Kode, Isyarat Sinting

Posted on 07. Nov, 2009 by Zulhaq in Uncategorized

Kode atau Isyarat bisa dalam bentuk apa saja. Tergantung dari pemahaman dan kebiasaan masing-masing orang. Yang salah satunya bisa di aplikasikan dalam bahasa tubuh. Dan biasanya, isyarat-isyarat itu, di gunakan dalam kondisi tertentu. Nggak mungkin kan, dalam semua kondisi, selalu menggunakan bahasa isyarat. Kecuali untuk orang-orang yang bermasalah dengan berbicara. Atau yang biasa di sebut tuna wicara *kok ngomongnya ngalor ngidul* he2.

Jangan heran, kalo isi tulisan gw selalu jauh dari judul dan bahasan di awal. Kalo bener, nggak akan di sebut orang sinting. Betul apa betul???

Jadi, begini asal usulnya. Suatu malam, gw naik busway dari arah Bundaran HI menuju Blok M. Sesampainya gw di blok M, seperti biasa, gw tepe-tepe dulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Cipete. Tempat dimana gw ngekos selama menjadi anak hilang di Ibu kota.

Dasar, ketidakberuntungan sudah menjadi makanan hari-hari, tak ada seorang cewek pun yang sudi melirik ke arah gw. Walaupun gw sudah memasang tampang paling cool dan senyuman yang paling menggoda, tetap aja mengundang cewek-cewek untuk muntah darah. Sehingga acara Tepe-tepe hanya menjadi ajang kebegoan gw sendiri.

Waktu menunjukan pukul 9 sembilan malam. Gw pindah lokasi, dari samping terminal pindah ke depan terminal. Biar lebih aman dari kejaran banci kegatelan, gw nangkring di samping motor polisi yang sedang parkir di situ. Pemandangan cewek-cewek bening sudah mulai berkurang. Di samping motor polisi, ada seorang pemuda yang sedang berdiri, selain gw. Posturnya bisa dikatakan hampir sempurna, badan kekar, tinggi, tampan, aromanya bikin gw eneg, wanginya tajam banget gila!!! Gw bukan homo loh ya. Nggak salah kan kalo gw merhatiin dia. Secara, gw kan emang perhatian dari sononya *huekkkkssss hueekksss*. Dan gw tetap kekeuh, untuk tetap di situ. Sekalipun, pemandangannya bercampur pemuda tampan itu. Sekali lagi, gw bukan homo!!! *tulis di jidat*

Satu hal, yang membuat gw memperhatikan pemuda tadi, dia nampak ”resah dan gelisah, menunggu disana, di sudut terminal, tempat yang di janjikan, ingin jumpa dengannya, walau mencuri waktu, berdusta pada buruh” *halahhh, malah nyanyi*. Iya, dia kelihatan garasa grusu, nggak tenang, gelisah, entah apa yang sedang di tunggu olehnya. Pokoknya, gw sepet aja dengan tingkahnya itu *lah, apa peduli lw ting!!! Kemplang*.

Biar dia tambah gelisah, gw sok sibuk mondar-mandir, sambil menghembuskan asap rokok kesana kemari. Memang kalah sih, sama asap-asap dari kendaraan yang lewat, tapi tak apalah, yang penting gw gangguin dia. Kadang gw tempelin henpon di kuping kiri, padahal nggak nelpon sapa-sapa. Pulsa aja nggak ada kok he2. Melihat lagak gw, dia jadi tambah risih. Di plototinlah muka gw. Kayaknya dia mau ngomong sesuatu, tapi nggak jadi gitu. Tambah gw mondar-mandir. Mau bilang aneh kek, mau bilang anying, peduli setan. *di lempar sepatu* hi hi hi…

Zulhaq-Isyarat

Tak lama kemudian, muncul sebuah mobil mewah dari arah jembatan penyeberangan depan Pasaraya Grande. Mobil tersebut sempat berhenti sejenak, terus di hidupkannya lampu hazard. Dalam hati, gw berkata, ”Perasaan nggak ada bahaya deh, kok nyalain lampu hazard yah”. Anehnya lagi, pemuda yang daritadi ada di samping gw, jadi sibuk nyisirin rambut pake jari jemari, naikin jambulnya. Gw juga punya jambul, tapi nggak gitu-gitu amat deh he2.

