Category Archives: Cerita

Modus Penipuan E-Cash Money

Belakangan modus penipuan semakin berkembang. Biasanya kerap kita dengar penjual online abal-abal yang menipu calon pembelinya. Sekarang justru terbalik, penipu yang berpura-pura jadi pembeli dan berniat menipu penjualnya. Hari ini saya hampir jadi korban modus ini, setelah saya memasang iklan etalase tidak terpakai di OLX.

Begini ceritanya… Continue reading

San’s Kekpisang Balikpapan

Namanya Nizar, usia tiga tahunan, sudah pandai main badminton semenjak usianya dua setengah tahun dan juga sudah pandai menginterogasi Abinya ketika Sang Abi hendak keluar rumah sendirian. Menggemaskan sekali. Energi anak kecil itu selalu berhasil memancarkan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitar, terutama keluarganya. Kepandaian Nizar di lapangan badminton adalah nurun Abinya yang dulu seorang atlet–namun belakangan lebih memilih berkeringat di dapur ketimbang di lapangan hijau tak berumput tersebut. Continue reading

Alastair dan Sekolahnya

Tak terasa sudah setahun Alastair punya seragam sekolah dan bergaya selayaknya anak sekolahan. Senin dia mengenakan seragam putih merah dibalut rompi mungilnya bergambar dua santri junior di dada kiri. Selasa dia mengenakan seragam putih-putih bak dai kecil yang sedang siap-siap mengisi tausyiah. Rabu dia mengenakan seragam biru kuning berbahan kaus katun–semacam seragam olahraga gitu. Alastair tampak laki dengan seragam-seragamnnya itu.

Continue reading

Alastair dan Ketakutannya

Apa yang ditakuti Alastair adalah sesuatu yang tidak seharusnya ditakuti di mata saya ataupun di mata kebanyakan orang, mungkin. Sebaliknya, keberaniannya dia adalah sesuatu yang nekat menurut saya maupun di mata kebanyakan orang, mungkin. Mari kita simak satu persatu keberanian sekaligus ketakutannya yang bikin geleng-geleng kepala atas.

TAKUT SAMA SUARA MUSIK DI MOBIL Continue reading

Alastair dan Mamanya

Kemarin saya cukur rambut supaya kepala gak tampak terlalu bulat seperti kembang kol. Alastair juga sekalian dicukur, karena rambut bagian sampingnya dia sudah merambat ke kuping serta poninya tak beraturan. Alastair dipotong cepak, setengah sentimeter. Sudah ketebak sih, bentukannya pasti jelek. Potong pendek berakhir jelek bukan sekali ini saja, sudah ketiga kalinya. Niatnya supaya awet pendek, dan lama baru cukur lagi. Modusnya, tidak mau kerepotan membujuk dan memegang dia yang suka berontak di tempat cukur. Tapi apapun itu, Alastair tetap sosok yang selalu berhasil membuat saya rindu, seperti halnya saya rindu terhadap mamanya. Apalagi kalau harus dinas ke sekitaran Ibu Kota seperti hari ini, rindu membuncah muncul sedari saya belum meninggalkan rumah. Continue reading