iklan tersebut, adalah pesan dari ayat suci yang mengatakan ”Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik, laki-laki yang nggak baik untuk perempuan yang nggak baik pula”. Memang, itu hanyalah kisah yang di skenariokan, tapi nggak mungkin asal-asalan. Manusia hidup juga, dah ada skenarionya dari yang memberi kehidupan. Btw, gw juga ikhlas kok mendampingi si cantik anaknya Pak Haji yang ada di iklan he2.

Gw lagi nggak me-review telkomsel, karena nggak dapat royalty apapun juga. Orang, si mbak feronika sering godain dan ngomel-ngomel ini. Pas gw telfon dalam kondisi ada hal yang urgent banget, mbak feronika malah bilang ”anda terhubung dengan layanan telkomsel, tekan 1 untuk layanan dalam bahasa inggris, tekan 2 untuk layanan dalam bahasa indonesia, dan tekan sepuasnya untuk layanan dalam bahasa tubuh” hi hi hi…

Time to sinting!!! Kebiasaan gw selama bulan ramadhan, dalam hal berbuka puasa, seringnya gw makan setelah shalat maghrib atau setelah tarawih sekalian. Maklum, gw orang indonesia tulen. Kalo belum makan nasi, belum bisa di sebut ”sudah makan”. Jadi, ketika waktunya beduk menjerit akibat di aniaya ma empunya, gw hanya membatalkan puasa dengan manisan atau makan yang ringan-ringan. Apalagi, lambung gw yang sedikit sensitif. Pasti kaget jika bertemu dengan makanan berat secara tiba-tiba. Kayak kawin paksa alias pemerkosaan yang dilakukan oleh si makanan terhadap si lambung.

Dari kebiasaan itu, gw kemarin makan nasi setelah tarawih. Berhubung cuaca kurang bagus, gw pinjam mobil teman untuk beli nasi di luar kawasan hutan. Kalo jalan kaki, keburu imsak *bilang aja lagi malas jalan* he2. Pas nyampe gate security, mobil pinjaman tersebut dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum keluar kawasan hutan. Bukan karena di sangka teroris, tapi memang aturannya seperti itu. Setiap kendaraan yang keluar masuk kawasan, harus dicek oleh pihak security.

Perlahan gw buka kaca mobil, bapak-bapak security dengan semangatnya datang menghampiri. Loh loh, kok tumben rame banget!!! Awalanya gw mengira, mereka berbondong-bondong mau minta tanda tangannya orang ganteng. Ternyata jauh dari yang di asumsikan. Setelah kaca terbuka, dan bapak2 tersebut mendekat, terdengar lantang suara mereka ”oh, mumpung ada orang telkomsel nih, ayooo buruan”. Kok pada ngomogin telkomsel segala? Ujar gw. Teriakan bohongan dalam hati gw pun terdengar menggelikan ”jangan sodomi saya pak, jangan sodomi saya” he2.

Sambil tersenyum, mereka mengutarakan maksut di balik ucapannya tadi ”begini pak, anda kan orang telkomsel, kami mau minta tolong”…gw hanya membalas dengan senyuman yang paling manis. ”kok malah senyum-senyum pak”, kata mereka lagi dengan nada sedikit kesal. ”Begini pak security, yang telkomsel itu hanya mobilnya saja, orangnya nggak, ini mobil pinjaman, dan saya bukan orang telkomsel” gubrak!!! Bapak-bapak security terlihat lebih kesal lagi mendengar kejujuran gw. Untuk menebus kekecewaan mereka, gw pun menanyakan apa yang bisa di bantu…”Kita mau setting GPRS, tapi nggak tau caranya”. Ha ha ha, gw tertawa dan terus tertawa seraya berkata ”kirain ada apaan pak, saya juga dah lupa caranya”. Gw ingat-ingat… ”Pak, kalo mau GPRS-nya aktif, registrasi via sms aja”. Kekecewaan mereka sedikit terobati, ”caranya gimana, nomornya berapa”, semangat banget mereka bertanya balik. Tanpa dosa gw menjawab ”nggak tau juga pak” hi hi hi….Maklum, gw menggunakan kartu halo, nggak perlu setting2an lagi, GPRS on terus!!!

Telkomsel

Setelah sinting-sintingan sama bapak-bapak security, akhirnya gw keluar kawasan dan menikmati santapan sederhana penghilang rasa lapar. Saat gw balik, mobilpun kembali di periksa. Dan aneh, bapak-bapaknya jadi malu-malu gimana gitu. Seharusnya kan gw yang malu. Dah pake mobil pinjaman, sok pede pula nanggepin pertanyaannya security. Tinggal ngomong nggak tau, beres kok!!!

Tapi, ya itulah. Walaupun gw bukan orang yang diharapkan, bukan orang yang paham dengan apa yang mereka inginkan. At least, gw menunjukan sikap peduli terhadap sesama. Menanggapi dengan baik, plus sedikit senyuman kebersamaan. Karena dengan berbicara, itu artinya telah menunjukan bahwa kita saling berbagi. Dan dengan mendengarkan apa yang sekiranya bisa di dengar, itu artinya kita saling peduli. Dimana kepedulian itu mengawali dalam hal yang namanya berbagi. Dalam hal berbagi pun, tentu harus dilandasi dengan cinta dan ketulusan guna mencapai keserupaan. Dengan belajar membagi segala sesuatu yang diketahui atau yang di miliki terhadap sesama, secara tidak langsung, kita telah mempelajari sifat-sifat baik yang di perintahkan oleh sang pencipta.

155 Responses to “Sinting Spesial Ramadhan #6”

  1. Rizal 16 September 2009 at 3:10 pm #

    Umm…. tinggal lihat di kartu perdananya aja Pak, itu juga kalau belum dipakai buat bungkusin terasi sih…

    #Zulhaq
    huahahaha, emang ada gitu yang dipake buat bungkus terasi?

  2. Pakde Cholik 16 September 2009 at 5:44 pm #

    Kalau stel GPRS berarti mo pesbuk-kan di hutan tuh mas Bisa stteig pak komputer juga kok.
    Salam dari Surabaya

    #Zulhaq
    huahaha, mungkin juga pakde

Leave a Reply, please...