Sinting Spesial Lebaran
ASyiikkk…demen nih gw kalo lebarannya kompak kayak tahun sekarang. muslim seluruh indonesia merayakan hari raya idul fitri secara bersamaan , di tanggal 20 september 2009. Nggak seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan tidak dilakukan secara serentak. tapi, sayangnya gw yang ganteng ini nggak dapat liburan. Senin masuk kerja normal *hutan lagi hutan lagi*. dari beberapa tahun yang lalu, gw jarang ngerayain lebaran bersama keluarga. bukan karena mau jadi anak durhaka, tapi karena gw harus menjalani kehidupan di rantauan yang berkepanjangan…
Sekitar 8 tahunan yang lalu, adalah waktu pertama kali gw menginjakkan kaki di kota SOLO. Baru 2-3 bulan gw merantau di solo, tibalah waktunya hari raya idul fitri 1422 H. semua temen kos, pada mudik ke rumah kampung masing-masing. Gw terpaksa sendiri menyendiri seorang diri dan harus tetap bisa berdiri *halahhh, kepanjangan*, di kost yang sepi. Lebaran di nikmati tanpa sanak saudara, tanpa sahabat, tanpa kedua orang tua yang sangat gw cintai, tanpa kekasih *emang nggak ada yang mau* he2
”Saat itu merupakan pengalaman yang pertama kalinya berlebaran di tanah rantauan. Gw ikut shalat ’id di lapangan tennis kostrad jebres surakarta. Jamaah cukup ramai waktu itu, dan gw merasa sepi dalam keramaian. Usai shalat ‘id, gw salam-salaman sama jamaah cowok sembari meninggalkan lapangan tennis…
Mas A: Sugeng riyadi *Sambil salaman*
Zulhaq: Zia Ulhaq… *Sambil mesem*
Mas B: Sugeng Riyadi
Zulhaq: Zia Ulhaq *untuk yang kedua kalinya gw sebut nama sambil mesem*
Mas C : Sugeng Riyadi
Zulhaq: Loh, kok namanya sama dengan mas-mas yang tadi? “Ujar gw dengan heran!!!”
Mas C :Nama? Itu bukan nama mas, tapi ucapan selamat. Sugeng riyadi itu artinya selamat hari raya. “Dia menjelaskan sambil tertawa puas”…
Zulhaq: Oh ya???!!! “gw jadi nggak enak sendiri”…
Gw langsung diam seribu bahasa melihat si Mas yang terus tertawa sejadi-jadinya. Jangan salahkan Ibu yang mengandung, kalo gw saat itu nggak bisa berbahasa jawa. Namanya nggak tau, ya wajar-wajar saja *membela diri* hi hi hi…
Dan kebetulan gw punya teman yang namanya Sahid Agung Riyadi, Slamet Riyadi, Sugeng dan beberapa nama yang mirip-mirip dengan kata “Sugeng Riyadi”. Nama-nama itulah yang membuat gw jadi berasumsi, kalo mas-mas yang gw salamin tadinya, ngajak kenalan ma gw yang ganteng ini he2.
“Semoga di hari kemenangan, hari yang fitri ini, kita kembali di sucikan, dan memulai kembali langkah baru menuju insan yang lebih baik serta di ridhoi oleh Tuhan YME. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H, bagi yang merayakannya. Mohon maaf lahir dan bathin, atas segala sesuatu salah dan dosa yang di sengaja maupun tak di sengaja. Serta atas segala sesuatu hal yang sekiranya tidak berkenan…”Mari saling maaf memaafkan, karena hal itu merupaakan salah satu keindahan dalam hal kebersamaan”.






Met Lebaran…
Maaf lahir batin ya
masih ada kue lebaran gak?
huhhehehehe
#Zulhaq
maaf lahir bathin juga mbak
Wah, terlambat mengucapkan, selamat idul fitri ya… Mohon maaf lahir dan batin…
#Zulhaq
maaf lahir bathin juga ya om
lebaran kemana, cuy?ole2 mane?
#Zulhaq
lebaran di hutan, mau oleh2 orang utan?
Haha… sumpah baru tahu artinya.. nih.. jadi sugeng riyadi mas.. maaf lahir batin ya.. haha
#Zulhaq
maaf lahir bathin juga yah
hahaha…
makanya beli kamus bahasa Jawa dulu.
tuh kan, emang beneran sinting nih orang.
mas2nya yg tertawa tadi paling juga nyebutnya dasar orang cinting
*kabuur*