Category Archives: Absurd

Security Check Bandara Yang Menggelikan

Baru saja terjadi ketegangan antara saya dan pikiran bingung saya serta petugas saat penggeledahan dalam tanda kutip setelah melewati mesin X-Ray Bandara Soekarno – Hatta.

Laptop sudah saya keluarkan, sabuk tak lagi melekat di pinggang, ponsel di tas, jam tangan sudah dilepas, saya yakin semua pemicu bunyi wiung wiung tidak ada lagi. Seharusnya aman.

Begitu kaki sampai kepala saya berdiri tegak di screening gate machine, bunyi wiung wiung pun mengundang mata melototnya petugas. Seorang petugas langsung menginstruksikan saya untuk masuk ke mesin personnel screening (quickly screens personnel) dengan kecanggihan Automatic Detection Target-nya. Santai saja saya masuk di situ, disuruh angkat tangan saya lakukan, disuruh geser kaki ke titik tapak saya lakukan dengan efek goyang pinggul yang tentunya gak diminta, dan…mesin tersebut mendeteksi adanya metal di area pantat saya. Wuing wuing tak terhindarkan lagi.

Petugas langsung bergegas memutar badan saya dan menjangkau bagian belakang tubuh saya, lalu kaget nanggung karena tidak menemukan apa-apa. Saya bilang memang tidak membawa apa-apa, petugasnya menyahut: paling ada metal bawaan celana di sekitar kantung. Oh, saya bilang kalau anggapan itu gak benar. Saya paling tahu bentuk rupa dan seluk beluk celana yang saya pakai. Saya sampaikan tak ada apa-apa. Petugas kembali merogoh kantung celana saya dan tidak menemukan apa-apa lagi. Dia percaya betul sama mesin keamanannya, tak mungkin salah bekerja. Saya juga percaya betul sama celana dan tubuh saya. Gak mungkin anus saya seketika menjadi besi.

Akhirnya saya raba sendiri bagian belakang tubuh saya, dan saya menemukan sebiji isi staples menempel di tali celana bagian belakang–yang adalah penanda laundry hotel. Saya dan petugas saling tatap-tatapan sambil menertawai.

Sungguh pagi yang sabtu!

Tips Kemudahan Buang Air Besar di Pesawat

INI ADALAH TIPS PALING SPEKTAKULER SEPANJANG SEJARAH KEHIDUPAN MANUSIA

Ketika perutmu mulas dan ampas tak beraroma baik itu berasa di ujung penyemburan, bagaimana perasaanmu ketika itu terjadi di pesawat?

Mari berbagi cerita dan berbagi tips di sini.

Sebelumnya saya tidak pernah kepikiran untuk buang air besar di pesawat, bukan karena tampak ribet, tetapi memang tidak terpikirkan. Semacam menganggap toilet pesawat itu hanya layak untuk buang air kecil. Sebulan terakhir, entah mengapa terpikirkan: “kalau kebelet di pesawat, gimana beol dan ceboknya ya?” tanya saya dalam hati. “Gak usah dipikir keleus!” jawab saya dalam hati.

Berawal dari pikiran yang entah dari mana itu, kurang dari sebulan kemudian kejadianlah. Perut saya mulas tak karuan. Kesungkanan untuk bertanya pun saya tepis. “Kalau mau BAB, cara ngebersihinnya selain pakai tissue gimana ya?” tanya saya ke pramugari. “Pakai ini saja”, jawab pramugari sambil menyodorkan gelas sekali pakai.

Awalnya sempat bingung, ngeuh-nya pas dibilangin manfaatin wastafel. Gelas tadi adalah pengganti gayung.

Singkat cerita, lega lah seorang saya yang berhasil buang air besar di bilik toilet pesawat yang amat sempit itu berkat 5 tips paling spektakuler di bawah ini:
1. Pelorotin celana sambil tersenyum
2. Ngeden tanpa ragu, tetap jaga pose
3. Kalau ada tanda-tanda akan ada bunyi BROT menggelegar, pura-pura batuk saja atau tekan flush supaya gak tengsin sama pramugari yang lagi ngobrol di belakang
4. Sambil ngeden, tekan keran air dengan posisi saluran wastafel tertutup, sampai penuh
5. Arahkan gelas yang terisi air ke ***** secara perlahan, jangan ke mulut. Beres deh

Kekhawatiran terhadap kekuatan sedotan angin kloset pun terjawab sudah, ternyata galak di suaranya saja. Kan repot kalau pas diflush, anus kita kesedot keluar, semacam ambeyen level wahid. Ternyata tidak demikian.

Suara sedotan angin kloset itu tak ubahnya preman pasar yang takut sama jarum suntik. Tampak sangar, tetapi aslinya lemah!

Sebagai bukti valid bahwa kekuatan angin kloset itu tidak ada apa-apanya, saya cek dengan teliti, bahwa tidak ada sehelai bulu pun yang mampu ia rontokkan. Bersih. Tidak ada jejak.¬†ūüėĀ

Selingkuh Itu Indah?

Selingkuh itu indah bagi pelakunya–pelaku yang belum sadar kalau ternyata selingkuh itu tidaklah indah. Bagaimana mau indah, kalau orang pertama melakukannya berawal dari ketidakbahagiaan dia dengan pasangan resminya dan si orang ketiga menjalaninya dengan perasaan tidak diperlakukan adil. Terlebih,¬†mereka menjalani hubungan itu secara diam-diam daradubidam dagdigdug!

