Sinting Pre Pesta Blogger 2009
Acara yang di nanti-nanti oleh sebagian banyak blogger negeri ini, yaitu pesta blogger, yang di adakan di gedung SMESCO jl. gatot subroto jakarta, tanggal 24 Oktober 2009, akhirnya terlaksana juga dengan baik. Banyak yang rela meninggalkan aktivitas rutinnya demi mengikuti acara tersebut. Banyak juga yang rela datang jauh-jauh melintasi pulau, termasuk orang ganteng *baca:zulhaq*. Ah, kok gw jadi bahas pesta blogger gini sih. Bukannya dah banyak banget yang review tentang ini? Dari blog hingga media, dari seleb blog hingga non seleb blog, dari nungging hingga jongkok *halahhh*. Yaudah, gw bagian yang sinting-sintingnya aja

Narsis Nggak Ada Matinya (Foto Davinna Anggraini)
Gw baru mengenal blog, sekitar 7 bulan yang lalu. jadi, 2 bulan 10 hari lagi baru bisa melahirkan *kok nyambungnya ma gituan sih*. Belum pernah bertatap muka dengan teman-teman blogger yang selama ini saling berbagi lewat dunia maya. Maka dari itu, gw nafsu banget pengen ikutan persta blogger. Karena momen seperti ini, teramat sangat mempermudah untuk ketemu langsung dengan teman-teman blogger dalam jumlah banyak. Seperti yang di katakan orang pada umumnya, “sekali mendayung, dua-tiga pulau terlewati”. Ya bisa ketemu si ini, si itu, termasuk crew EO yang sexy-sexy dan menggoda itu *nggak nyambung* he2. Bisa tukaran nomor HP, nomor sepatu, nomor kolor, bahkan nomor togel!!! Tapi, untuk melampiaskan keinginan itu, ternyata urusannya gak semulus yang di rencanakan. Ada-ada saja tantangan yang membutuhkan sedikit perjuangan.
H-2 yang bertepatan dengan hari kamis, gw prepare untuk keberangkatan. Booking tiket mataram-jakarta untuk hari jum’at pagi, dapat deh tiket promo. Nah, karena pesawatnya dapat yang jum’at jam 6 pagi, mau nggak mau gw harus turun gunung alias berangkat dari hutan pertambangan sumbawa barat ke mataram di hari kamis. Sementara, saat itu gw harus kerja sampe sore. Buka phonebook, cari-cari nomor temen yang bisa di hubungi buat minta tolong booking-in tiket Damri yang ke mataram. Namanya juga orang ganteng, pasti ada aja keberuntungan, yang walaupun akhirnya selalu menemukan kesialan, ada juga teman yang mau bantuin gw buat bookingin tiket damri. Dia bilang, “tiketnya dah dapat sob, ntar jangan lupa jam 7.30″.
Agak sore, agak panas, agak berdebu, gw pulang dari kantor agak cepat, *bolos cing*. Nyampe kamar tercinta, tempat gw menikmati mimpi kering hingga basah, gw langsung packing. Sukses!!! sampe ketiduran. Bangun-bangun dah isya aja. Buru-buru mandi, keramasin kepala hingga kepala. Eh, maksudnya rambut hingga rambut *apalah itu*. Usai vulgar-vulgaran ma kamar mandi, beresin sisa-sisa barang yang belum sempat di masukin di tas, tengok jam masih menunjukan jam 7.30. Dalam hati gw yang penuh cinta, berkata, “oh, masih lama, bis nya kan jam 9. Rasa buru-buru yang tadinya memperkosa kenyamanan pikiran gw , tiba-tiba hilang begitu saja.
Nggak lama kemudian, gw keluar kamar, berangkat ke tempat Damri. Nggak begitu jauh sih, kurang lebih 1 jam kalo sambil gendongin Sandra Dewi he2. Nyampe tempat damri, waktu menunjukan jam 8 lebih dikit, masih sepi. Keluarin sebatang sampoerna mild, bakar, hisap, husssshhh nikmat bener. Sedang enak-enaknya oral-in si batangan mild, datang temen gw, “mau kemana sob, kok malam-malam bawa tas segala”, ujar dia. “Mau ke mataram sob, lagi nungguin damri”, jawab gw sambil menghembuskan sisa asap rokok. “hahhh, nunggu damri? kan sudah jalan sekitar setengah jam yang lalu”.
Prettt!!! tenang tenang tenang, nggak boleh panik, ntar bisa mandul *bo’ong banget sih*. gw telfon teman yang tadi gw minta tolong tuk booking-in tiket. “Hallo sob, kok bis nya jam segini dah berangkat yah, lw bilang jam 9″. Dengan nada sedikit terputus, terdengar ucapan dia lewat speaker HP , “loh!!! kok jam 9 sih? gw bilang, jangan lupa jam 7.30″. Yah, terlanjur basah, ya sudah basah sekali nih. Salah ingat, jadi ketinggalan bis. Lanjutin obrolan, “sob, maaf yah gw salah ingat, bisa anterin gw buat ngejar bis nya nggak?”, ungkap gw dengan sedikit memohon. Alhasil, dia mengabulkan permintaan gw. Setengah jam kebut-kebutan, dapat juga bis nya. Fiuhhh, belum juga tidur, dah mimpi buruk aja.
Perjalanan ke mataram, cukup lancar, perjalanan hanya di tempuh 5 jam. Karena sampai di pelabuhan tano, tempat penyeberangan sumbawa-lombok, nggak pake acara nunggu segala, langsung masuk fery, terus jalan. Jadi, gw beserta penumpang lainnya tiba di mataram jam 2 dini hari. Sementara, tiket pesawatnya jam 6 pagi. Hmmm, bakal jadi gembel nih nungguin jam 6 pagi. mau nyari penginapan, tanggung cuma 3 jam. Yaudah, gw dan 3 orang lainnya yang bertujuan ke bandara memustuskan untuk numpang istrahat di pul bis. Beralaskan karpet, berbantal jaket, berelimutkan nyamuk-nyamuk binal, tidur wuzzzzzzzz…
Jam 5 kurang dikit, gw dah bangun. Ke toilet, ninggalin jejak berbau pesing. Habis itu, buka tas, keluarin kamera saku, cari posisi buat foto-foto. Sayang kalo nggak di abadikan lewat foto, jarang-jarang ada momen seperti ini. Gw pake self timer, taruh kamera di kursi, tetap aja gak dapat gambar yang sesuai. Dari pada gak dapet, gw bangunin aja bapak-bapak yang ada di sebelah, “Pak pak pak, udah jam 5, katanya mau kebandara”. Jurus ampuh buat minta tolong dengan cara paling halus, berhasil juga. Setelah dia bangun, gw minta tolong, “Pak, minta tolong fotoin yah, mau di pake buat kenang-kenangan”. Lagi lagi permintaan gw terkabulkan. Mungkin dalam hatinya si bapak berkata, “Sapi ni anak, ternyata bangunin gw cuman buat minta di fotoin”. Hi hi hi…

