Tag Archives: Karir

Arus Balik

Setiap orang akan merasa aneh kalau dirinya sedang berlaku sebagai penjual namun orang-orang di sekitar menganggapnya sebagai pembeli. Nawarin bedak ke orang lain, eh orang itu nawarin tepung ke kita. Gak beda halnya dengan saya yang beberapa hari lalu mengupload CV di linkedin, bukannya ditawarin kerjaan, malah diserang sama pencari kerjaan–tak terkendali. Tobat deh. Continue reading

Memilih Untuk ‘Tidak Memilih’

Pernah sekali waktu saya bercita-cita menjadi supir bemo (sebutan angkot di kampung saya), sekira sembilan bulan sebelum saya lulus SMA. Sebagai bekal cita-cita, saya menjadi kondektur pengganti–setiap akhir pekan. Biasanya menggantikan kondektur yang ada janji kencan dengan pacar atau gebetannya.

Saya begitu menikmati profesi sebagai kondektur bemo, sampai di weekdays-pun saya tidak menolak kalau ada tawaran menggantikan. Demi cita-cita, saya melakukan apa saja, tak terkecuali bolos sekolah. Untuk apa saya punya nilai bagus dan menjadi lulusan terbaik, kalau sebatas menjadi supir tak bisa saya raih? Percuma. Continue reading