Si orang ketiga merasa tidak adilnya di bagian mana? Well. Orang pertama punya pasangan, lalu menjalin hubungan dengan si orang ketiga. Artinya si orang pertama¬†mendua alias punya dua kekasih. Sementara si orang ketiga tidak¬†boleh melakukan hal yang sama–mendua–kecuali siap diberi sumpah serapah dan dituding tidak setia. What the…hah? Continue reading

Model Gagal Kena Kutukan!

Sebenarnya gue pengin malu menampilkan (lagi) foto-foto di bawah ini, karena sepertinya gue memang punya malu. Tapi kadarnya sedikit. Tapi malu ya malu. Tapi gak malu-malu amat sih. Tapi malu. Tapi….somebody stop me, please.

Foto hasil jepretan Agus Hafi yang¬†dia share 4 tahun lalu itu tiba-tiba dimunculkan oleh fitur memorinya facebook–sontak¬†gue bilang, “ini kekhilafan masa lalu!”

FB_IMG_1461218921586 Continue reading

Lelaki Ganteng dan Tas Cantik Dalam Jinjingannya

Lelaki itu melakukan perjalanan jauh dari tengah indonesia menuju timur indonesia, untuk suatu pekerjaan yang gak penting-penting amat, selama 5 hari. Tak banyak barang yang dibawanya. Hanya dua tas: satu tas punggung berisikan laptop dan satu tas bibir berisikan pakaian, perlengkapan mandi dan tiga lembar celana dalam. Jumlah daleman sedikit itu menyebabkan ia mendapat surat cinta dari tukang laundry.

Blog

Continue reading

Menggila di Bilik ATM!

Pemilik rumah kontrakan (sebut sapa Pak P) yang masih saya tempati hingga hari ini menawarkan¬†tandon kapasitas 1200 liter beserta dudukannya yang terbuat dari kayu ulin separuh harga baru, karena tahu saya bakal pindah¬†ke rumah sendiri–kurang dari dua bulan lagi. Jelas dia tahu, karena saya kasihtahu saat menyampaikan bahwa saya tidak memperpanjang masa kontrak. Ia yang sedang butuh uang tambahan tak segan meminta saya membayar segera, jika berminat. Tentu saya berminat dengan harga murah, kan bisa dijual untung kalaupun tidak dipakai. Ahaha! Continue reading

Koran Lebaran dan Dosa-Dosa

Percuma beramai-ramai mengumandangkan kembali fitrah di hari lebaran, kalau sedikit lembar koran saja tak bisa dipungut kembali untuk dibuang ke tempat yang seharusnya. Apa susahnya, Men?

Lebaran di area terbuka yang berlantaikan tanah dengan sedikit rerumputan tak terawat berujung pada penuhnya koran-koran bekas yang mendadak ‘berharga’. Saya membeli koran bekas untuk alas sajadah senilai dua ribu rupiah–untuk 8 halaman atau 4 lembar koran kadaluarsa. Jauh lebih mahal dari harga barunya. Itu di Balikpapan. Continue reading

Apalah Arti Sebuah Nama?

Nama? Bagi gue, arti nama itu penting. Oh, tepatnya, tau arti nama itu penting. Karena kita tinggal di negeri penuh pertanyaan. Nanya nama aja, pake nanya lagi artinya sekalian. Nanya punya pacar aja, pake nanya lagi kapan nikah. Nanya kabar pernikahan aja, pake nanya lagi kapan punya anak. Nanya kabar anak aja, pake nanya lagi sudah bisa apa? Kzl!

Contoh gue sendiri; Zia Ulhaq meniru nama Perdana Menteri Pakistan , ortu gue gak tau artinya apaan. Pokoknya niru aja. Huft. Banyak yang menganggap nama gue aneh, gak sedikit juga yang menanyakan artinya. Gue memberi arti di nama tersebut, ‘sinar kebenaran’. Arti yang sedikit mengandung unsur karangan, juga sedikit pemaksaan. Untung aja gak ada bahasa negara tertentu yang menggunakan kalimat ‘zia ulhaq’ yang artinya pantat hitam. Hancur reputasi gue sebagai anak.

Well. Tulisan ini gue persembahkan buat Bapak Irafdi beserta kedua istrinya–Ibu Erni dan Ibu Henny, yang telah memberi nama super absurd terhadap keenam anaknya. Absurd tapi seenggaknya kreatif, muncul dari ide sendiri, dan kocak.
Continue reading

Ngeden dan Nguping di Toliet

Suara 1:¬†“Bro, tumben DP BBM kamu pasang foto istri? Seumur-umur gak pernah loh. Lagi kesambet apa emangnya? Atau jangan-jangan modus karena semalam gak dapat jatah?”

Suara 2:¬†“Lagi dimarahin…hahahaha!”

Gue yang tadinya berjuang keras, ngeden mengeluarkan sisa-sisa makanan yang ikutan dikutuk seperti Malin Kundang, seketika gue ngakak geli di dalam bilik kloset–dari pose super jelek jadi pose ganteng biasa. Baru nyadar, kalo terkadang menguping itu bisa menaikkan level kegantengan. Terimakasih kotoran… Continue reading