Category Archives: Perjalanan

Tips Kemudahan Buang Air Besar di Pesawat

INI ADALAH TIPS PALING SPEKTAKULER SEPANJANG SEJARAH KEHIDUPAN MANUSIA

Ketika perutmu mulas dan ampas tak beraroma baik itu berasa di ujung penyemburan, bagaimana perasaanmu ketika itu terjadi di pesawat?

Mari berbagi cerita dan berbagi tips di sini.

Sebelumnya saya tidak pernah kepikiran untuk buang air besar di pesawat, bukan karena tampak ribet, tetapi memang tidak terpikirkan. Semacam menganggap toilet pesawat itu hanya layak untuk buang air kecil. Sebulan terakhir, entah mengapa terpikirkan: “kalau kebelet di pesawat, gimana beol dan ceboknya ya?” tanya saya dalam hati. “Gak usah dipikir keleus!” jawab saya dalam hati.

Berawal dari pikiran yang entah dari mana itu, kurang dari sebulan kemudian kejadianlah. Perut saya mulas tak karuan. Kesungkanan untuk bertanya pun saya tepis. “Kalau mau BAB, cara ngebersihinnya selain pakai tissue gimana ya?” tanya saya ke pramugari. “Pakai ini saja”, jawab pramugari sambil menyodorkan gelas sekali pakai.

Awalnya sempat bingung, ngeuh-nya pas dibilangin manfaatin wastafel. Gelas tadi adalah pengganti gayung.

Singkat cerita, lega lah seorang saya yang berhasil buang air besar di bilik toilet pesawat yang amat sempit itu berkat 5 tips paling spektakuler di bawah ini:
1. Pelorotin celana sambil tersenyum
2. Ngeden tanpa ragu, tetap jaga pose
3. Kalau ada tanda-tanda akan ada bunyi BROT menggelegar, pura-pura batuk saja atau tekan flush supaya gak tengsin sama pramugari yang lagi ngobrol di belakang
4. Sambil ngeden, tekan keran air dengan posisi saluran wastafel tertutup, sampai penuh
5. Arahkan gelas yang terisi air ke ***** secara perlahan, jangan ke mulut. Beres deh

Kekhawatiran terhadap kekuatan sedotan angin kloset pun terjawab sudah, ternyata galak di suaranya saja. Kan repot kalau pas diflush, anus kita kesedot keluar, semacam ambeyen level wahid. Ternyata tidak demikian.

Suara sedotan angin kloset itu tak ubahnya preman pasar yang takut sama jarum suntik. Tampak sangar, tetapi aslinya lemah!

Sebagai bukti valid bahwa kekuatan angin kloset itu tidak ada apa-apanya, saya cek dengan teliti, bahwa tidak ada sehelai bulu pun yang mampu ia rontokkan. Bersih. Tidak ada jejak.¬†ūüėĀ

Malu-Malu Yang Tak Kucing Lagi

Saya punya guru keluarga baru, namanya Asep. Saya bertemu tidak sengaja dengannya, di perjalanan panjang penuh tantangan. Dia belum berkeluarga, tetapi dia punya segudang ilmu cinta tentang keluarga.  Tentu, nasib bertemu dengannya adalah keberuntungan buat saya.

Pertengahan November 2017 saya ada tugas ke salah satu Tambang Batu-Bara di daerah Tabang, Kutai Kartanegara‚ÄĒsekira sebelas jam perjalanan dari Balikpapan‚ÄĒmelewati Samarinda, Tenggarong, dan Kota Bangun. Sepulang dari sana lah saya bertemu dengan Asep. Continue reading

Hidup dan Mati Bersama

Ketika tak ada lagi usaha yang dapat kau lakukan dengan tanganmu, maka serahkan segala sesuatu sepenuhnya pada tuhan. Lewat. Doa.

Tanggal 23 Juni 2017 merupakan pengalaman mendebarkan buat saya dan¬†Ifat¬†dan Alastair, seakan-akan diingatkan “hiduplah bersama-sama dengan sebaik-baiknya karena kalian telah diberi kesempatan untuk itu.” Continue reading

The Power of Keberuntungan

“Mohon maaf seat pesawatnya penuh, Pak,” kata petugas di counter check in Garuda sedikit gugup. “Saya antar ke kantor customer service ya, Pak, untuk bantu menjelaskan permasalahannya.”¬†Saya melempar senyum, berjalan gegas namun tenang. Tak ingin menjadi bagian dari masalah, saya menunjukan sikap biasa yang tak sedikitpun menggambarkan kekesalan. “Tuhan tahu apa yang terbaik buat hambaNya,” kata saya dalam hati. Continue reading

