Category Archives: Cerita

Aroma Kuburan Yang Memesona

Sehari menjelang puasa, komplek kuburan selalu ramai dengan orang berziarah. Banyak yang menyebutnya sebagai kegiatan nyekar. Rezeki penjual kembang kuburan membuncah di momen seperti itu. Sampai-sampai penjualnya kelimpungan melayani bungkusan demi bungkusan kembang. Beruntung saya mendapat kesempatan pulang cepat dari kantor, sehingga masih tetap bisa turut menjadi bagian dari keramaian itu. Saya suka bau pandan, tak ada penjelasan atas itu. Oleh karenanya, saya suka terpesona dengan aroma kuburan baru, bertabur bunga dan do’a-do’a, meski terselip sejuta tangisan di antaranya. Continue reading

Si Kapsul – Security Check

Baru saja terjadi ketegangan antara saya dan pikiran bingung saya serta petugas saat penggeledahan dalam tanda kutip setelah melewati mesin X-Ray Bandara Soekarno – Hatta.

Laptop sudah saya keluarkan, sabuk tak lagi melekat di pinggang, ponsel di tas, jam tangan sudah dilepas, saya yakin semua pemicu bunyi wiung wiung tidak ada lagi. Seharusnya aman. Continue reading

Pertanyaan Cinta

Sepasang kekasih menjalani pacaran selama beberapa tahun, bahkan dari masa kuliah hingga mereka menjadi sepasang orang yang sibuk dengan karirnya masing-masing, di Ibu Kota.

Selama masa pacaran, tidak ada masalah berarti yang mereka hadapi. Hanya menjalani hubungan biasa seperti orang pacaran pada umumnya. Dan, mereka cukup bahagia dengan itu semua. Continue reading

Bapak Gojek dan Nilai Kejujuran

Seringkali saya merasa aneh saat membaca kalimat “ternyata di dunia ini masih ada orang baik” tersebar di media sosial. Ya jelas ada, bahkan orang baik itu sangat banyak. Sampai kapanpun dunia ini eksis, orang baik akan selalu dan selalu ada dalam jumlah yang banyak. Bukan orang baik yang jumlahnya semakin menurun, tetapi (mungkin) perhatian kita yang sudah terlalu sibuk ke peristiwa-peristiwa yang tidak positif. Setidaknya itu menurut saya.

Contoh salah satu dari sekian banyak orang baik yang beredar di sekitar kita adalah bapak gojek yang mengantar istri saya beberapa waktu lalu, yang atas kebaikannya dia mendapat balas dalam wujud ‘kalau rezeki tak akan ke mana’. Continue reading

Malu-Malu Yang Tak Kucing Lagi

Saya punya guru keluarga baru, namanya Asep. Saya bertemu tidak sengaja dengannya, di perjalanan panjang penuh tantangan. Dia belum berkeluarga, tetapi dia punya segudang ilmu cinta tentang keluarga.  Tentu, nasib bertemu dengannya adalah keberuntungan buat saya.

Pertengahan November 2017 saya ada tugas ke salah satu Tambang Batu-Bara di daerah Tabang, Kutai Kartanegara—sekira sebelas jam perjalanan dari Balikpapan—melewati Samarinda, Tenggarong, dan Kota Bangun. Sepulang dari sana lah saya bertemu dengan Asep. Continue reading

Mensyukuri Keberuntungan

Istri adalah inspirasi terbesar saya. Ia telah membuat saya belajar sangat banyak hal, salah satunya tentang mendengarkan. Keberhasilan terbesarnya adalah mengubah seorang saya yang keras kepala sekaligus telinga, menjadi manusia yang melunak–setidaknya untuk ukuran saya yang tahu persis perubahan itu. Continue reading

Tersenyum Dalam Kesederhanaan

Delapan setengah tahun lalu, hal yang membuat laman blog ini jadi ada adalah kebiasaan saya mengikuti tulisan-tulisan lucu di berbagai blog orang-orang yang sangat asing bagi saya saat itu. Saya selalu membawa pulang tawa dan kesenangan usai mengunjungi blog-blog yang sudah saya tandai. Di kepala saya, blog itu adalah kelucuan yang melimpah. Lalu tergeraklah hati dan jari untuk membuat blog sendiri supaya bisa berbagi tawa ala kadar, bukan saja sebagai penikmat. Tanpa pikir panjang saya beri tema blog ‘Tersenyum Dalam Kesederhanaan’.

Selain tema senyum yang sederhana, foto profile yang saya pakai pun tak kalah sederhana; sesosok saya di atas batu sungai besar yang dikelilingi hutan hijau dengan kaus oblong pinjaman serta kacamata hitam pinjaman bertengger di hidung minim ciuman. Gambaran singkat dari foto saya kala itu adalah Ian Kasela gagal rekaman. Begitulah kebanyakan orang menilainya. Continue reading

Hidup dan Mati Bersama

Ketika tak ada lagi usaha yang dapat kau lakukan dengan tanganmu, maka serahkan segala sesuatu sepenuhnya pada tuhan. Lewat. Doa.

Tanggal 23 Juni 2017 merupakan pengalaman mendebarkan buat saya dan Ifat dan Alastair, seakan-akan diingatkan “hiduplah bersama-sama dengan sebaik-baiknya karena kalian telah diberi kesempatan untuk itu.” Continue reading