Category Archives: Mimpi

Kenapa Saya Harus Kaya?

air-surga

Hidup berkelimpahan, kaya raya, adalah hak semua umat manusia. Untuk mendapatkan hak, tentu kita harus memenuhi kewajiban-kewajiban–salah satunya dengan bertindak mewujudkan mimpi-mimpi, tak peduli siang malam penuh peluh keringat, usaha dan doa harus senantiasa terjaga pada tingkat tertinggi. Tidak terkecuali saya yang suka kentut sembarangan ini, punya hak dan kewajiban yang sama. Continue reading

Dongeng Kehidupan

Dongeng sebelum tidur…ceritakan yang indah biar ku terlelap~ dongeng sebelum tidur…mimpikan diriku mimpikan yang indah…~

Gue suka lantunan ‘dongeng sebelum tidur’ bukan karena masa kecil gue dipenuhi dengan dongeng-dongeng setiap akan tidur. Lagu itu hanya membantu daya imajinasi gue dalam merasakan betapa indahnya masa kecil yang setiap hari didongengin, ditugguin tidurnya, dibangunin tanpa meributkan petunjuk waktu. Itu, yang membuat gue jatuh cinta pada lagunya Wayang itu.

Bahkan gue mampu mengingat berulang kali kalau gue berada di tengah keluarga bahagia, cemara nan ceria, berkecukupan. Ya. Orang tua gue tidak bercerai, mereka menunjukkan kepada kami betapa harmonisnya hubungan kedua orang tua gue, betapa mereka memberikan kasih sayang luar biasa kepada kami anak-ananknya. Mereka hidup dalam cinta, selama-lamanya.

Continue reading

Jangan Mau Dianggap Lemah, Apalagi Mudah Lemas

Gue tertarik dengan salah satu bahasan debat capres (ketiga) tadi malam, yaitu tentang ‘hubungan Indonesia-Australia’ yang naik-turun alias tidak stabil. Begitu mendengar pembahasan itu, gue yang tadinya nonton TV sambil tidur langsung terbangun dan mendekat. Semacam ada semangat lebih untuk menaikkan harta martabat Negara dan tentu martabat warganya, salah satunya gue sendiri, terhadap Negara lain, terutama Negara Australia. Makanya pada saat Pak Jokowi bilang tentang ‘wibawa’ dalam bahasan ini, gue langsung teriak “yes yes yes…” sambil bertepuk tangan sorak sorai di depan TV, padahal gue sedang tidak nonton bola. Sukseslah istri gue tepok jidat sambil senyum tengil yang dibarengi oleh geleng-geleng kepalanya.

Gue sadar. Reaksi gue mendengar hubungan dengan Australia tersebut, mungkin dampak dari perjalanan berkarir gue di 9 tahun terakhir ini; pindah kerja ke mana-pun, selalu ketemu dan berurusan dengan bule-bule Australia, yang membuat gue dan teman-teman Nasional lainnya mem-pertanyakan kemerdekaan kita sendiri. “Sudah mereka kah kita ini?” Miris.

Continue reading

Maaf yang (tak) Terlupakan

Satu hal yang gak menyenangkan dalam sebuah kesalahan bagi pelaku salah, adalah ‘kepikiran’. Terngiang. Mengganjal dengan terjal. Dalam kasus tertentu, hal itu akan terus terjadi sampe mendapatkan sebuah kata ‘maaf’. Kata yang mudah dilafalkan tapi sulit untuk ‘diucapkan’. Mahal, cyin 🙂

Gw yang juga manusia (cowok) super ganteng, tentu tak luput dari salah dan khilaf. Pastinya mengalami hal itu. Bukan hanya sekali, lebih. 69 kali mungkin iya. Entahlah. Males ngitung juga.

Salah satu kejadian (salah) yang sangat cukup sulit untuk gw lupain adalah kisah mimpi basah berdarah-darah, penuh dengan makian serta kebencian. Kejadian yang terus terngiang dari sebelas tahun yang lalu hingga kemarin. Masa-masa dimana gw masih mengenakan seragam putih abu-abu dengan unyu-nya.

