Berburu Kebaikan

Lelaki gagah berani ini hendak meninggalkan Musholla selepas shalat ashar. Ia sudah memakai sepatu, beranjak dari bangku, dan hendak melangkah pergi, tadinya. Langkahnya lantas terhenti lantaran sebuah pertanyaan dari seorang wanita asing dipedulikannya betul-betul.

“Tempat wudhu wanita di mana ya?” tanya Si Wanita Asing, menghentikan langkahnya Si Lelaki Gagah Berani. Saya yang juga sebagai orang asing di Musholla lantai 2 sebuah kantor di Bintaro tersebut tak menanggapi apa-apa.

Si Lelaki Gagah Berani melepas kembali sepatunya setelah menunjukkan tempat wudhu wanita, lalu masuk ke Musholla.

Apa yang dia lakukan?

Dia memasang sekat untuk shalatnya Si Wanita Asing, karena saat shalat berjamaah ashar tadi semua jamaah adalah lelaki, dan penuh. Sehingga tiada ruang khusus untuk wanita. Atas dasar itulah ia masuk, memasang sekat kain hijau, dan membuat bentuk kotak khusus di pojok belakang Musholla, meski tidak luas, cukup leluasa untuk dipakai Si Wanita Asing.

Setelah itu Si Lelaki Gagah Berani keluar Musholla, memakai sepatunya kembali, berdiri di samping pintu tanpa kata. Ia hanya ingin memastikan Si Wanita Asing itu tidak kebingungan, dan siap shalat dengan khusuk. Barulah ia pergi, dengan kelegaan tarik napas yang memuaskan.

Rasa kagum saya persembahkan untuk Si Lelaki Gagah Berani, dengan kebaikan sederhana yang begitu bermakna itu.

Dia pun memberi inspirasi buat saya, untuk menemukan kebaikan-kebaikan kecil setiap harinya, untuk saya tulis di sini, buat dibagi dan pengingat diri.

Kebaikan menarik lebih banyak kebaikan.