Awalan Sinting (17+)
Akhirnya tahun 2010 nulis dan posting juga. Ini adalah postingan pertama gw di tahun genap sekarang. Setelah hampir setengah bulan bolak-balik sana sini dan sibuk gak jelas. Bisa dikatakan telat sih. Tapi tak mengapalah. Daripada gak sama sekali. Awalan bukan berarti harus di awal tahun atau awal bulan. Namanya juga, awalan sinting. * Makan tong sampah seisinya*
Oh iya. Ini adalah postingan sedikit nyeleneh, saru, Gak jelas, jorok. Hanya di peruntukkan bagi orang-orang yang sudah cukup umur (Baca : 17+).
Ngomong-ngomong masalah awalan, gw jadi teringat saat pertama kali menginjak akil baligh. Sama halnya dengan postingan ini, yaitu telat. Telatnya pake banget banget. Gw baru akil baligh, ketika sudah memasuki kelas 2 SMU. Tepatnya cawu II kelas 2 (Jaman jadul, masih sistem catur wulan).
Sebelumnya gw sering kepikiran, kenapa kok telat. Sempet nanya sama emak babe. Bukannya dapat jawaban, justru di ketawain (Anaknya kuatir kok di ketawain. Piyeee tohhh). Gw hanya bisa pasrah dengan keadaan saat itu, saat dimana gw belum bisa menikmati indahnya bercinta dalam mimpi he2. Sementara, temen-temen gw sudah jauh lebih awal mengalami masa perubahan. Perubahan dari anak-anak menjadi remaja. Dan kebanyakan, mereka mengalaminya sewaktu masih duduk di bangku SMP.
Sintingnya gw waktu itu, malah nanya sama temen-temen sebaya. Padahal, masih sama sama kecil, sama-sama SMP dan belum paham masalah seks edukasi. Yang menyebabkan pertanyaan itu gw lontarkan ke temen-temen, karena pada heboh ceritain mimpi basah. Resek memang.
“zul, lw udah pernah mimpi basah belum?”
“Belum pernah. Emang kayak gimana sih?”
“ha ha ha ha…anak kecil. Belum akil baligh tuh”
“Taunya akil baligh ato gak, gimana?”
“Coba aja lw pake lotion, bla bla bla…” *lupa-lupa ingat*
Gw mah, iya iya aja. Maklum masih lugu. Gw ikutin aja saran mereka. Sesampainya gw di rumah, langsung sibuk nyari lotion buat persiapan ntar malamnya *Kecil-kecil dah rusak*.
Udara terasa dingin, alam mulai gelap. Dia memberikan isyarat, bahwa hari telah berganti malam. Kebetulan rumah sepi. Gw tutup pintu kamar rapa-rapat. Ganti celana pendek warna biru yang gw kenakan, dengan sarung. Ahaaaa. Prosesi penyalahgunaan lotion pun dilakukan dengan seksama, sesuai instruksi gak jelasnya temen-temen. Gw gak memperhatikan kearah bawah waktu itu. Malu ngeliatnya kekekekekkkk.
Hasilnya??? Nihil. Gw gak nikmatin apapun. Gak ada yang basah-basah juga. Yang ada, lecet-lecet, tangan pegel, keringat panas dingin, mata lelah, kepala jadi berat, dan kuping berdengung. Ternyata gw dikerjain. Fiuhhh.
Setelah kejadian tersebut, gw jadi tau, ternyata itulah yang dinamakan onani. Dan tentu hal itu dilakukan oleh orang yang telah melewati akil baligh. Bukan anak ingusan seperti gw. Yah, gak bagus sih. Tapi, banyak orang yang melakukannya kan? *Awas kalo gak ada yang mau ngaku*
Ok. Balik lagi pada masa kelas 2 SMU. Masa pertama kali gw mengalami mimpi horor. Jelasnya, gw dah gak ingat lagi dengan mimpinya seperti apa dan sama siapa. Kalo sama Aura Kasih, gak mungkin. Karena dulu dia belum terkenal he2.
Pagi buta, gw terbangun dari lelapnya mimpi horor. Udara masih terasa dingin. Mentari pagi belum menampakkan sinar indahnya dibalik jendela kamar. Hiruk pikuk kehidupan dengan segala kebisingannya, masih belum terdengar jelas. Gw kaget campur bingung, ketika menemukan celana serta daleman yang gw kenakan basah. “Kok udah segede ini masih ngompol yah”, Ujar gw dalam hati. Tapi, kok aromanya beda. Mirip-mirip aroma “Bayclin”, si pemutih pakaian.
Seiring waktu berjalan, gw semakin mengerti tentang hal-hal demikian. Beberapa kali, mimpi itu terulang dan terulang. Hingga terpaksa harus keramas dan keramas lagi. Suara tiba-tiba berubah jadi aneh. ngebas. Puting membesar dan terasa sakit (kok bisa yah). Bulu-bulu halus mulai tumbuh. Dari kaki hingga kumis (Yang tengah-tengah gak perlu di sebutin). Begitu banyak perubahan yang harus di alami.
Mulai saat itulah, segala kelakuan busuk yang dilakukan oleh mata, telinga, tangan, angan-angan jorok, terjadi dengan sadar dan gak disadari. Terjadi dengan sengaja maupun gak disengaja. Hal-hal yang berbau-bau nafsu, semakin melekat dalam diri.
Kalo dipikir-pikir, perubahan seperti itu, lebih tepatnya disebut peringatan. Peringatan yang diberikan oleh Sang Pencipta terhadap mahluk-mahluknya. Di ingatkan tentang adanya segala kewajiban-kewajiban yang gak seharusnya dilalaikan.
Salam Sinting!!!
124 comments so far
Leave a reply