Ceritanya, waktu awal-awal masuk kelas Tiga SMA, gw mendapat rejeki sekaligus kesialan duren runtuh. Mimpi basah dengan salah seorang siswi, temen sekelas. Si imut dengan rambut lurus sebahu, kulit putih mulus, bibir tipis membaluti lidahnya yang cadel. Sebut saja namanya Tukinem (Asli nama samaran). Esok paginya gw bilang sama si Tukinem yang menjadi pasangan hot gw dalam mimpi basah gw itu.

“Nem, aku semalam mimpiin kamu loh” Cerita gw selewat, hanya sekedar ngasihtau basa-basi sambil garuk pantat yang terkadang berbau terasi.

“Emang mimpi apaan? Ceritaiiiinnn!!!” Tukinem menghentikan langkah gontainya, kemudian berbalik badan dengan tangan di pinggang dan dada sedikit ditonjolin.

“Jangan bikin penasaran deh!” Lanjutnya.

Owh ok! Salah nih gw. Kirain akan cuek dengan cerita gak penting itu. Malah penasaran pengen menerjam gw dengan sejuta hasrat. Panjang nih urusannya.

Errrr…Bingung sendiri gw dibuatnya. Gak mungkin kan gw bilang semalam tidur sama dia sampe mendesah basah. Arggghhh....Sial!!! Tau gitu diem aja deh.

Dikit dikit nanya. Bentar bentar nanya. Sampe jam istrahat masih juga nanya.

Ok ok “Semalam aku mimpi basah sama kamu” *hening* *mukannya memerah gerah*

DHUARRR…..”DASAR COWOK KURANG AJAR. SAMA TEMEN SENDIRI BEGITUAN. BENCIIII….AKU BENCI SAMA KAMU, ZIA!!!”. Lah????!!!

Langit langit kelas mendadak mendung, kemudian hujan batu *yang ini bohong*

Semenjak saat itu dia gak mau ngomong sama gw. Ngeliat muka gw aja muak. Kalo papasan, dia menghindar. Seakan akan dia berpapasan dengan truk penyedot tinja. Sampe lulus sekolah, gw gak juga dimaafkan atas kesalahan yang sebenarnya gak salah itu.

Kuliah. Lulus. Pulang Kampung. Gak ketemu lagi sama dia. Entah dimana keberadaannya. Rasa bersalah gw masih memberontak. Gw masih mengharapkan kata maaf. Kerja. Merantau kemana-mana. Pulang Kampung. Diem diem nyari tau keberadaannya dia lagi. Gak ketemu juga.

Sampe kemarin sebelum berangkat ke Jakarta (lagi) gw dapet kabar, dia tinggal di daerah ujung Timur Kota Bima. Iseng gw ajakin temen SMA, nemenin kesana. Ketemu! Yeaaahhhh……akhirnya ketemu juga! Agak deg-degan sih, takut dikira macem-macem sama suaminya. Mana muka suaminya sangar pula. Alasannya apa yah? Taraaa…..alasan mau ngajakin reunian. Padahal bohongan. Untung dia bilang gak bisa ikutan reunian. Karena lagi banyak urusan. Hahahahasek!

Dia udah gak secantik dulu. Agak iteman. Kurus. Mukanya lebih tua dari umurnya. Wajar, anaknya udah dua. KHAKH!!!

Ternyata dia udah lupa dengan masalah mimpi basah penuh kebencian dulu. Seakan gak pernah terjadi apa-apa. Gw-nya aja yang lebay masih kepikiran dan merasa bersalah segitu lamanya. Cih! ~ Ah, gapapa. Yang penting gw udah lega. Itu artinya dia udah maafin gw, tiada dendam. Dan satu pelajaran berharga buat gw, jangan sembarangan ceritain mimpi basah ke temen cewek.

Yang penting lagi, kisah tragis tentang mimpi basah gw gak se-tragis sepasang kekasih yang berantem karena cowoknya mimpi basah dengan wanita lain. Ceweknya gak rela cowoknya dengan wanita lain, walaupun hanya dalam mimpi. Ada tuh temen gw yang kayak gitu. PARAH BANGET SIH, KALIAAANNN???!!!

