Category Archives: Absurd

Selingkuh Itu Indah?

Selingkuh itu indah bagi pelakunya–pelaku yang belum sadar kalau ternyata selingkuh itu tidaklah indah. Bagaimana mau indah, kalau orang pertama melakukannya berawal dari ketidakbahagiaan dia dengan pasangan resminya dan si orang ketiga menjalaninya dengan perasaan tidak diperlakukan adil. Terlebih, mereka menjalani hubungan itu secara diam-diam daradubidam dagdigdug!

Si orang ketiga merasa tidak adilnya di bagian mana? Well. Orang pertama punya pasangan, lalu menjalin hubungan dengan si orang ketiga. Artinya si orang pertama mendua alias punya dua kekasih. Sementara si orang ketiga tidak boleh melakukan hal yang sama–mendua–kecuali siap diberi sumpah serapah dan dituding tidak setia. What the…hah? Continue reading

Model Gagal Kena Kutukan!

Sebenarnya gue pengin malu menampilkan (lagi) foto-foto di bawah ini, karena sepertinya gue memang punya malu. Tapi kadarnya sedikit. Tapi malu ya malu. Tapi gak malu-malu amat sih. Tapi malu. Tapi….somebody stop me, please.

Foto hasil jepretan Agus Hafi yang dia share 4 tahun lalu itu tiba-tiba dimunculkan oleh fitur memorinya facebook–sontak gue bilang, “ini kekhilafan masa lalu!”

FB_IMG_1461218921586 Continue reading

Lelaki Ganteng dan Tas Cantik Dalam Jinjingannya

Lelaki itu melakukan perjalanan jauh dari tengah indonesia menuju timur indonesia, untuk suatu pekerjaan yang gak penting-penting amat, selama 5 hari. Tak banyak barang yang dibawanya. Hanya dua tas: satu tas punggung berisikan laptop dan satu tas bibir berisikan pakaian, perlengkapan mandi dan tiga lembar celana dalam. Jumlah daleman sedikit itu menyebabkan ia mendapat surat cinta dari tukang laundry.

Blog

Continue reading

Menggila di Bilik ATM!

Pemilik rumah kontrakan (sebut sapa Pak P) yang masih saya tempati hingga hari ini menawarkan tandon kapasitas 1200 liter beserta dudukannya yang terbuat dari kayu ulin separuh harga baru, karena tahu saya bakal pindah ke rumah sendiri–kurang dari dua bulan lagi. Jelas dia tahu, karena saya kasihtahu saat menyampaikan bahwa saya tidak memperpanjang masa kontrak. Ia yang sedang butuh uang tambahan tak segan meminta saya membayar segera, jika berminat. Tentu saya berminat dengan harga murah, kan bisa dijual untung kalaupun tidak dipakai. Ahaha! Continue reading

Koran Lebaran dan Dosa-Dosa

Percuma beramai-ramai mengumandangkan kembali fitrah di hari lebaran, kalau sedikit lembar koran saja tak bisa dipungut kembali untuk dibuang ke tempat yang seharusnya. Apa susahnya, Men?

Lebaran di area terbuka yang berlantaikan tanah dengan sedikit rerumputan tak terawat berujung pada penuhnya koran-koran bekas yang mendadak ‘berharga’. Saya membeli koran bekas untuk alas sajadah senilai dua ribu rupiah–untuk 8 halaman atau 4 lembar koran kadaluarsa. Jauh lebih mahal dari harga barunya. Itu di Balikpapan. Continue reading

Apalah Arti Sebuah Nama?

Nama? Bagi gue, arti nama itu penting. Oh, tepatnya, tau arti nama itu penting. Karena kita tinggal di negeri penuh pertanyaan. Nanya nama aja, pake nanya lagi artinya sekalian. Nanya punya pacar aja, pake nanya lagi kapan nikah. Nanya kabar pernikahan aja, pake nanya lagi kapan punya anak. Nanya kabar anak aja, pake nanya lagi sudah bisa apa? Kzl!

Contoh gue sendiri; Zia Ulhaq meniru nama Perdana Menteri Pakistan , ortu gue gak tau artinya apaan. Pokoknya niru aja. Huft. Banyak yang menganggap nama gue aneh, gak sedikit juga yang menanyakan artinya. Gue memberi arti di nama tersebut, ‘sinar kebenaran’. Arti yang sedikit mengandung unsur karangan, juga sedikit pemaksaan. Untung aja gak ada bahasa negara tertentu yang menggunakan kalimat ‘zia ulhaq’ yang artinya pantat hitam. Hancur reputasi gue sebagai anak.

Well. Tulisan ini gue persembahkan buat Bapak Irafdi beserta kedua istrinya–Ibu Erni dan Ibu Henny, yang telah memberi nama super absurd terhadap keenam anaknya. Absurd tapi seenggaknya kreatif, muncul dari ide sendiri, dan kocak.
Continue reading

Ngeden dan Nguping di Toliet

Suara 1: “Bro, tumben DP BBM kamu pasang foto istri? Seumur-umur gak pernah loh. Lagi kesambet apa emangnya? Atau jangan-jangan modus karena semalam gak dapat jatah?”

Suara 2: “Lagi dimarahin…hahahaha!”

Gue yang tadinya berjuang keras, ngeden mengeluarkan sisa-sisa makanan yang ikutan dikutuk seperti Malin Kundang, seketika gue ngakak geli di dalam bilik kloset–dari pose super jelek jadi pose ganteng biasa. Baru nyadar, kalo terkadang menguping itu bisa menaikkan level kegantengan. Terimakasih kotoran… Continue reading

Penga[la]man Pasangan Muda

“Ngapain kamu beli kondom segala, Zia?” Tanya Ibu mertua dengan nada tinggi disertai pelototan mata yang mengeluarkan sejuta tanda tanya, ketika gue menginap di sana kemarin.

Ibu mertua terkaget-kaget saat gue mengeluarkan sejumlah uang recehan dari dompet berumur empat tahun, untuk membayar satu kotak ‘pengaman’ isi dua belas di apotek miliknya. Lebih kagetnya lagi, pengaman tersebut sudah gue ambil malam-nya, gak bilang-bilang. Yaiyalah, Ibu Mertuanya udah tidur kok. Hehehe… Continue reading