Category Archives: Random

Model Gagal Kena Kutukan!

Sebenarnya gue pengin malu menampilkan (lagi) foto-foto di bawah ini, karena sepertinya gue memang punya malu. Tapi kadarnya sedikit. Tapi malu ya malu. Tapi gak malu-malu amat sih. Tapi malu. Tapi….somebody stop me, please.

Foto hasil jepretan Agus Hafi yang dia share 4 tahun lalu itu tiba-tiba dimunculkan oleh fitur memorinya facebook–sontak gue bilang, “ini kekhilafan masa lalu!”

FB_IMG_1461218921586 Continue reading

Tips: Menghindari Penipuan Lowongan Kerja

Ketika kau menemukan tips di laman blog ini, itu artinya keajaiban sedang terjadi. Sebab keajaiban adalah hal yang jarang-jarang dijumpai. Begitu juga dengan kesialan. Saya menulis ini karena hal terakhir, dialami orang terdekat saya.

Baru-baru ini kawan saya dan adik saya hampir kena tipu panggilan wawancara kerja yang kurang lebih menggunakan modus serupa. Bedanya, kawan saya dipanggil dari Nusa Tenggara Barat ke Sangatta, Kalimantan Timur, sementara adik saya dari Balikpapan ke Jakarta.

Tidak sulit saya membuktikan kecurigaan bahwa itu adalah penipuan. Saya cek di alamat email; hrd@vico.zz.vc dan pt.indofoodtbk@yandex.com. Itu adalah alamat email kampret! Continue reading

Asumsi vs Anak Kecil

Guru terbaik mengajarkan kita tentang cara hidup dari tidak tahu menjadi tahu, dari kesalahan menjadi pelajaran untuk diperbaiki selanjutnya, sekaligus dari sedikit tahu menjadi sok tahu: yang terakhir adalah jebakan yang membuat seseorang suka berasumsi dan berpikiran sempit. Orang menyebut guru terbaik tersebut adalah pengalaman.

Saya tergelitik dengan asumsi dan keangkuhan ego yang lahir dari pengalaman. Continue reading

Memilih Untuk ‘Tidak Memilih’

Pernah sekali waktu saya bercita-cita menjadi supir bemo (sebutan angkot di kampung saya), sekira sembilan bulan sebelum saya lulus SMA. Sebagai bekal cita-cita, saya menjadi kondektur pengganti–setiap akhir pekan. Biasanya menggantikan kondektur yang ada janji kencan dengan pacar atau gebetannya.

Saya begitu menikmati profesi sebagai kondektur bemo, sampai di weekdays-pun saya tidak menolak kalau ada tawaran menggantikan. Demi cita-cita, saya melakukan apa saja, tak terkecuali bolos sekolah. Untuk apa saya punya nilai bagus dan menjadi lulusan terbaik, kalau sebatas menjadi supir tak bisa saya raih? Percuma. Continue reading

Barisan Para Mantan

Sore di suatu hari di suatu tempat, hilanglah kartu-kartu dan surat penting beserta beberapa lembar uang merah karena dompet hilang. Dompet hilang karena tas hilang. Tas hilang karena ada maling yang mengambil di samping, ketika shalat ashar berjamaah, di sebuah mesjid, yang menurut keterangan polisi–sering ada laporan kehilangna dari tempat tersebut. Tak disangka kalo kejadian ini ada kaitannya dengan mantan! Continue reading

Tuhan – Aneh?

Setelah usianya menginjak 42 tahun, Tuhan akhirnya ramai diberitakan dan dibicarakan di media sosial.

Awalnya saya melihat KTP Tuhan dari linimasa seorang teman, kemudian saya retweet dan mendapat tanggapan–yang pasti, dipertanyakan keasliannya. Saya pun bertanya demikian. Lalu, muncul-lah tanggapan dari beberapa teman lainnya, dengan melampirkan tautan berita dari detik dan kompas. Ya, ternyata Tuhan itu adalah nama seseorang, benar adanya. Ia lahir dan besar  di Banyuwangi, Jawa Timur.  Continue reading

Koran Lebaran dan Dosa-Dosa

Percuma beramai-ramai mengumandangkan kembali fitrah di hari lebaran, kalau sedikit lembar koran saja tak bisa dipungut kembali untuk dibuang ke tempat yang seharusnya. Apa susahnya, Men?

Lebaran di area terbuka yang berlantaikan tanah dengan sedikit rerumputan tak terawat berujung pada penuhnya koran-koran bekas yang mendadak ‘berharga’. Saya membeli koran bekas untuk alas sajadah senilai dua ribu rupiah–untuk 8 halaman atau 4 lembar koran kadaluarsa. Jauh lebih mahal dari harga barunya. Itu di Balikpapan. Continue reading

Anakmu Sudah Bisa Apa?!

 

Pertanyaan-pertanyaan sejenis, gak akan pernah habis. Dari tingkat pertanyaan yang paling dasar “mana pacarnya?”, hingga tingkat lanjutan yang ada-ada saja. Ada dan tidak adanya jawaban, sesuai dan tidaknya jawaban, ada saja pertanyaan lanjutannya.

Bikin kesal? Bisa ya, bisa tidak. Tergantung bagaimana kita menanggapinya. Ada yang menganggap itu sekadar basa-basi, tak banyak juga yang menanggapinya serius. Menilai apakah pertanyaannya patut ditanggapi (agak) serius atau tidak, itu penting. Jika dirasa pertanyaannya basa-basi, tanggapi saja sepintas lalu, atau tak perlu menanggapinya. Cukup disenyumin.

Mari kita runut tingkatan pertanyaan-pertanyaannya, sekaligus mensimulasikan jawaban dan kemungkinan tanggapannya; Continue reading

Lagu Penuh Inspirasi: Satu Dua Tiga Sayang Semuanya…

Lagu anak-anak yang sekaligus menjadi lagu orang dewasa tukang selingkuh >> “satu dua tiga sayang semuanya….”

Puncak kemarau yang menjadi saksi kegagalan gue pulang kampung memancing otak gue untuk mengomentari lagu Satu Dua Tiga… Ya, masuk akal. Akal gue pastinya. Tukang selingkuh kan gitu, semua semua disayang. Komentar pendek di atas menjadi status twitter gue beberapa waktu lalu. Tepatnya, waktu dua hari gue gak mandi karena ngirit air. Continue reading

Ngeden dan Nguping di Toliet

Suara 1: “Bro, tumben DP BBM kamu pasang foto istri? Seumur-umur gak pernah loh. Lagi kesambet apa emangnya? Atau jangan-jangan modus karena semalam gak dapat jatah?”

Suara 2: “Lagi dimarahin…hahahaha!”

Gue yang tadinya berjuang keras, ngeden mengeluarkan sisa-sisa makanan yang ikutan dikutuk seperti Malin Kundang, seketika gue ngakak geli di dalam bilik kloset–dari pose super jelek jadi pose ganteng biasa. Baru nyadar, kalo terkadang menguping itu bisa menaikkan level kegantengan. Terimakasih kotoran… Continue reading