Ada yang pernah mengalami hal serupa??? …..

Turut Berduka Cyiiinnn…

HAH?! Siapa yang meninggal? Gw. Iya, gw sudah (pernah) meninggal. Cukup pernah merasakan, gak usah dirasakan lagi sebelum datang waktunya. Sebelum merasakan nikmatnya surga dunia yang lebih sempurna.

Semalam gw mimpi, entah buruk entah bagus. Entahlah. Yang jelas, gw mimpi meninggal. Sehari sebelum meninggal, gw salamin satu persatu orang tua gw, kakak adik gw, keluarga, kerabat, dan sahabat. Tiap gw salaman, selalu meneteskan air mata. Lebih-lebih ketika gw sungkeman sama Babe, bener-bener tangisannya itu dalam banget. Deja Vu.

Tapi gw gak ngeliat Emak. “Emak dimana emak?”. Aaaakkk….Emak aja gak datang di mimpi gw, apalagi calon Emak buat anak-anak gw *Fokus Zia, Fokus!* ~

Setelah semuanya udah gw salamin. Tiba saatnya gw meninggal. DHUAR…..hanya gw sendiri yang kaget. Lainnya gak ada yang heboh dengan kepergian gw. Biasa biasa saja. Bahkan terdengar banyak tawa di sekeliling. Tawa yang menggambarkan tak ada sedikitpun kesedihan, rasa kehilangan.

Well. Di adegan ini, cukup memprihatinkan bagi gw. Setelah dimandiin, kemudian dikafanin dengan iketan pocong modern. Agak gaul bolong bolong gitulah model balutan kafannya.

“Udah…udah wangi. Udah cakep. Udah bagus pakaiannya”, begitu terdengar suara dari salah satu keluarga gw. Kemudian gw disuruh jalan sendiri ke pemakaman, duluan. Lainnya ngikut dari belakang. KEMATIAN MACAM APA INI??? #jengjeng #colekmalaikat #protes #ditimpuksebelumprotesselesai

Masih terdengar juga tawaan orang orang di belakang gw sepanjang perjalanan menuju tanah pemakaman. Gw gak terima. Gak suka diperlakukan seperti itu. Gw teriak, “CUKUP CUKUP! SAYA MEMILIH UNTUK TIDAK MATI AJA KALO BEGINI CARANYA”. *Alam semesta mendadak hening*. Gw copotin balutan kafan, walaupun sudah dibikin se-modern mungkin. Pulang ke rumah dengan lari lari kecil manja. Kemudian bangun, tersadar!

Suara Adzan Subuh langsung terdengar di telinga. Alhamdulillah….Gw masih hidup beneran. Masih diberi kesempatan mendengarkan panggilan Adzan Subuh.

Tapi sampe sekarang masih (terkadang) kepikiran dengan mimpi tadi malam itu. Sampe iseng menuliskannya disini (penting gak sih gw). Masa iya orang-orang lebih seneng gw gak ada daripada gw ada? Masa iya Emak gw gak sedih, bahkan gak ada di hari-hari terakhir gw?!

Okelah. Apapun mimpinya, apapun ceritanya, apapun bentuk kematiannya yang semu, yang penting blog ini jangan sampe mati dulu. Gw gak mau denger kalimat, “Turut Berduka Cyiiinnn…”. Bosen juga dibilang banyak jamur dan rerumputan disini. Bosen ditanyain “kapan kawin nulis blog lagi”. Apalagi  ada yang bilang Blogger Murtad *Lah?!!!*

Semoga mimpi aneh semalam adalah pertanda baik buat gw. Baik buat Emak Babe yang tiap hari merindukan anaknya yang paling ganteng ini. Awal yang baik untuk mengawali bulan Oktober ini, hingga seterusnya. Baik dalam Beragama, karir, hobi, kehidupan sosial, dan hubungan asmara 😀

Apa mimpi basah mu semalam, Jendral???