Category Archives: Personal

Dongeng Kehidupan

Dongeng sebelum tidur…ceritakan yang indah biar ku terlelap~ dongeng sebelum tidur…mimpikan diriku mimpikan yang indah…~

Gue suka lantunan ‘dongeng sebelum tidur’ bukan karena masa kecil gue dipenuhi dengan dongeng-dongeng setiap akan tidur. Lagu itu hanya membantu daya imajinasi gue dalam merasakan betapa indahnya masa kecil yang setiap hari didongengin, ditugguin tidurnya, dibangunin tanpa meributkan petunjuk waktu. Itu, yang membuat gue jatuh cinta pada lagunya Wayang itu.

Bahkan gue mampu mengingat berulang kali kalau gue berada di tengah keluarga bahagia, cemara nan ceria, berkecukupan. Ya. Orang tua gue tidak bercerai, mereka menunjukkan kepada kami betapa harmonisnya hubungan kedua orang tua gue, betapa mereka memberikan kasih sayang luar biasa kepada kami anak-ananknya. Mereka hidup dalam cinta, selama-lamanya.

Continue reading

Tips: Cara Menghilangkan Migrain Tanpa Obat

Usai makan siang, bukannya kembali segar untuk melanjutkan tumpukan pekerjaan yang mendadak agak sulit dibedakan tingkat prioritasnya (semua-semua urgent, semua-semua prioritas satu),  justru kepala sebelah kiri kumat sakitnya. Entah disebabkan oleh apa, gue males juga mencari asal muasalnya. Gak penting.

Menurut gue.

Oh ya, migrain itu apakah selalu sakit di sebelah kiri atau kanan juga? Jika sebelah saja, apakah ada hubungannya dengan kidal dan non kidal? Gue kidal. Migrain gue selalu di sebelah kiri.

Continue reading

Menjelang Sewindu; Karya-Karya Valiant Budi Yogi

Sebenarnya gue pengen nulis tentang karya-karya seorang Valiant Budi adalah ketika dia genap satu dekade berkarya, atau minimal sewindu. Ah, tapi itu lama sekali, harus menunggu setahun lagi. Keburu gue jadi kakek-kakek yang tak sanggup lagi mengetik panjang dan memiliki kata segudang keranjang.

Tujuh tahun sudah Bang Valiant menjalani karir menulis. Jika diibaratkan bekerja di sebuah perusahaan, dan itu sky rabbit cabang Arab, tentu itu adalah waktu yang teramat panjang. Haha.

Gue salut dengan karya-karyanya Bang Valiant, karena di setiap buku yang dikeluarin selalu memiliki warna yang berbeda-beda. Bukan sebuah karya monoton yang begitu-begitu saja. Yang menarik adalah cara dia menyikapi masalah yang ada di dalam cerita, baik fiksi maupun non fiksi, selalu dengan cara yang memaksa bibir harus merekahkan senyum-tawa walaupun kisahnya tragis, yang seharusnya ditanggapi dengan derai air mata dan perut mengembang-kempis.

Continue reading

Proses Perekrutan Pasangan

“Sesungguhnya pekerjaan dan hubungan-cinta memiliki keterkaitan yang kuat. Pekerjaan cocok-cocokan, rejeki-rejekian. Pekerjaan kadang nyaman, kadang tidak. Kadang suka sama nyaman-nya saja, kadang suka sama gajinya saja. Cinta? Cocok-cocokan, jodoh-jodohan. Kadang hubungan itu nyaman, kadang tidak. Kadang bahagia dengan kenyamanan yang diberikan pasangan, kadang bahagia dengan janji manis semata. Mendapatkan… lalu berpisah… atau mendapatkan, hingga akhir.”  

Continue reading

Kidal di Mata Kanan

zacky - A7X

Ada salah satu hal yang gak begitu gue suka dari pandangan budaya timur,yaitu menganggap kaum kidal kurang baik. Mentang-mentang tangan kiri hampir tiap hari dipake cebok, menyentuh lobang pantat, dan ya, menyatu dengan sisa kotoran. Tapi heiii… tahukah kalian, kami kaum kidal kalo cebok selalu pake sarung tangan medis (latex) khusus yang tipisnya serupa kondom, biar sensitifitasnya masih ada. Air buat cebok pun pake air bersih dua kali penyaringan. Kalo dua hal itu gak ada, kami rela tahan gak boker sampe Marshanda mengurungkan niat untuk membatalkan gugat cerainya sama Ben. Seperti itulah gambaran kami, kaum kidal, penganut higienisme garis keras.  Continue reading