Menyembuhkan Mata Minus Tanpa Operasi

Orang-orang bilang, gue tampak lebih segar saat tidak memakai kacamata. Ada juga yang bilang gue terlihat lebih muda lima tahun tanpa kacamata. Beberapa orang lainnya berkata tidak ada pengaruhnya, tua ya tua saja. Oke, yang terakhir ini paling jujur.

Semenjak dokter menyatakan mata gue butuh alat bantu—tujuh tahun lalu—gue jadi bergantung pada kacamata. Gue merasakan ketergantungan yang demikian sangat mengganggu: setiap mau pergi atau ke luar rumah harus mencari dan mengambil dan mengenakan kacamata, tak jarang lupa menaruhnya di mana, hingga berujung pada pencarian yang menyebalkan.

Ketergantungan pada kacamata juga membuat kita (terutama gue) jadi mahluk khawatir. Ketika lupa membawa kacamata—misalkan ke kantor—sontak kita akan membayangkan hal-hal yang tak mengenakan. Bagaimana nanti kalau ada meeting sekaligus presentasi dan dapat kursi paling belakang dan tidak bisa melihat slide presentasi? Dan sederetan kekhawatiran lainnya.

Untuk itulah, hari ini gue bertekad melepas kacamata minus, menjalani rutinitas hari ini dengan perasaan ‘semuanya akan baik-baik saja’. Bila perlu, seharian ini gue akan meniru Pinkan Mambo menyanyikan lagu ‘…tapi ku baik baik saja…’ meskipun gue tidak bisa meniru monyong bibirnya dan pirang rambutnya  dan serak suaranya.

Dan, ya, gue merasa lega sudah sampai kantor dengan keadaan mata telanjang. Aha!

Apakah penjelasan niat baik gue di atas sudah cukup meyakinkan? Jika ya, izinkan gue menyampaikan satu hal lagi: gue lupa menaruh kacamata gue di mana. Dari tadi malam hingga pagi ini—gue dan dibantu istri—sudah mencarinya ke mana-mana, tetapi tidak menemukannya. HAHAHAHAHAHAHASIAL!

Tapi tapi tapi… kalimat di atas sudah gue sampaikan ke diri sendiri, jauh sebelum gue menuliskannya di sini. Gue tenang karena kalimat gue sendiri, meski pada mulanya agak terpaksa tidak memakai kacamata ini. Tapi tapi tapi… yang tidak kalah penting adalah, ketika alasan seperti itu sudah dikeluarkan, terlebih ke orang lain, maka harus dipertanggunjawabkan dalam tindakan nyata—bahwa tanpa kacamata, kita memang akan baik-baik saja. Di situ lah letak seni tertingginya ilmu ngeles!

Zia Ul Haq

Setelah gue cermati sendiri, memang lebih terlihat muda tanpa kacamata ketimbang dengan kacamata. Lihat kembali kedua foto di atas. Yang kiri adalah Zia Ulhaq dengan kacamata dan yang kanan adalah Zia Ulhaq tanpa kacamata. Perbedaan penampakannya sangat jauh, bukan?

Yay! Yay! Yaiyalah… orang yang kiri itu Zia Ulhaq Perdana Menteri Pakistan dan yang kanan itu Zia Ulhaq Perdana Menteri Ngeles, jelas beda!

Oh ya, waktu gue ceritain tentang gerakan sehari sok gak memakai kacamata, ada yang nanya ke gue, “kamu tahu cara instant menyembuhkan mata tanpa operasi?”  Pengin gue jawab pake gigitan mematikan, tetapi sayang sisa makan di sela gigi–nanti berpindah tempat–jadi gue senyumin aja.

Ngomong-ngomong, gue suka banget mengikuti work out di video ini. Cobain deh!