Tag Archives: Undang-Undang Minerba

Ke Mana Nasib Pertambangan Mineral Indonesia Mau dibawa?

Hidup di lingkungan pergaulan yang didominasi oleh orang-orang tambang membuat saya suka meng-update berita-berita terkini terkait pertambangan. Paling tidak perkembangan tahun ke tahun saya coba ikuti. Paling rutin sih mengikuti perkembangan Batu-Bara dan Emas dan Tembaga. Nikel dan lainnya tidak begitu saya ikuti. “Yah, lo lagi. Dunia tambang memang sempit, pindah ke mana pun akan ketemu seputaran orang-orang itu.” Itu adalah kalimat yang pasti terlontarkan setiap ketemu siapa di tambang mana.

Hal paling menarik diikuti dalam perkembangan pertambangan ini adalah kepastian implementasi Undang-Undang Minerba yang melarang ekspor mineral mentah. Rasanya banyak sekali permainan, sampai tahun ke-8 Undang-Undang ini keluar belum juga terimplementasi baik.  Continue reading

Lingkaran Setan (Tambang) Mineral Logam

sumber gambar: www.esdm.go.id

Kehebohan isu tarik ulur kelonggaran sekaligus larangan mengekspor mineral mentah antara pemerintah dan pihak perusahaan pertambangan, semacam menonton dua wanita muda berkelahi di depan kelas merebut buku berharga–saling menarik sekuat tenaga tetapi sama-sama tidak menginginkan buku tersebut sampai robek. Kalau pemerintah terlalu saklek mengenai pelarangan ekspor mineral mentah selalu muncul ancaman kekhawatiran berupa operasi pertambangan terhenti yang berdampak pada terganggunnya stabilitas ekonomi daerah setempat hingga nasional dan kekhawatiran terlalu banyaknya jumlah tenaga kerja yang bakal mengalami pemutusan hubungan kerja. Haruskah kita terus khawatir seperti itu? Tidakkah berlebihan jika kekhawatiran demikian terus terjadi? Haruskah kekhawatiran melemahkan Undang-Undang yang mengatur peningkatan nilai mineral dalam negeri? Haruskah kita terus berada di dalam lingkaran setan ini? Haruskah saya menulis berlembar-lembar, isinya hanya pertanyaan? Oke, cukup.
Continue reading

Angin Segar Bagi Dunia Pertambangan

alat-berat-tambang

Pemandangan alat berat tambang parkir nganggur berjejer panjang lebar begini mudah dijumpai di banyak tempat , terutama di seputaran Kalimantan pada akhir 2014 hingga awal 2016. Kondisi tersebut merupakan dampak dari krisis berkepanjangan–harga komoditas batu-bara, meniral, minyak & gas yang merosot sesuka hati. Namun, beberapa bulan terakhir ini muncul angin segar yang mengantarkan harga komoditas merangkak naik meskipun belum mencapai harga semewah tahun 2011-2012. Continue reading