Arus Balik

Setiap orang akan merasa aneh kalau dirinya sedang berlaku sebagai penjual namun orang-orang di sekitar menganggapnya sebagai pembeli. Nawarin bedak ke orang lain, eh orang itu nawarin tepung ke kita. Gak beda halnya dengan saya yang beberapa hari lalu mengupload CV di linkedin, bukannya ditawarin kerjaan, malah diserang sama pencari kerjaan–tak terkendali. Tobat deh.

Saya membuat CV pakai aplikasi untuk bikin infografik, hanya satu halaman padat, yang menyajikan sebanyak informasi tentang saya. Cukup banyak icon dan logo yang saya pakai di CV tersebut, untuk efisiensi kata-kata. Kebetulan selama punya akun linkedin saya tidak pernah mengisi tugas dan tanggungjawab saya. Isinya sekadar keterangan pribadi singkat, pernah kerja di mana dan kapan, sudah. Sampai hari ke sepuluh–yaitu hari ini–masih saja dihubungi oleh pencari kerja. Jadi pengin tepok jidat sampai keributan pilkada mereda.

Pengin rasanya bileng begini, “woi, kebalik!” tapi yasudahlah. Sebelum ini, saya becanda memposting foto dan status di facebook seakan-akan saya pindah kerja. Guyonan tersebut saya tujukan ke teman-teman di luar tempat kerja yang tidak tahu persis keseharian saya–tetapi justru yang heboh adalah teman-teman kerja, yang sehari-hari melihat saya ada di kantor. Gak sedikit yang mendatangi saya dengan muka serius, menanyakan saya pindah ke mana. Padahal jelas-jelas saya becanda.

Berikut tulisannya:

Tidak terasa sudah lebih dari sebelas tahun berkarir di perusahaan swasta yang bergerak di industri pertambangan. Saya bukanlah kutu loncat, karena saya mampu bertahan lebih dari 5 tahun di dua perusahaan–dari total tiga perusahaan saya bergabung.

Seseorang beberapa kali bilang ke saya, “di kondisi tertentu, lebih baik kita terlihat besar di tempat yang kecil daripada tampak kecil di tempat yang besar.”

Dan, inilah saatnya saya memakai kalimat tersebut.

Dengan adanya kesempatan menduduki posisi direksi saat ini, di perusahaan lain, memimpin sekumpulan tim–meski tak berjumlah ribuan orang–sayang jika saya tidak menerimanya dengan hati riang gembira.

Saatnya untuk membuka jendela, melihat dunia yang lebih luas, menyambut sekaligus disambut orang-orang baru, saling menularkan semangat pembaharuan. Dan ini pulalah saatnya berteriak lantang, “Yang muda yang berkreasi!”

Mohon doa dari teman-teman semua, semoga saya mampu mengemban tugas dan tanggungjawab baru ini sebaik mungkin, dan mampu membawa kebaikan bagi sebanyak mungkin orang.

Tidak lupa saya ucapkan terimakasih terhadap sesiapa saja yang sedikit banyak membantu saya untuk ‘tumbuh’ hingga seperti saat ini.

Semoga segala kebaikan teman-teman diberkahi kelimpahan hidup.

Mohon maaf yang sebesar-besarnya–dalam hal ini–telah menyita waktu teman-teman semua untuk membaca draft/template perpisahan sekaligus perpindahan kerja ini. Tidak. Saya tidak ke mana-mana. Sekali lagi itu hanya template, siapa tahu ada yang membutuhkan.

Jika teman-teman memerlukan silakan dicopas. Namun, jika ada teman-teman yang menginginkan template lebih sederhana, dan lebih spesifik, saya bersedia membuatkan–silakan minta di kolom komentar.