Akhirnya gw punya juga foto kenangan nge-gembel. Setelah di foto, gw balik toilet lagi. kali ini bukan untuk ninggalin jejak berbau pesing lagi. Tapi mau mandi kucing. Biar kelihatan lebih ganteng dan lebih wangi. Sapa tau ketemu pramugari yang masih single, tinggi semampai, senyuman merekah, baik hati dan tidak sombong, terus jatuh cinta ma gw. Kan, nggak mecing kalo dia jatuh cinta, tapi gw keliatan kusut. Di kira pramugarinya kena musibah yang bisa membuat kekecewaan pada keluarga dan 7 keturunannya *mulai deh ngelantur* he2. Setelah melewati perjuangan yang berkesan dan sedikit ribet, akhirnya ke bandara juga. Nyampe bandara Selaparang-Mataram, nggak telat dan nggak kecepatan. Langsung check-in bla bla bla…berangkat deh.
Kehidupan, iya kehidupan!!! memang penuh dengan warna-warni yang beragam. Semua bisa di nikmati kalo di sikapi dengan lebih bijak. Walaupun tidur di tempat yang tak biasanya, istrahat di tempat yang bisa dikatakan nggak begitu nyaman, perjalanan yang cukup panjang, gw bahagia, gw seneng. Karena, memang sudah terbiasa dengan hidup yang sederhana dengan segala hal-hal sederhana lainnya. gw jadi mikir, “untung gw orang biasa-biasa saja, dari keluarga yang biasa. Seandainya gw anak orang kaya, yang terbiasa di manjakan dengan segala kemewahan, mungkin hal itu akan mnejadi sebuah musibah. Nggak bisa menikmati, dan akan di anggap sebuah kesusahan”. Yah, bersyukur lagi tentunya. Kebahagiaan tidak dapat di ukur dari sebuah materi serta kemewahan, namun kebahagiaan bisa di ukur dari rasa syukur yang kita miliki. Berbahagialah dengan apa yang kita raih, apa yang kita miliki, apa yang ada di depan mata, sambut dengan segala sikap yang ikhlas. Kalo ingin berbahagia, lakukanlah hal yang membahagiakan, dan tunjukannlah sikap yang membahagiakan pula.
Salam Sinting!!!






HUaduh ,,,
perjuangannya mengharukan sangat !!!
#Zulhaq
ya begitulah om
Selamat pagi ^_^…V chayoo
#Zulhaq
pagi juga
panjanggggggggggggggggggggggggggggggg bangetz
#Zulhaq
apanya nih yang panjang?
Selamat Siang. Blogwalking dari Gugel. Nyari inspirasi tentang herbal, Nyasar di sini. Saya baru bikin blog tentang herbal http://centerfornaturopathic.com. Mohon saran dan kunjungan baliknya ya.