Tag Archives: Indonesia

Revolusi Mental Pertambangan Indonesia

gambar dari sini

Banyak saya jumpai di berbagai tempat kerja; orang yang nurut, patuh, rajin, justru semakin diperas tenaga dan pikirannya dalam konteks cenderung direpotkan. Sementara yang punya perilaku kerja sebaliknya, lebih banyak santainya karena dibungkus dengan kalimat “capek ngurusin orang yang kayak gitu, biarin saja.” Saya yakin orang-orang yang punya pernyataan demikian bertolak belakang dengan hatinya, pasti pengin mengubah etos kerja timnya yang kurang berprestasi, pasti pengin melakukan sesuatu tetapi bingung mengambil sikap yang tepat. Ini masalah mental. Pembiaran akan hal seperti itu memicu penularan penyakit malas kerja, “Ah, ngapain terlalu rajin, si itu aja kerja males-malesan tetap digaji sama.” Lalu harapan kemajuan apa yang ingin dicapai dengan pembiaran mental demikian? Continue reading

Menerangi Senyum Indonesia

listrik-nasional

Sedang asik menonton film lewat pemutar DVD, saya dikejutkan oleh lampu ruang tamu yang seketika terang benderang tak wajar. Saya tidak bisa menahan mata untuk tidak spontan melempar pandangan ke arah lampu. Baru dua kali saya berkedip, ruangan seketika menjadi gelap gulita. Belum selesai saya mengeluhkan mati lampu, tiba-tiba lampu menyala kembali dengan terang yang masih tak wajar, dan… praaaaaaaaak!   Continue reading

Kabinet Baru, Harapan Baru

offshore

Seperti sekumpulan awan yang sedang bergerak menuju satu titik temu lalu menuai mendung yang akhirnya menghasilkan hujan, seperti itulah saya melihat pergerakan sektor pertambangan mineral dan batu-bara belakangan ini. Terkadang khawatir dengan semakin merosotnya nilai komoditas, namun saya berharap yang turun adalah hujan rahmat, bukan hujan badai. Meski ada kekhawatiran, optimisme masih lebih kuat, karena saya melihat semacam ada rencana besar dari pemerintah yang belum begitu dimunculkan secara gamblang ke publik terkait dengan pemaksimalan sumber daya alam berupa mineral dalam negeri. Continue reading

Pajak Bersajak: Mempertahankan Kepentingan Nasional Republik Indonesia

pajak

“Berkenaan dengan telah diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 101/PMK.010/2016 tanggal 27 Juni 2016 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PMK-101/2016), dengan ini kami sampaikan besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Untuk menghitung Pajak Penghasilan Karyawan dan Perorangan Tahun Pajak 2016 mengalami penyesuaian seperti di tabel terlampir. Ketentuan mengenai penyesuaian besarnya PTKP tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2016. Oleh karena itu akan ada penyesuaian perhitungan PPh21 Masa Januari sampai dengan Juni 2016 yang menyebabkan lebih bayar. Kelebihan pembayaran pajak ini akan dikompensasikan ke perhitungan PPh21 Masa Juli 2016 pada saat pembayaran gaji periode Juli 2016.” Saya kegirangan ketika mendapat blast email berupa memo tersebut dari kantor pusat. Gajian (tambahan) akhir bulan Juli kemarin berasa seperti karyawan yang baru mendapat promosi jabatan, nilainya lumayan, bisa buat beli rambak untuk makan siang selama setahun bahkan lebih.  Continue reading

ESDM: Harus Konsisten, Bukan ‘Seharusnya’ Konsisten

32Tambang

gambar dari: http://sinarharapan.co/

Pada 28 Januari 2016 lalu, izin ekspor konsentrat PT. Freeport Indonesia (PTFI) kadaluarsa, setelah ekspor bahan mentah bisa mereka jalankan selama 6 bulan terakhir dengan syarat khusus. Nasib PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) sepertinya kurang lebih sama saja. Bahkan operasional PTNNT sekarang jauh lebih woles, kabarnya.

Baru-baru ini PTFI mengirimkan surat permohonan perpanjangan izin ekspor kepada pemerintah, yang kemudian pemerintah mengirim balik surat respon dengan syarat-syarat khusus yang lebih diperketat lagi. Salah dua dari syarat yang harus dipenuhi oleh PTFI tersebut adalah:

– Membayar bea keluar (BK) sebesar 5%, dan

– Men-deposit-kan uang senilai US$ 530 juta. Continue reading

Menatap Jauh Masa Depan

smelter
sumber gambar: di sini

Sejauh ini saya—yang tampang menawan ini—masih melihat sisi kegigihan pemerintah dalam meneruskan semangat pemurnian mineral mentah dalam negeri, mengembangkan strategi ekonomi untuk mendapatkan sebanyak mungkin investor baru, dan sistem peningkatan sumber daya manusia. Meskipun terkadang pemerintah juga menunjukkan keraguan di sisi tertentu dalam menyikapi banyaknya isu pertambangan yang harus ditangani, termasuk skala prioritas dalam membereskan sekelumit masalah di negeri ini. Manusiawi lah, yang penting tidak angkat tangan dan angkat mulut dengan kata menyerah. Continue reading

Pemurnian Harga Diri Bangsa

biggest-gold-mining-companies

“Jika engkau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tapi jika engkau ingin berjalan jauh, jalanlah bersama-sama. – Ratan Tata.”

