Si Kapsul – Security Check

Baru saja terjadi ketegangan antara saya dan pikiran bingung saya serta petugas saat penggeledahan dalam tanda kutip setelah melewati mesin X-Ray Bandara Soekarno – Hatta.

Laptop sudah saya keluarkan, sabuk tak lagi melekat di pinggang, ponsel di tas, jam tangan sudah dilepas, saya yakin semua pemicu bunyi wiung wiung tidak ada lagi. Seharusnya aman.

Begitu kaki sampai kepala saya berdiri tegak di screening gate machine, bunyi wiung wiung pun mengundang mata melototnya petugas. Seorang petugas langsung menginstruksikan saya untuk masuk ke mesin personnel screening (quickly screens personnel) berbentuk kapsul dengan kecanggihan Automatic Detection Target-nya. Santai saja saya masuk di situ, disuruh angkat tangan saya lakukan, disuruh geser kaki ke titik tapak saya lakukan dengan efek goyang pinggul yang tentunya gak diminta, dan…mesin tersebut mendeteksi adanya metal di area pantat saya. Wuing wuing semakin tak terhindarkan.

Petugas langsung bergegas memutar badan saya dan menjangkau bagian belakang tubuh saya, lalu kaget nanggung karena tidak menemukan apa-apa. Saya bilang memang tidak membawa apa-apa, petugasnya menyahut: paling ada metal bawaan celana di sekitar kantung. Oh, saya bilang kalau anggapan itu gak benar. Saya paling tahu bentuk rupa dan seluk beluk celana yang saya pakai. Saya sampaikan tak ada apa-apa. Petugas kembali merogoh kantung celana saya dan tidak menemukan apa-apa lagi. Dia percaya betul sama mesin keamanannya, tak mungkin salah bekerja. Saya juga percaya betul sama celana dan tubuh saya. Gak mungkin anus saya seketika menjadi besi.

Akhirnya saya raba sendiri bagian belakang tubuh saya, dan saya menemukan sebiji isi stapler menempel di tali celana bagian belakang–yang adalah penanda laundry hotel. Saya dan petugas saling tatap-tatapan sambil menertawai.

Sungguh pagi yang ada-ada saja!