Mobil mewah itu, jalan secara perlahan, semakin mendekat ke arah dimana gw dan pemuda tadi berdiri. Si pemuda Terus sibuk sendiri, di rapikannya lagi baju yang di kenakan. Bakh!!! Mobilnya, berhenti, persis di hadapan gw. Ow ow ow, ada apa ini??? Begitu mobil berhenti, pemuda tadi langsung memulai langkah pelan. Dan tau apa yang terjadi??? Dia jalan menuju mobil tersebut, dan buka pintu. Pemandangan yang tak di sangka, di perlihatkan di hadapan gw. Sosok tante-tante, dengan umur sekitar 45 tahunan, menyambut pemuda tadi dengan senyuman yang menggelikan. Senyumannya serasi dengan baju pink yang di kenakan si tante *pliss deh tante…*

Gw terdiam, tanpa kata tanpa gerakan, tapi tetap bernapas kayak orang bego. Mobil dan pemuda itu pun berlalu begitu saja. Lampu hazard yang tadinya menimbulkan pertanyaanpun, di matikan. ”Jadi, ini maksud dari isyarat lampu hazard tadi”, Ujar gw dalam hati lagi, sembari mencerna apa yang telah gw lihat. Skenario yang sempurna. Janjian, tentuin tempat, saling memberi kode yang telah di sepakati. Ya ya ya…Lumayan nih, dapat pelajaran baru. Bisa buat modal jadi gigolo kekekekekkkk…

Nggak nggak nggak!!! Gw bukan orang yang seperti itu. Masa mau jadi Gigolo sih. Yah, meskipun gw bukan orang baik, gw harus bisa membedakan mana sisi kewajaran dan ketidakwajaran dari sebuah kehidupan. Seburuk apapun kondisi yang ada di depan mata gw, seterpuruk apapun keadaan yang gw hadapi, seberat apapun kehidupan yang harus gw lalui, sekaras apapun kenyataan yang menghampiri, gw harus bisa menyikapinya dan menjalaninya dengan baik. “Soal materi, bukan seberapa besar yang di dapati, bukan seberapa mudah meraihnya, bukan pula seberapa mewah yang di tampakkan. Melainkan seberapa besar keberkahannya, karena apa yang di dapat dan di nikmati, akan mendarah daging dalam diri kita”.

Salam Sinting!!!

125 Responses to “Kode, Isyarat Sinting”

  1. Berry Devanda 13 November 2009 at 12:31 am #

    lama menunggu tulisan mu…
    akhirnya datang juga…
    seperti biasa, disetiap akhir tulisanmu selalu ada nilai kehidupan. walaupun nyampe ditengah saya ngakak pas lu nyanyi lagu obie mesakh….
    salam..

    #Zulhaq
    semoga berkenan dan bisa sedikit tersenyum :)

  2. dera 14 November 2009 at 9:55 pm #

    klo yg stu nya nungguin tante2 yg d sebut GIGOLO, trus bang zia lg nungguin banci2, yg d sebut GIGONCENG bo`…. kwakakakkakakkkk

  3. Rizal 15 November 2009 at 11:32 am #

    ^_^ Wah.. profesi yang menarik tuh bro… aha ha ha ha ha….

  4. geRrilyawan 16 November 2009 at 4:27 pm #

    oiya itu mami…mobilnya bisa dipinjem gak zi? ntar gw pura2 jadi gigolo deh…

  5. jul 3 December 2009 at 11:56 am #

    kode tingkat tinggi…007 lewattttt….

    #Zulhaq
    bisa aja sob

  6. wi3nd 4 December 2009 at 1:24 pm #

    pertanyaan tetep sama,siapa yan9 motret dirimu zul :mrgreen:

    #Zulhaq
    udah djawab tuh

  7. edda 1 January 2010 at 11:31 pm #

    gw pkir tu orang pengen nembak lo zul
    hakhak :D

Leave a Reply, please...