Ya. Sektor pertambangan Indonesia terus menuai tantangan demi tantangan atas mimpi besarnya menjadikan negeri ini kaya sebagaimana mestinya. Masalah yang tak kunjung selesai adalah pemurnian bahan mentah dilakukan dalam negeri dengan pengharusan adanya smelter—pemerintah lewat aturan mineral dan batu-bara telah menegaskan proses hulu hingga hilir, namun tak sedikit pelaku usaha pertambangan yang masih saja mencoba mencari celah dengan berbagai alasan. Alasan-alasan yang muncul dari pengusaha tersebut, kalau tidak dicermati dengan teliti dari sudut pandang aturan dan kesejahteraan jangka panjang, memang logis, tetapi kalau dikembalikan pada aturan dan mimpi bangsa, sungguh tampak sebagai pembelaan diri belaka. Continue reading

Komitmen Para Penambang Besar Batu-Bara Dalam Program CSR

Dalam hal komunikasi tertulis, bukan hanya jenis dan warna font yang perlu dibagusin, yang paling penting adalah kata-kata itu sendiri. “Untuk apa pakaian dan dandanan bagus serta muka cantik/ganteng jika mulut tidak bisa dijaga?” Kira-kira analogi dalam bentuk lisannya demikian.

Itu status facebook saya tanggal 18 September 2015 lalu. Bukan tentang Corporate Social Responsibility alias CSR, tetapi tentang sindiran mengenai tampilan pencitraan manusia. Memang, CSR memiliki tujuan yang salah satunya adalah pembentukan citra perusahaan di mata publik atau di mata pihak eksternal, khususnya terhadap masyarakat sekitar area operasional. Sama-sama tentang citra—tapi saya berharap tidak ada program CSR perusahaan yang hanya mengejar pencitraan semata, melainkan murni karena tujuan kemuliaan sosial. Continue reading

Fraud dan Pemburu Poin Perbankan!

“Mas, gak mau ikutan tukar poin? Itu lagi ada stand penukaran poin bank anu tuh.” Saya menghentikan pendorongan stroller Alastair, anak kami.  Saya celingak kiri celinguk kanan. “Itu loh di bawah tangga.” Istri saya kembali menunjukkan tempat yang dia maksud. Saya tersenyum, tak begitu menghiraukan.

“Udah, kita pulang aja, Sayang.” Saya lanjut mendorong stroller. “Lagian poin kita berapa sih?” Istri saya menjawab dengan keheningan. Gantian saya yang tak begitu dihiraukan. Mungkin dia iseng juga mengajak tukar poin. “”Mas sering berpikir, kok bisa yah orang punya poin jumlahnya hingga jutaan? Apakah ada trik khusus untuk bisa dapat poin sebanyak itu? Atau, apakah mereka melakukan kecurangan? Bukan suudzon, orang-orang modern biasa menyebutnya tindakan Fraud.” Terutama bagi mereka yang benar-benar fokus hanya untuk mendapatkan poin. Continue reading

Jajaran Penambang Kelas Kakap

Indonesia, kekayaannya melimpah pah pah ruah—tentu hal ini sudah menjadi rahasia umum, dunia. Perkumpulan mahluk halus di segala penjuru bumi pun, mungkin tau juga tentang kaya raya-nya negeri ini. Supaya kita tidak sekadar ngomong negara ini kaya, mari kita menilik (((MENILIK))) kekayaan Indonesia dari segi kandungan sumber daya alamnya, seperti minyak & gas, mineral, dan batu-bara.

Siapin kalkulator, please…

Mungkin terlalu luas juga kalo semua komoditi pertambangan kita tilik, kita persempit saja—baru bara? Oke, kita lihat batu-bara saja. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sektor batu-bara paling berjaya di tahun 2011-2012. Untuk itu, kita lebih persempit lagi dengan data tahun 2012.

Meskipun batu-bara bukan komoditas paling primadona, juga bukan penyumbang pendapatan dan devisa negara terbesar—seperti Migas yang bisa menghasilkan penerimaan Negara mencapai 35 Milliar Dollar AS, tetapi sektor batu-bara tidak bisa dipandang sebelah mata. Total sumberdaya batu-bara di negara kita diperkirakan mencapai 105 Miliar Ton, dengan cadangan yang juga masih banyak—sekitar 20an Miliar Ton, yang terbagi di tiga lokasi utama: Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan—mampu menyumbang ke Negara dengan nilai mencapai kisaran 60 Trilliun Rupiah setiap tahunnya, pada tahun-tahun kejayaannya itu. Continue reading