Category Archives: Anak

Alastair dan Sekolahnya

Tak terasa sudah setahun Alastair punya seragam sekolah dan bergaya selayaknya anak sekolahan. Senin dia mengenakan seragam putih merah dibalut rompi mungilnya bergambar dua santri junior di dada kiri. Selasa dia mengenakan seragam putih-putih bak dai kecil yang sedang siap-siap mengisi tausyiah. Rabu dia mengenakan seragam biru kuning berbahan kaus katun–semacam seragam olahraga gitu. Alastair tampak laki dengan seragam-seragamnnya itu.

Continue reading

Alastair dan Ketakutannya

Apa yang ditakuti Alastair adalah sesuatu yang tidak seharusnya ditakuti di mata saya ataupun di mata kebanyakan orang, mungkin. Sebaliknya, keberaniannya dia adalah sesuatu yang nekat menurut saya maupun di mata kebanyakan orang, mungkin. Mari kita simak satu persatu keberanian sekaligus ketakutannya yang bikin geleng-geleng kepala atas.

TAKUT SAMA SUARA MUSIK DI MOBIL Continue reading

Alastair dan Mamanya

Kemarin saya cukur rambut supaya kepala gak tampak terlalu bulat seperti kembang kol. Alastair juga sekalian dicukur, karena rambut bagian sampingnya dia sudah merambat ke kuping serta poninya tak beraturan. Alastair dipotong cepak, setengah sentimeter. Sudah ketebak sih, bentukannya pasti jelek. Potong pendek berakhir jelek bukan sekali ini saja, sudah ketiga kalinya. Niatnya supaya awet pendek, dan lama baru cukur lagi. Modusnya, tidak mau kerepotan membujuk dan memegang dia yang suka berontak di tempat cukur. Tapi apapun itu, Alastair tetap sosok yang selalu berhasil membuat saya rindu, seperti halnya saya rindu terhadap mamanya. Apalagi kalau harus dinas ke sekitaran Ibu Kota seperti hari ini, rindu membuncah muncul sedari saya belum meninggalkan rumah. Continue reading

Alastair dan Kucingnya

Kucing liar datang silih berganti ke rumah, kecuali satu kucing jantan tua yang tingkat malasnya setara manusia mager di akhir pekan–sudah hampir 10 tahun di rumah. Saking malasnya, ada tikus lewat di depan dia pura-pura gak lihat gitu. Bahkan pernah ditabrak dan punggungnya dilewati tikus. Bisa dibiliang, kucing di rumah ini lebih sial dari kucing di kartun Tom & Jerry. Continue reading

Alastair dan Jam Tidurnya

Salah satu momen intim dengan anak adalah bersamanya satu bantal, menemaninya hingga tertidur lelap. Ada sentuhan hampir seluruh panca indera yang terlibat, dan saya suka sekali memegang telapak tangannya–saya selalu merasa ada energi terlembut yang ditransfer ke saya. Sentuhan telapak tangan ini hanya bisa saya lakukan lama ketika dia tidur, saat terjaga sulit untuk saya melakukannya. Bisa dipastikan tangan saya dihempas, mungkin dia risih. Atau mungkin dalam hatinya Alastair berkata, “emang gue cowok apaan, pegang-pegangan tangan lama-lama sesama cowok?” Continue reading

Baby Traveler Seakan-akan

Saya tidak mau bilang kalau Alastair itu masuk golongan Baby Traveler, karena saya bukanlah traveler. Istri juga bukanlah traveler meski dulu dia tukang jalan. Belakangan kami tidak terlalu banyak jalan-jalan. Kalau nanti, bisalah lebih sering lagi. Kami hanyalah tukang putar-keliling dalam kota yang tingkat keseringannya per-minggu melebihi jumlah film Indonesia yang diperankan oleh Reza Rahadian. Continue reading