Category Archives: Undang-Undang

Revolusi Mental Pertambangan Indonesia

gambar dari sini

Banyak saya jumpai di berbagai tempat kerja; orang yang nurut, patuh, rajin, justru semakin diperas tenaga dan pikirannya dalam konteks cenderung direpotkan. Sementara yang punya perilaku kerja sebaliknya, lebih banyak santainya karena dibungkus dengan kalimat “capek ngurusin orang yang kayak gitu, biarin saja.” Saya yakin orang-orang yang punya pernyataan demikian bertolak belakang dengan hatinya, pasti pengin mengubah etos kerja timnya yang kurang berprestasi, pasti pengin melakukan sesuatu tetapi bingung mengambil sikap yang tepat. Ini masalah mental. Pembiaran akan hal seperti itu memicu penularan penyakit malas kerja, “Ah, ngapain terlalu rajin, si itu aja kerja males-malesan tetap digaji sama.” Lalu harapan kemajuan apa yang ingin dicapai dengan pembiaran mental demikian? Continue reading

Lingkaran Setan (Tambang) Mineral Logam

sumber gambar: www.esdm.go.id

Kehebohan isu tarik ulur kelonggaran sekaligus larangan mengekspor mineral mentah antara pemerintah dan pihak perusahaan pertambangan, semacam menonton dua wanita muda berkelahi di depan kelas merebut buku berharga–saling menarik sekuat tenaga tetapi sama-sama tidak menginginkan buku tersebut sampai robek. Kalau pemerintah terlalu saklek mengenai pelarangan ekspor mineral mentah selalu muncul ancaman kekhawatiran berupa operasi pertambangan terhenti yang berdampak pada terganggunnya stabilitas ekonomi daerah setempat hingga nasional dan kekhawatiran terlalu banyaknya jumlah tenaga kerja yang bakal mengalami pemutusan hubungan kerja. Haruskah kita terus khawatir seperti itu? Tidakkah berlebihan jika kekhawatiran demikian terus terjadi? Haruskah kekhawatiran melemahkan Undang-Undang yang mengatur peningkatan nilai mineral dalam negeri? Haruskah kita terus berada di dalam lingkaran setan ini? Haruskah saya menulis berlembar-lembar, isinya hanya pertanyaan? Oke, cukup.
Continue reading

Pemurnian Mineral Dalam Negeri, Jangan Dikasih Kendor!

process-plant-pt-amman-mineral

Setelah diadakannya siaran pers pada tanggal 2 November 2016 lalu, banyak seliweran berita tentang perubahan nama tambang emas-tembaga bergengsi yang beroperasi di Sumbawa Barat–dari PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) resmi menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT)–setelah tambang tersebut beroperasi penuh selama enam belas tahun terakhir. Lalu saya melempar jokes ini ke salah satu kawan, “Tambang Batu Hijau saja sudah berganti nama berganti pemilik, sementara kamu masih sibuk dengan hatimu mencari pemilik baru setelah ditinggal mantan selagi sayang-sayangnya?” Lalu si kawan itu melempar balik kata Setan dengan mulutnya persis di depan hidung saya. Continue reading

Angin Segar Bagi Dunia Pertambangan

alat-berat-tambang

Pemandangan alat berat tambang parkir nganggur berjejer panjang lebar begini mudah dijumpai di banyak tempat , terutama di seputaran Kalimantan pada akhir 2014 hingga awal 2016. Kondisi tersebut merupakan dampak dari krisis berkepanjangan–harga komoditas batu-bara, meniral, minyak & gas yang merosot sesuka hati. Namun, beberapa bulan terakhir ini muncul angin segar yang mengantarkan harga komoditas merangkak naik meskipun belum mencapai harga semewah tahun 2011-2012. Continue reading

Kabinet Baru, Harapan Baru

offshore

Seperti sekumpulan awan yang sedang bergerak menuju satu titik temu lalu menuai mendung yang akhirnya menghasilkan hujan, seperti itulah saya melihat pergerakan sektor pertambangan mineral dan batu-bara belakangan ini. Terkadang khawatir dengan semakin merosotnya nilai komoditas, namun saya berharap yang turun adalah hujan rahmat, bukan hujan badai. Meski ada kekhawatiran, optimisme masih lebih kuat, karena saya melihat semacam ada rencana besar dari pemerintah yang belum begitu dimunculkan secara gamblang ke publik terkait dengan pemaksimalan sumber daya alam berupa mineral dalam negeri. Continue reading

