Siapa yang tidak mengenal cinta? Monyet aja kenal, makanya ada cinta monyet. Tuna netra juga iya *hussstt, gak boleh main fisik*, itu sebabnya ada istilah cinta buta. Tapi, kenal belum tentu memahami. Jika ada pertanyaan “cinta itu makanan apa sih”, tentu jawabannya beragam untuk masing-masing orang. Bahkan, ada yang nggak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata *lebaydotnet*. Ada juga yang bilang “cinta dan nafsu itu bedanya sebelas-duabelas”. Oh yaaa???
Jujur, gw nggak begitu paham dengan yang namanya cinta *sok lugu*. Yang gw tau, cinta adalah hadiah terindah yang dipertemukan tuhan, untuk mengiringi proses kehidupan, menuju cinta dan ridhoNYA. Betapa indahnya sebuah cinta yang dijalani penuh rasa syukur yang ikhlas. Sebaliknya, cinta akan jadi bencana apabila disalah gunakan *ngomongnya berat amat, jadi bingung sendiri* He2.
“Bagaimana dengan cinting alias cinta sinting? Hmmm, nggak perlu dipertanyakan lagi. Cinta sinting hanya di alami oleh orang sinting…
Jum’at, setelah gw kerja malam 5 hari, akhirnya libur juga. Paginya gw tidur dan istrahat, berharap waktu cepat menjelang siang dan sore. Sambil menatap langit-langit kamar, jantung gw berdetak dengan nada tak beraturan *ngek ngok ngek ngok*, mau di iringi pake alat musik apapun, tetap akan fals. Betapa tidak??? Gw di ajak kencan disalah satu pantai, oleh gadis idaman gw. Sebut saja namanya Maisyaroh…”Horas bakh!!! Habis beras makan gabah!!!”
Sosoknya begitu wuahh!!! Wajah sedikit Arab, kulit putih mulus, rambut hitam teruari hingga pinggang, hidung mancung tapi tak sepanjang pinokio. Tutur katanya lemah lembut, kata-kata yang di ucapkanpun terdengar rapi dan sopan. Sikapnya mengajarkan gw tentang makna hidup, mengajarkan gw untuk jadi lebih baik. Itulah, yang bikin gw kagum.
Sore, menampakkan matahari yang hendak tenggelam *nggak bisa renang kayaknya*, langit begitu cantik dengan warna emasnya. Desiran ombak dan suara angin menemani pertemuan gw dengan Maisyaroh sore itu. Gw masih nggak bisa berkata-kata, jantung yang tadi ngek ngok ngek ngok justru semakin kencang. Tiba-tiba dia bertanya…
“Mas, tau nggak, kenapa tuhan menciptakan celah-celah di antara jari kita?…
”Emangnya kenapa Mai? …mulut gw masih kaku untuk berucap!!!
”Agar suatu saat, ada jari yang bisa menggenggam dengan segala cinta dan kasih sayang”…begitu ucapan sederhana yang penuh makna itu, terucap dari bibir indahnya, sambil menarik dan menggenggam tangan gw yang agak gemetaran…
Kata-katanya menusuk hingga ujung bulu kaki, gw pun hanya mampu tersenyum. Nggak lama kemudian, dia berkata lagi ”Mas, mau nggak jadi pendamping dunia akhiratku”…Hahhh??? gw kaget!!! Nggak nyangka, kalo ungkapan itu keluar duluan dari bibirnya, seharusnya gw yang mengatakan itu pada Maisyaroh. Tambah kaget lagi, HP gw berbunyi kencang plus bergetar, sebagai isyarat ada panggilan masuk. *HP sialan, mengganggu aja*…
Gw bingung, harus bilang apalagi, saking senengnya. Tapi, HP sialan di kantong gw terus berbunyi dan bergetar. Terpaksa gw keluarin, di layar HP tertulis ”Big Boss”. Loh!!! Kok si boss telfon jam segini? Gw kan lagi libur, habis kerja malam. Apa ada masalah? Atau ada kerjaan gw yang nggak beres? Pertanyaan-pertanyaan itu mengganggu suasana bunga-bunga gw bersama Maisyaroh. Gw coba angkat ja dulu, siapa tau ada sesuatu yang nggak bisa di tunda.
“Halo…selamat sore pak!!!
“Zul, kok suara kamu kayak robot? Selamat sore pula. Kamu tidur yah??? Emangnya nggak jumatan???
“Hahhhh??? Gw langsung lompat dari tempat tidur, terus liat jam. Njrittt, jam 1…
“Makasih pak sudah mengingatkan…ujar gw. Telfon pun gw tutup tanpa mempertanyakan maksut si boss menelfon gw siang-siang.
Astaghfirullah…ternyata gw tidur sampe lewat waktu jumatan, alarm yang sudah gw setting nggak kedengaran. Rupanya Maisyaroh hanyalah sosok bunga mimpi, sosok godaan syaitan dalam wujud yang paling halus.gw jadi teringat potongan ayat suci “sesungguhnya syaitan itu adalah musuhmu yang nyata”. Godaan syaitan, begitu dahsyat. Tak hanya terjadi di alam nyata, melainkan terjadi di alam mimpi juga. Dia mampu menggoda, di saat apapun itu, selama seseorang berada dalam kondisi iman yang lemah. Gw menyadari, terlalu banyak dosa yang gw perbuat, terlalu banyak kewajiban yang di abaikan. Hingga syaitan dengan mudah menggoda dengan suksesnya. Gw malu, terutama pada sang penctipta dan diri sendiri. Semoga kita selalu dalam lindunganNYA amien…
116 comments so far
Leave a reply