Category Archives: Buku

Folder Lama; Mendadak Asing

New Project.” begitu judul folder yang saya bikin hampir setahun lalu. Ada sekitar dua puluh lima file word di dalamnya, dilengkapi gambar sampul ala kadarnya–hasil karya sendiri sebagai penyemangat mengisi lembaran demi lembaran dengan tulisan. Folder tersebut tak lain adalah rencana naskah yang pengin saya kelarin persis ketika anak saya lahir, waktu itu. Continue reading

[Elia] Bintang, Pantai, Kupu-Kupu, dan Kebebasan

D'Fest Kemang

Beberapa waktu lalu ada urusan kerjaan di Jakarta, terus malamnya nongkrong sama Kipo, Thomas, Lea, dan Elia Bintang. Kami adalah orang-orang yang selalu menyeret cerita lalu untuk ditertawakan, bahkan di-anjing-kan dengan hentakan kaki ke lantai disertai tepukan telapak tangan ke paha masing-masing.

Mereka adalah seniman-seniman gila, kalo menurut gue. Terlalu asik untuk tidak diceritakan. Eits. Gak melulu ngomongin masa lalu, kok. Sebab mereka selalu membawa kabar gembira dan keberhasilan baru di setiap pertemuan, bercerita. Masa lalu, masa kekinian, masa depan, semua dibicarain. Gak pernah cukup waktu untuk menghabiskan cerita bersama mereka. Continue reading

Menjelang Sewindu; Karya-Karya Valiant Budi Yogi

Sebenarnya gue pengen nulis tentang karya-karya seorang Valiant Budi adalah ketika dia genap satu dekade berkarya, atau minimal sewindu. Ah, tapi itu lama sekali, harus menunggu setahun lagi. Keburu gue jadi kakek-kakek yang tak sanggup lagi mengetik panjang dan memiliki kata segudang keranjang.

Tujuh tahun sudah Bang Valiant menjalani karir menulis. Jika diibaratkan bekerja di sebuah perusahaan, dan itu sky rabbit cabang Arab, tentu itu adalah waktu yang teramat panjang. Haha.

Gue salut dengan karya-karyanya Bang Valiant, karena di setiap buku yang dikeluarin selalu memiliki warna yang berbeda-beda. Bukan sebuah karya monoton yang begitu-begitu saja. Yang menarik adalah cara dia menyikapi masalah yang ada di dalam cerita, baik fiksi maupun non fiksi, selalu dengan cara yang memaksa bibir harus merekahkan senyum-tawa walaupun kisahnya tragis, yang seharusnya ditanggapi dengan derai air mata dan perut mengembang-kempis.

Continue reading

Happy Bareng di Launching #HomeTweetHome

Gak usah basa-basi lah, ya? Langsung aja pada maksud, tujuan, harapan, dan nasib bangsa ini.

Jadi, gue mau launching buku #HomeTweetHome, karya pertama gue yang cetar membahana ali topan badai jambul Syahrini. Berbagi cerita tentang bagian darinya, proses terjadinya, dan obrolan-obrolan ringan lainnya.

Tentunya mengundang siapapun, teman offline/online, yang berkenan hadir dalam acara sederhana namun meriah hore ini. Acara ini bebas untuk siapa saja, tidak dipungut biaya, pajak apapun, kecuali do’a tulus untuk kelancaran acara dan nasib buku #HomeTweetHome ke depannya. Continue reading

Home Tweet Home

Dalam rangka melaksanakan misi berlibur di suatu tempat yang unik, gue mengajukan cuti selama 30 hari. Namun rencana itu gak berjalan sesuai rencana. Karena; 1). Bos gue gak menyetujui pengajuan cuti sebanyak itu. Iya sih, itu bukan perusahaan Nenek gue. 2). Liburan yang direncanakan selama bulan September, harus maju beberapa hari. Karena tanggal 18 September gue harus masuk kerja, atas permintaan si bos. Continue reading