Bayi Dalam Genggaman

Ramadan adalah bulan kemuliaan bagi (hampir) seluruh umat muslim. Orang-orang berbondong-bondong memperbanyak ibadah, tak ingin menyia-nyiakan bulan mulia ini. Ibarat petani, ramadan adalah musim panen yang disambut gegap gempita, di mana kebanyakan orang lebih rela kurang tidur tadi melewatkan setiap detik waktunya.

Seorang bapak paruh baya shalat isya di shalat sebelah membawa serta tiga anaknya. Anak ketiganya masih bayi, sedang belajar berdiri sambil berpegangan. Tangan kirinya mendekap erat bayinya, tangan kanannya dilipat mengikuti takbiratul ihram. Dia rukuk dengan hati-hati, masih bersama bayi dalam genggamannya. Begitu sujud, ia lebih berhati-hati lagi, kemudian meletakkan anaknya di lantai musholla berlapis karpet merah maroon. Sang bayi menghentakkan kaki dan tangannya, sesekali mengeluarkan suara cekikikan imut. Saat hendak berdiri, sang bapak kembali meraih bayinya, menggendongnya dengan sebelah tangan, meneruskan shalatnya. Begitu terus hingga akhir.

Ketika usai shalat isya, sang bayi berdiri memegang tiang pembatas antara jamaah laki-laki dan perempuan. Wajahnya begitu ceria, tak ubahnya keceriaan di wajah sang bapak.

Saya tidak pernah terpikirkan untuk sanggup melakukan hal serupa. Orang tersebut begitu niat. Dia mengikuti tarawih 20 rakaat hingga akhir, meski selama tarawih anaknya dibiarkan bermain. Dan, tidak ada tangisan sedikitpun loh. Sungguh luar biasa.