Tag Archives: #Ramadan

Mabuk Beling

Bapak-bapak lanjut usia itu menatap ke arah kiri, kepalanya tampak tenang menatap ke satu titik. Saya yang berjalan terus mendekat ke arah situ seketika salah tingkah. Begitu posisi saya lurus dengan posisi duduknya, bapak-bapak lanjut usia itu terus menatap ke arah lorong, dengan cara yang sama. Rupanya saya kegeeran. Continue reading

Bayi Dalam Genggaman

Ramadan adalah bulan kemuliaan bagi (hampir) seluruh umat muslim. Orang-orang berbondong-bondong memperbanyak ibadah, tak ingin menyia-nyiakan bulan mulia ini. Ibarat petani, ramadan adalah musim panen yang disambut gegap gempita, di mana kebanyakan orang lebih rela kurang tidur tadi melewatkan setiap detik waktunya. Continue reading

Demi Keluarga Aku Rela…

Semburat matahari siang mengundang kucuran keringat yang ugh! Untungnya bukan saya yang berkeringat berlebihan, jadi tidak terlalu lemas dalam manjalani puasa hehe. Adalah enam belas orang kuli bangunan yang mengucurkan keringat sejagung-jagung, mengerjakan pengecoran tanpa mengenal lelah hingga malam menjelang. Saya iseng mampir mengajak ngobrol bersama mandornya, sekadar berempati terhadap perlindungan keselamatannya yang teramat minim. Continue reading

So far so good, too fast not good

Puasa, menahan lapar dan haus itu tentu sesuatu yang mudah. Yang sulit itu adalah menahan rindu dengan anak istri saat perut lapar dan tenggorokan kering. Adalah saya yang sedang mendapat tugas ke luar kota selama empat hari, harus menumpuk kerinduan. Puasa-puasa sebelumnya sering mendapat tugas sesekali saat puasa, tetapi kali ini rasanya beda saja. Sahur tidak dengan istri itu rasanya begitu datar. Continue reading

Gagal Fokus

Tak ada keinginan melakukan sesuatu setiap ke Musholla–selain niat tarawih berjamaah–apalagi mencampuri urusan orang lain. Sayangnya, kemampuan saya untuk fokus hanya di tujuan utama tidak sebegitu optimal. Kenyataannya, saya masih sering teralihkan fokusnya dengan hal-hal lain. Susah memang jadi lelaki tampan menawan idaman istri begini. Continue reading

Kebiasan Itu Mengikat

Tahun ini dapat kompensasi waktu yang lebih panjang dari kantor. Biasanya, istrahat siang hanya diberi waktu setengah jam, karena pulang dipercepat setengah jam. Tahun ini wow, pulang tetap lebih awal, istrahat normal satu jam. Rasanya seperti mendambakan seluruh bulan sepanjang tahun adalah bulan ramadhan.  HAHAHA! Continue reading

Aroma Kuburan Yang Memesona

Sehari menjelang puasa, komplek kuburan selalu ramai dengan orang berziarah. Banyak yang menyebutnya sebagai kegiatan nyekar. Rezeki penjual kembang kuburan membuncah di momen seperti itu. Sampai-sampai penjualnya kelimpungan melayani bungkusan demi bungkusan kembang. Beruntung saya mendapat kesempatan pulang cepat dari kantor, sehingga masih tetap bisa turut menjadi bagian dari keramaian itu. Saya suka bau pandan, tak ada penjelasan atas itu. Oleh karenanya, saya suka terpesona dengan aroma kuburan baru, bertabur bunga dan do’a-do’a, meski terselip sejuta tangisan di antaranya. Continue reading