Dari Babon Hingga Hiu (Asam Garam)
Dari kecil, istilah “asam garam” sudah sangat familiar di telinga. Tapi tetep aja gw merasa aneh dengan istilah itu. Banyak makan asam garam = sudah sangat berpengalaman (lebih banyak ditujukan untuk orang tua). Kenapa peribahasa untuk orang yang banyak pengalaman, adalah banyak makan asam garam? Kenapa gak yang lain? Apa karena kecut asinnya? Lah…melewati proses pengalaman itu kan ada pahitnya, ada manisnya, gak melulu kecut dan asin. Ah, percuma juga gw protes, peribahasa itu tetep aja (akan) digunakan sampe gw punya anak istri entah kapan nanti, bahkan sampe waktu yang tidak ditentukan lagi.
Baik. Daripada ngomongin peribahasa, yang peri-nya entah dimana, cantiknya seperti apa, mending ngomongin gw. Jelas. Jelas ketidakjelasannya dan ketidakwarasannya. Bhihik…
Setelah enam tahun gw terjebak di hutan belantara, tanpa peradaban yang mendebarkan jiwa muda yang membara, sempat terpikir gw akan selamanya menjadi pengembara *gigit gigit bra* **cih! blah! Ternyata masker bekas tukang sedot tinja* ~ Ternyata tidak. Sekarang terpotong waktunya. Gw terbawa nasib di daratan yang sangat deket dengan bibir laut.
Yak. Gw sekarang menjadi seorang pekerja di daerah pinggir laut, di belahan Kalimantan Timur. Tepatnya Balikpapan. Tinggalnya sih di Kota. Tapi…tiap pagi dan sore, gw harus naik boat dari/menuju tempat kerja. Makan angin laut, minum air laut, kecupin ikan hiu, adalah menu hari hari gw. Menyenangkan??? HENTIKAN PERTANYAAN ITU, BARBARA!!! ~ Jawabannya tidak.
Nah, dari pengalaman gw yang sekian lama main sama babon di hutan, kemudian sekarang (udah hampir 2 bulan) tiap hari main sama hiu di laut, gw mendapat pencerahan tentang istilah “asam garam” itu *berharapnya pencerahan tentang jodoh…tapi dapetnya pencerahan asam garam, yasudahlah…*.
[Babon=Hutan=Asam].
[Hiu=Laut=Garam].
[Gw=Jomblo=Terlantar].
Ya ya ya…itu toh rumus pengalaman.
Pengalaman dan perjalanan panjang. Proses melewati pengalaman, meraih mimpi, bertanggungjawab dengan kehidupan, gw lebih suka menyebutnya “pahit manisnya kehidupan”. Walaupun sudah dapet pencerahan tentang rumus pengalaman asam garam tadi. Teteup…
Dan…inilah alat transportasi yang gw tumpangin tiap hari. Media yang mempertemukan gw dengan hiu. Si asin yang sama sekali gak gw harepin akan jadi jodoh gw *Yakaliii…*
Sekarang gw harus menanggung perut kembung, mual-mual, kulit kering, bibir pecah belah, mata merah putih, dengan intensitas waktu yang cukup sering. Karena keseringan bercinta hebat dengan hiu??? Gw rasa (mungkin) tidak. Itu karena terpapar angin laut sehari-hari, dalam kondisi gw yang belum terbiasa dengan kehidupan yang semakin aneh ini.
Solusinya: Harus ada yang merawat, yang memperhatikan, yang menemani, dalam wujud yang halal serta dihalalkan.
Masaaaa….dari gw akrab sama babon hingga gw akrab sama hiu, gak ada satupun cewek yang nyantol dengan nama gw di catatan KUA?! Hasek!
Ada yang berminat??? Eaaaa….. *eaaa sampe Lebaran Haji* #mureee







Istilah asam garam mungkin karena orang tua sudah lahir duluan dan udah sering makan asam dan garam aja.
btw, selama di hutan apa gak terlintas buat cari babi hutan wanita? *kyyaaaaaaaa*
baiklah… kalo udah ada yg nyangkut di KUA aku tunggu undangannya!
)
)
cepatlah nikah kau bang, keburu tua nanti.
ga usahlah banyak pilih2, nanti tambah sembelit kau.
*logat batak*
berapa jam itu perjalanan ke tempat kerjanya dari dermaga.
itu risiko jadi tukang insyinyur si Zia.. haqhaqhaqhaqhaq
seneng juga memikirkan hal seperti itu…
asam garam…
mungkin ada kedalaman makna dibaliknya…
tidak selalu orang tua yang memiliki pengalaman lebih banyak… bisa jadi seseorang yang lebih banyak mengalami cobaan..
barbara….???? siapa itu rudholfo…???? hahahahah
Aku justru iri denganmu, Zul…
Pengalamanmu sungguh luar biasa, berpindah dari satu daerah ke daerah lain yang sangat berbeda satu sama lain..
Dirimu kaya pengalaman, Zul.. meski miskin perempuan, hahaha…
eh, nikmati saja perjalanan dengan boat itu setiap hari, siapa tahu bisa dapat duyung… asyik bukan?
Bolehlah Bang asam garam, dengan kata lain ga ada asam..garam pun jadi #yeahngaco
Hati-hati hamil sama ikan hiu Bang repot test DNA-nya #eh hehe
Sukses terus buat Abang, keep your spirit yaks
Btw, Daftaaaaar…*Aaaakkk dikejar2 ikan hiuu* |*jealous tuh hiu :p
sapa tau hiunya nanti ada yang cantik heheh……..
saya selalu terkagum dengan kehidupan anda hassek…
eh suer beneran, berpetualang! pengen ikut….
tukang angkut cucian laundry ini emang hebat deh!