Tag Archives: Mother and Son

Suara Kertas

Soal penataan dokumen dan buku-buku, saya tergolong orang yang rajin dengan predikat kadang-kadang. Tetapi ketika rajinnya muncul, akan begitu khusuk merapikan apa saja yang bisa dirapikan selama sesuatu itu tampak tanpa melibatkan indera keenam. Buku-buku yang tersimpan dengan urutan beda tinggi pasti saya rombak hingga membentuk susunan seragam, semacam barisan pasukan anti huru-hara yang melakukan simulasi.

Di tengah merapikan dokumen dan buku-buku, saya menemukan notebook ukuran sedang bertuliskan merk obat dengan tinta hijau kusam. Saya membuka buku tersebut memastikan apakah perlu dibuang atau dipertahankan. Saat membuka halaman pertama, saya menemukan coretan tak beraturan yang dibubuhi tinta hitam dan tinta biru–saya pikir tidak perlu disimpan. Toh, saya punya buku tulis yang lebih bagus, pikir saya. Sebelum memutuskan dibuang, saya membuka lembaran kedua dengan tangan kanan, sontak tangan dan mata saya terhenti. Saya menemukan catatan istri saya. “ALASTAIR.” Begitu judul tulisannya. Continue reading