Pajak Bersajak: Mempertahankan Kepentingan Nasional Republik Indonesia

pajak

“Berkenaan dengan telah diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 101/PMK.010/2016 tanggal 27 Juni 2016 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PMK-101/2016), dengan ini kami sampaikan besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Untuk menghitung Pajak Penghasilan Karyawan dan Perorangan Tahun Pajak 2016 mengalami penyesuaian seperti di tabel terlampir. Ketentuan mengenai penyesuaian besarnya PTKP tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2016. Oleh karena itu akan ada penyesuaian perhitungan PPh21 Masa Januari sampai dengan Juni 2016 yang menyebabkan lebih bayar. Kelebihan pembayaran pajak ini akan dikompensasikan ke perhitungan PPh21 Masa Juli 2016 pada saat pembayaran gaji periode Juli 2016.” Saya kegirangan ketika mendapat blast email berupa memo tersebut dari kantor pusat. Gajian (tambahan) akhir bulan Juli kemarin berasa seperti karyawan yang baru mendapat promosi jabatan, nilainya lumayan, bisa buat beli rambak untuk makan siang selama setahun bahkan lebih.  Continue reading

ESDM: Harus Konsisten, Bukan ‘Seharusnya’ Konsisten

32Tambang

gambar dari: http://sinarharapan.co/

Pada 28 Januari 2016 lalu, izin ekspor konsentrat PT. Freeport Indonesia (PTFI) kadaluarsa, setelah ekspor bahan mentah bisa mereka jalankan selama 6 bulan terakhir dengan syarat khusus. Nasib PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) sepertinya kurang lebih sama saja. Bahkan operasional PTNNT sekarang jauh lebih woles, kabarnya.

Baru-baru ini PTFI mengirimkan surat permohonan perpanjangan izin ekspor kepada pemerintah, yang kemudian pemerintah mengirim balik surat respon dengan syarat-syarat khusus yang lebih diperketat lagi. Salah dua dari syarat yang harus dipenuhi oleh PTFI tersebut adalah:

– Membayar bea keluar (BK) sebesar 5%, dan

– Men-deposit-kan uang senilai US$ 530 juta. Continue reading

Menatap Jauh Masa Depan

smelter
sumber gambar: di sini

Sejauh ini saya—yang tampang menawan ini—masih melihat sisi kegigihan pemerintah dalam meneruskan semangat pemurnian mineral mentah dalam negeri, mengembangkan strategi ekonomi untuk mendapatkan sebanyak mungkin investor baru, dan sistem peningkatan sumber daya manusia. Meskipun terkadang pemerintah juga menunjukkan keraguan di sisi tertentu dalam menyikapi banyaknya isu pertambangan yang harus ditangani, termasuk skala prioritas dalam membereskan sekelumit masalah di negeri ini. Manusiawi lah, yang penting tidak angkat tangan dan angkat mulut dengan kata menyerah. Continue reading

Pemurnian Harga Diri Bangsa

biggest-gold-mining-companies

“Jika engkau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tapi jika engkau ingin berjalan jauh, jalanlah bersama-sama. – Ratan Tata.”

Ya. Sektor pertambangan Indonesia terus menuai tantangan demi tantangan atas mimpi besarnya menjadikan negeri ini kaya sebagaimana mestinya. Masalah yang tak kunjung selesai adalah pemurnian bahan mentah dilakukan dalam negeri dengan pengharusan adanya smelter—pemerintah lewat aturan mineral dan batu-bara telah menegaskan proses hulu hingga hilir, namun tak sedikit pelaku usaha pertambangan yang masih saja mencoba mencari celah dengan berbagai alasan. Alasan-alasan yang muncul dari pengusaha tersebut, kalau tidak dicermati dengan teliti dari sudut pandang aturan dan kesejahteraan jangka panjang, memang logis, tetapi kalau dikembalikan pada aturan dan mimpi bangsa, sungguh tampak sebagai pembelaan diri belaka. Continue reading

Komitmen Adalah Kunci!

BIG_DIGGER_WIREFRAME

Memantau perkembangan tentang sektor pertambangan, membuat saya semakin gemas. Tepatnya, melotot dengan angka-angka uang yang terkumpul dan seharusnya terkumpul dari perusahaan-perusahaan pemegang surat izin usaha pertambambangan yang bisa dikatakan ‘nakal’–sekitar 4.654 pemegang izin usaha pertambangan, tidak memenuhi ketentuan pemerintah yang menjadi kewajibannya. Dalam hal ini, saya sampaikan bahwa ketentuan-ketentuan tersebut merupakan bagian dari apa yang diatur di Undang-Undang Minerba.

Setelah KPK dilibatkan dalam pemaksimalan transparansi semua pihak di sektor tambang, dana royalti dan iuran tetap dari berbagai perusahaan tambang tersebut sudah terkumpul lebih dari dua triliun rupiah. Itu awal tahun, sampai bulan ini pastinya bertambah. banyak. Perusahaan tambang yang belum bayar tunggakannya masih banyak, untuk daerah kalimantan saja, masih ada lebih dari dua triliun rupiah. Bagaimana dengan sumatera, jawa, sulawesi, irian, sumbawa, dan lain-lain? Pastinya masih banyak.  Continue reading