Tarawih Itu Ternyata…

Jujur, saya tidak betul-betul mempelajari apa makna dari tarawih. Taunya, setiap ramadan, ikut tarawih, sudah. Begitu saja. Dibilang malu sih, tidak juga. Kenyataannya saya memang banyak sekali kekurangan di pemahaman agama. Baru ramadan kali ini saya mendapat penjelasan dari ustad di Musholla sebelah, ketika beliau memberikan kultum ba’da isya. Tentu saya manggut-manggut, tidak sampai kejedot tembok.

Tarawih atau taraweh ternyata artinya ‘waktu sesaat untuk istrahat’. Pantas saja waktu tarawih pertama, Pak Ustad menjelaskan detail bagaimana irama bacaan di setiap bagian shalat-nya. Bagaimana gestur tubuh kita supaya tidak gampang capek. Dari beliau memberi contoh posisi pundak lurus alami, hingga tapakan kaki supaya terasa nyaman. Baru kali ini saya mendapat penjelasan singkat padat jelas mengenai tarawih.

Kata Pak Ustad, idealnya tarawih itu, di setiap gerakannya harus berhenti lama supaya menggambarkan makna istrahat sesaat. Semacam ada jeda tarikan napas santai di setiap bagiannya. Bukan dengan cara, begitu selesai bacaan langsung mengubah gerakan ke posisi selanjutnya.

Dengan tips dari Pak Ustad, Alhamdulillah saya lebih nyaman berlama-lama dan tak perlu mengambil jeda usai salam. Seringkali kalau sudah di tengah-tengah, imam sudah baca Al-Fatihah, saya masih duduk manis. Sekarang tidak lagi. Naik turun sama-sama, awal akhir sama-sama.

Menyenangkan sekali.