Mengenal Adaro Lebih Dekat

Gema suara petugas bandara begitu merdu meski tak saya kenali, menginstruksikan kepada para penumpang yang akan menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Kalimantan Selatan untuk segera menaiki pesawat melalui pintu 21. Bagian kecil kepala saya berkata, kok semacam disuruh masuk pintu theater bioskop ya? Waktu menunjukan pukul 19:30 WIB, mata saya sudah kantuk tak tertahankan. Itu pula yang membuat saya kegirangan dengan suara merdu tadi, serasa akan menuju kasur menikmati tidur pelepas lelah setelah seharian meeting serius di kantor Bintaro tanpa makan siang sebab sedang bulan Ramadan. Buka puasa yang buru-buru di Bandara Soekarno-Hatta pun menambah porsi ngantuk karena sedikit menyunyah banyak menelan dengan jumlah makanan yang tak sedikit. Begitu menempelkan pantat di bangku pesawat, saya langsung menyerahkan diri pada¬†putri tidur¬†dan pulas begitu saja. Mimpi demi mimpi saling tumpang tindih berebut tayang di alam tak nyata seorang saya, sampai-sampai saya bingung–sebenarnya, saya sedang bermimpi apa dan di mana? Setelah kelelahan menghadapi kebingungan di dalam mimpi, saya terbangun, mendapati pesawat¬†sudah¬†berhenti dan ruang kabin begitu terang dan nyata. “Ya Allah sudah nyampe di Banjar, cepat banget ya kalau tidur pulas begini,” ¬†kata saya kepada punggung bangku depan. Saya mengucek mata, sedikit banyak bingung melihat semua penumpang lain tak ada yang beranjak dari tempat duduknya. Saya mengecek jam, ya, sudah waktu tibanya saya di Banjarmasin. Apakah orang-orang begitu lelah menjalani puasa hari ke dua puluhnya sehingga pada enggan membangkitkan diri? Ada yang aneh. Selidik punya selidik, ternyata pesawatnya masih nyangkut di Bandara Soekarno-Hatta, karena cuaca sedang tidak baik dan jalur penerbangan hanya dibuka satu, sehingga sejumlah banyak pesawat harus mengantri lama. Continue reading

Semarang ‘Banjir’ Hiburan

Semarang kaline banjir adalah suatu kalimat yang sudah hanyut ditelan perubahan besar-besaran, perbaikan berkesinambungan, dan upaya positif pemerintah dan masyarakat yang akhirnya kalimat tersebut terlupakan sekaligus tergantikan oleh wajah baru Kota Semarang yang kini lebih pantas disebut Semarang¬†banjir¬†hiburan. Sudah minim dijumpai banjir yang membabi buta. Tahun 2010 lalu, saya beberapa kali mengunjungi kota surga kuliner ini–mengantar adik yang mau masuk kuliah di UDINUS. Tahun 2015 saya ke sana lagi dalam rangka si adik wisuda. Bila saya membandingkan kunjungan terdahulu saya dengan kunjungan ke Kota Semarang pada tanggal 5-7 Mei 2017, sangat jauh berbeda pemandangan yang disajikan di setiap sudut kota hingga daerah pinggir. Jika diibaratkan¬†pertumbuhan seorang perempuan, perubahannya tuh seperti gadis remaja yang beranjak¬†dewasa, di mana aura cantiknya sudah muncul memancing mata untuk melirik genit.¬†“Gokil nih perubahan kota,” kata saya dalam hati. Continue reading

Baby Traveler Seakan-akan

Saya tidak mau bilang kalau Alastair itu masuk golongan Baby Traveler, karena saya bukanlah traveler. Istri juga bukanlah traveler meski dulu dia tukang jalan. Belakangan kami tidak terlalu banyak jalan-jalan. Kalau nanti, bisalah lebih sering lagi. Kami hanyalah tukang putar-keliling dalam kota yang tingkat keseringannya per-minggu melebihi jumlah film Indonesia yang diperankan oleh Reza Rahadian. Continue reading

Oleh-Oleh Dari Kalimantan Selatan

zia-banjar

Dari Kintap, terus, putar balik di Pasar Sungai Danau, lurus sedikit, kemudian belok kiri, terus lagi sampai melewati sekolah dasar, belok kanan, kemudian belok kanan lagi, berhenti di bawah pohon cherry liar atau kersen. Berasa sedang menyamar menjadi kepala daerah yang doyan blusukan, padahal saya dan tim sedang mencari rumah katering untuk melakukan penilaian semesteran.  Continue reading

Menerangi Senyum Indonesia

listrik-nasional

Sedang asik menonton film lewat pemutar DVD, saya dikejutkan oleh lampu ruang tamu yang seketika terang benderang tak wajar. Saya tidak bisa menahan mata untuk tidak spontan melempar pandangan ke arah lampu. Baru dua kali saya berkedip, ruangan seketika menjadi gelap gulita. Belum selesai saya mengeluhkan mati lampu, tiba-tiba lampu menyala kembali dengan terang yang masih tak wajar, dan…¬†praaaaaaaaak! ¬† Continue reading

Lelaki Ganteng dan Tas Cantik Dalam Jinjingannya

Lelaki itu melakukan perjalanan jauh dari tengah indonesia menuju timur indonesia, untuk suatu pekerjaan yang gak penting-penting amat, selama 5 hari. Tak banyak barang yang dibawanya. Hanya dua tas: satu tas punggung berisikan laptop dan satu tas bibir berisikan pakaian, perlengkapan mandi dan tiga lembar celana dalam. Jumlah daleman sedikit itu menyebabkan ia mendapat surat cinta dari tukang laundry.

Blog

Continue reading