Taksi Termurah Sedunia

Orang Balikpapan pasti setuju kalau di Kota Minyak ini transportasi paling murah adalah taksi. Biayanya hanya lima ribu rupiah pada jarak normal–tidak terlalu jauh. Bisa dibilang ongkos taksi ini lebih murah dari ojek online

Kenapa bisa begitu?

Karena taksi di Balikpapan adalah sebutan untuk angkot alias angkutan kota. Gak lucu ya? Hahaha. Saya tidak menemukan tulisan atau referensi kenapa angkot bisa disebut taksi. Sementara taksi sendiri disebutnya argo. Nah, argonya tidak ada nama lain, tetap argo. Bingung, kan? sama.

Saya pernah ngerjain kawan yang baru pindah ke Balikpapan. Saya bilang sama dia; angkot di sini namanya taksi, taksi namanya argo, argo namanya uang. Sampai pada kata uang dia masih percaya, mengangguk keheranan. “Uang di sini disebut angkot!” imbuh saya. Pas di kalimat ini dia hampir menonjok saya. Dia sadar telah dikibulin.

Argo yang digunakan sebagai sebutan taksi hanya berlaku untuk taksi non airport. Taksi airport tetap disebut taksi, tapi sebutannya agak panjang: taksi bandara. Udah bikin bingung, istilahnya tidak konsisten pula.

Ngomong-ngomong soal angkot (bahasa umum) di Balikpapan, setingan bangkunya tidak mengikuti gaya angkot Nusantara pada umumnya. Di sini tidak mengikuti faham penumpang saling hadap-hadapan, saling curi-curi pandang. Bangkunya menghadap ke depan tidak memanjang dan tidak menghadap tengah. Karena setingan menghadap ke depan, jumlah tempat duduknya jadi sedikit. Hanya memuat 7 orang. Kalau diurut dari belakang, komposisinya begini: 3, 2, 1, 1. Kadang saya menganggap angkot di sini kurang niat mencari uang. Kalau 7 orang tersebut jarak tempuhnya jauh semua, kan sedikit dapatnya.

Mungkin karena setingannya yang tidak sefaham dengan angkot pada umumnya itulah, jarang saya mendengar kisah-kisah unik tentang angkot di Balikpapan. Mungkin ada, tetapi tidak sampai di mata dan telinga saya.