Kebaikan Yang Mengesankan

Sepanjang waktu ada saja hal-hal baik terjadi di sekitar kita, tinggal kitanya peka atau tidak mensyukurinya. Saya berasa harus menuliskan kalimat ini berulang kali, terus menerus, supaya ingat untuk lebih banyak  bersyukur. 

Berhubung masih awal-awal ramadan, jamaah Musholla sebelah masih penuh, bahkan tidak muat. Sampai-sampai sebagian banyak harus shalat di luar. Mudah-mudahan ramadan kali ini akan ramai hingga akhir.

Seorang bapak-bapak bertubuh besar diam-diam beranjak dari tempat duduknya di sebelah saya, mendekati kardus air mineral gelasan. Saya pikir dia akan mengambil satu dua gelas air minum di situ, jika isinya masih ada. Kebetulan kami sama-sama tidak kebagian tempat, sehingga harus shalat di luar, rasa gerah cukup terasa.

Bapak-bapak bertubuh besar kembali duduk, dan saya tidak menemukan air mineral gelas di  tangannya. Dia justru membawa serta kardus dalam posisi terbalik. Oh tidak ada isinya, pikir saya. Kemudian menyobek kardus tersebut menjadi beberapa potong. Lalu, salah satu potongan sobekan kardusnya diletakkan di persis di depan saya. Beliau melempar senyum, dan saya membalas senyum lewat kata terimakasih. Saya terkejut senang.

Rupanya Si Bapak-Bapak Bertubuh Besar mengambil kardus itu buat kenyamanan sujud, karena kami sama-sama tidak membawa sajadah dan sama-sama kebagian shalat di luar dengan lantai kasar. Meski itu sepotong kardus bekas, rasa kebaikannya begitu luar biasa.

Terimakasih, orang-orang baik.