Komitmen Para Penambang Besar Batu-Bara Dalam Program CSR

Dalam hal komunikasi tertulis, bukan hanya jenis dan warna font yang perlu dibagusin, yang paling penting adalah kata-kata itu sendiri. “Untuk apa pakaian dan dandanan bagus serta muka cantik/ganteng jika mulut tidak bisa dijaga?” Kira-kira analogi dalam bentuk lisannya demikian.

Itu status facebook saya tanggal 18 September 2015 lalu. Bukan tentang Corporate Social Responsibility alias CSR, tetapi tentang sindiran mengenai tampilan pencitraan manusia. Memang, CSR memiliki tujuan yang salah satunya adalah pembentukan citra perusahaan di mata publik atau di mata pihak eksternal, khususnya terhadap masyarakat sekitar area operasional. Sama-sama tentang citra—tapi saya berharap tidak ada program CSR perusahaan yang hanya mengejar pencitraan semata, melainkan murni karena tujuan kemuliaan sosial.

Mengutip kembali tulisan saya tentang para pemain besar batu bara pada awal Agustus lalu, bahwa mereka tidak hanya besar dari sisi produksi tetapi juga besar di program CSRnya. Bahkan, untuk menunjukkan komitmen akan program CSR ini, perusahaan-perusahaan harus mengeluarkan kebijakan tentang tanggung jawab sosial perusahaan yang ditandatangani oleh pimpinan tertinggi. Ya. Karena kewajiban.

Yuk Kita lihat satu persatu program CSR perusahaan yang saya maksud;

1. Berau Coal   Berau

Banyak desa-desa terpencil di Berau yang masih sangat membutuhkan fasilitas agar supaya proses kehidupan lebih lancar dan lebih modern. PT. Berau Coal cukup memahami kondisi tersebut, sehingga banyak program CSRnya yang mengarah ke pengadaan fasilitas umum.

 Dibangunkannya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi warga Meraang, pengadaan genset untuk kampung Long Lanuk dan Bena Baru, pemasangan jaringan Listrik PLN untuk kampung T Dayak dan Pegat Bukur. Dibuatkannya jalan tembus untuk beberapa kampung, jalan usaha tani, jembatan penghubung antar desa, saluran drainase, dan jalan lingkungan kampung. Pembangunan polindes, rumah pintar, asrama pelajar, sekolah TK, transportasi air untuk anak sekolah Bena Baru, Fasilitas pengeloaan air bersih, mesjid hingga balai Adat.

 Memang, fokus kegiatan CSR Berau Coal ditujukan pada empat pilar program yaitu pendidikan dan pengetahuan, kesehatan dan nutrisi, lingkungan dan budaya, kontribusi sosial dan ekonomi yang didukung program pembangunan infrastruktur sosial masyarakat.

2. Indo Tambang Raya Megah (ITM)    ITM

ITM juga kurang lebih sama dengan Berau Coal—punya fokus terhadap kesehatan, lingkungan dan pendidikan. Saya cukup tertarik dengan spesifikasi program pendidikan yang mereka bangun.

 Program Tambang untuk Anak. Program ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemahaman tentang seluk-beluk pertambangan batubara, untuk anak-anak pedesaan maupun perkotaan serta memperluas wawasan keilmuan mereka. Dimulai dengan penerbitan buku-cerita tentang batubara, dilanjutkan dengan kunjungan ke sekolah dasar untuk menguraikan isi buku melalui cara mendongeng, serta melakukan eksperimen dan permainan. Hasilnya nyata, anak-anak menyambut baik dan menjadi ‘sahabat tambang.’ Anak-anak juga diperkenalkan gagasan pelestarian lingkungan dan sumber daya energi yang ramah-lingkungan, hal tersebut mengembangkan kesadaran mereka tentang betapa mereka seharusnya bangga akan tanah air Indonesia yang subur dan kaya raya ini. Dengan cara ini, wawasan mereka tentang jalur karir di dunia pertambanganpun tertanam dengan baik.

 Ada juga program Volunteer Aksi yaitu program pengembangan untuk para guru dan relawan dalam pendidikan non formal yang bertujuan meningkatkan mutu pengajaran dalam memberikan pendidikan alternatif bagi siswa mereka melalui lokakarya dan seminar. Program ini dilengkapi dengan banyak alat peraga untuk memudahkan proses belajar mengajar.

 Yang terakhir adalah program Cerdas Ajar yang memiliki tujuan menyediakan sarana pelatihan kemampuan untuk guru sekolah dasar di berbagai tempat di Indonesia. Guru-guru SD dikembangkan untuk mampu mengajar secara kreatif guna mengakomodir kebutuhan generasi kekinian bahkan generasi mendatang.

3. Kideco Jaya Agung (KJA) kideco

 Setiap tahun PT. KJA terus menambah anggaran pembiayaan program CSR. Untuk tahun 2014 saja, anggaran untuk program Tanggung Jawa Sosial Perusahaannya mencapai Rp 51,2 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, sektor sosial kemasyarakatan, pendidikan, dan sektor kesehatan. Masing-masing aspek dibagi presentase dananya sesuai dengan kebutuhan yang ada.

 Beragam kegiatan itu di antaranya upaya peningkatan SDM guru-guru kontrak yang sudah berjalan sekian tahun terakhir dengan jumlah peserta mencapai 1.500 orang.

 Di bidang pendidikan, PT KJA antara lain menyerahkan beasiswa kepada 33 mahasiswa baru asal Kabupaten Paser untuk program S1 dan S2 bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Forum CSR Kabupaten Paser Tahun 2014. Mahasiswa-mahasiswa daerah tersebut terpencar di berbagai universitas terkemuka indonesia; ITB, UI, ITS, UNMUL Samarinda dan lain-lain. Pengembangan sumber daya manusia, menjadi tujuan besar PT. KJA.

 Yang lebih menarik adalah, 4 orang staff-nya membuat karya tulis tentang penerapan program CSR yang spesifik—mereka mendapatkan penghargaan atas itu. Karya tulis tersebut tentunya disharing untuk membangun pemahaman mendalam tentang CSR, bagi sebanyak mungkin orang.

4. Kaltim Prima Coal  KPC

KPC memiliki program-program CSR yang gak kalah keren, dan juga banyak. Seperti program Mitigasi Perubahan Iklim, program pengembangan dan akses atas teknologi dengan kegiatan pengembangan batik lokal Wakaroros, program investasi sosial untuk kelembagaan sosial ekonomi yakni dalam penguatan BUMDES (badan usaha milik desa) dalam rangka mengelola usaha pelayanan listrik desa di Rantau Pulun. Belum lagi Kegiatan Rumah Olsabara (pusat oleh-oleh sangatta) yang dirancang sebagai trading house yang menumbuhkan peluang bisnis seperti jasa layanan desain dan kemasan, jasa distribusi, dan outlet oleh-oleh. Banyak program KPC yang mengarah ke pengembangan ekonomi masyarakat lokal.

 Ada juga program Senyum dan Harapan yaitu program operasi bibir sumbing dan luka bakar secara gratis. Dan infrsatruktur seperti pembangunan Rumah Sakit Umum Sangatta, pemanfaatan lahan pasca tambang sebagai obyek wisata, dan lain-lain.

5. Adaro  Adaro

Perusahaan yang dimpimpin oleh Pak Garibaldi Thohir ini memiliki kiprah besar di ranah program CSR. Berbagai program sosial terus dikembangkan setiap tahun, semacam inovasi yang tiada henti. “Program CSR yang dilakukan adalah investasi, bukan beban.” Begitu kata Pak Garibaldi Thohir selaku Presiden Direktur PT Adaro Indonesia. Gak heran jika mereka berinvestasi besar-besaran melalui program.

 Program yang berkelanjutan salah satunya adalah operasi katarak gratis, yang telah membantu lebih dari 4000 masyarakat untuk dapat menikmati indahnya dunia. Keren. Gak heran jika Pak Garibaldi Thohir dikenal sebagai sosok penuh kasih yang melihat bisnis sebagai cara untuk berkontribusi nilai dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

 Program pengembangan Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Masyarakat juga sudah cukup banyak membantu. Seperti, adanya Rumah Belajar Sarabakawa untuk mendukung gerakan gemar membaca di daerah Tabalong, Perpustakaan berjalan, Gerakan Pembangunan Desa Adaro Mandiri (GERBANG AMAN), Pembinaan dan Pengembangan UKM Madu “Tiga Wanyi”, Pembinaan dan pengembangan Usaha Perikanan “Makmur Jaya” dan  Sekolah Adiwiyata, SMPN 4 Paringin – Sekolah Berbudaya Lingkungan.

 Kesehatan Ibu dan Balita juga merupakan salah satu fokus kegiatan CSR PT Adaro di bidang kesehatan, untuk itulah adanya Program KIBBLA (Kesehatan Ibu Bayi Baru Lahir) untuk mengurangi tingkat kematian anak dan memperbaiki tingkat kesehatan Ibu.

 PT. Adaro tak segan-segan mengucurkan Dana CSR senilai 70 Miliar-an rupiah dalam setahun, karena kembali ladi pada pernyataan Pak Garibaldi Thohir, bahwa CSR adalah investasi. Dan, salah satu program yang sedang digalakkan adalah pengadaan fasilitas pengelolaan air bersih di banyak tempat. Maklum, kalimantan merupakan daerah yang kesulitan air bersih. Gak beda halnya seperti di tempat tinggal saya di Balikpapan. Atas program-program CSRnya tersebut, perusahaan batu-bara yang terkenal dengan enviro-coal-nya ini mendapatkan penghargaan Nasional maupun Internasional. Salut buat Pak Garibaldi Thohir a.k.a Boy Thohir dan seluruh tim-nya di Adaro.

 Rata-rata perusahaan yang saya sebutkan sebelumnya juga mendapatkan pengahrgaan ICA (Indonesian CSR Award) yang rutin diselenggarakan secara tahunan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia yang bertujuan memberi apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan.

 Tambang. Tidak melulu tentang pengerukan lahan, hasil bumi, tetapi juga memberi dampak baik terhadap masyarakat yang berwujud nyata lewat program CSR dan program-program sejenis.

 Ada yang mau sharing tentang program CSR lainnya?