Tips: Menghindari Penipuan Lowongan Kerja

Ketika kau menemukan tips di laman blog ini, itu artinya keajaiban sedang terjadi. Sebab keajaiban adalah hal yang jarang-jarang dijumpai. Begitu juga dengan kesialan. Saya menulis ini karena hal terakhir, dialami orang terdekat saya.

Baru-baru ini kawan saya dan adik saya hampir kena tipu panggilan wawancara kerja yang kurang lebih menggunakan modus serupa. Bedanya, kawan saya dipanggil dari Nusa Tenggara Barat ke Sangatta, Kalimantan Timur, sementara adik saya dari Balikpapan ke Jakarta.

Tidak sulit saya membuktikan kecurigaan bahwa itu adalah penipuan. Saya cek di alamat email; hrd@vico.zz.vc dan pt.indofoodtbk@yandex.com. Itu adalah alamat email kampret!

Berikut beberapa hal yang merupakan indikasi penipuan;

1. Alamat Email Aneh

Email yang benar akan mencantumkan nama perusahaan setelah tanda @ seperti: hrd_indonesia@tupperware.co.id, indonesia.recruitment@Unilever.com, hrd@yanmar.co.id, recruitment@toyota.astra.co.id, vera.elisabeth@sohoglobalhealth.com, seiwa@indosat.net.id, seins.hrd@samsung.com, recruitment.epcepu@pertamina.com, ptpr.recruitment@pertamina.com, recruitment@petronas.co.id, recruitment@sariroti.com, hr.recruitment@id.nestle.com, dan lain-lain.

Bisa dipelajari polanya. Kalau jenis emailnya mencantumkan nama perusahaan sebelum tanda @ seperti: tupperware@bajilak.com, ptunilever@kudispantat.net, toyotaastra@upilsetan.co.id, bisa dipastikan itu emailnya asu yang menyamar jadi manusia.

Adik saya kena tipu di bagian ini. Dia melamar karena ada lowongan, tetapi lowongan abal-abal. Dia percaya karena ada nama indofood di email tersebut, tanpa peduli letaknya di mana.

2. Dipanggil padahal tidak melamar

Ini jelas patut dicurigai. Bagaimana bisa mereka menjadikanmu kandidat kalau melamar saja tidak? Pertanyaan besarnya, mereka dapat data pribadi dari mana? Kasus yang dialami kawan saya ada di bagian ini, makanya cepat dia melakukan konfirmasi ke saya. Karena kebetulan travel yang tercantum dalam surat panggilan beralamatkan di Balikpapan, kota tinggal saya.

Jangankan urusan begitu, urusan cinta yang bisa bertatap muka saja akan terasa aneh jika: kamu tidak menyatakan cinta atau menunjukkan sikap suka, tiba-tiba seorang cewek datang padamu dan berkata, “iya, aku mau kok jadi pacar kamu.”

3. Terdapat Daftar Panjang Kandidat

Umumnya instanasi pemerintah (PNS) atau perusahaan BUMN yang mengumumkan sederetan (banyak) kandidat yang lulus bahan dan bisa lanjut tes berikutnya, itupun akan diumumkan di situs (web) resmi, bukan lewat email satu persatu.

Hal ini dilakukan oleh si penipu asu supaya kamu tidak curiga-curiga amat. “Wah, banyak orang selain aku, berarti bisa dipercaya nih,” itu tanggapanmu yang mereka harapkan.

3. Stempel Tempelan

Vico StampingUntuk lebih meyakinkamu lagi, mereka akan membubuhkan tanda tangan dan stempel perusahaan di bagian terakhir surat panggilan wawancara. Tapi perhatikan baik-baik, mereka mengambil tanda tangan dan stempel dari dunia antah berantah, lalu dicrop, dan ditempel. Keliatan banget lah.

4. Background (Kertas) Surat

Indofood

Para penipu memaksimalkan tampilan perusahaan dengan penggunaan logo yang berlebihan untuk semakin meyakinkan calon korban, bahwa benar itu dari perusahaan tertentu. Kalau orang yang gak nyadar, akan yakin dengan itu. Padahal, surat panggilan formal dan benar hampir tidak menampilkan logo perusahaan sebagai background, karena bisa mengganggu tulisan yang dibubuhkan. Cukup di kop surat.

5. Pengakuan kerjasama dengan perusahaan jasa travel

Ini adalah puncak dari modus penipuan itu. Kalo dulu kan santer kasus pelamar kerja dimintain uang langsung saat dihubungi lewat telepon. Semakin ke sini, cara mereka menipu lebih halus: pakai surat resmi dengan format yang sudah saya sebutkan tadi.

Motifnya adalah iming-iming biaya transportasi dan akomodasi akan diganti dengan metode reimbursement, lalu diarahkan untuk melakukan reservasi ke agen travel yang dilampirkan juga dalam surat panggilan wawancara tersebut. Letak penipuannya di sini–ketika seseorang mentrasfer uang pembayaran tiket dan akomodasi–selesai bola-bola.

Nama agen travel yang dicantumin pun ngasal. Dan, nomor HP yang ada di situ hanya aktif dalam satu dua hari, setelah itu dibuang, ganti. Tipu-tipu lagi. Saya sudah coba beberapa kali iseng menghubungi nomor begituan. Alamat juga begitu, saya kroscek tidak benar adanya.

Memang sih, ada perusahaan yang mengganti uang transportasi dan akomodasi ketika kita datang dari luar kota, tapi rata-rata pihak perusahaan yang mengurus. Pun dengan metode reimbursement, itu akan ada offering terlebih dahulu yang jelas asal usulnya, dan tidak diarahkan harus pesan tiket lewat mana. Bebas saja.

“So, hati-hati. Jaga kestabilan pikiran, terutama saat jadi pengangguran. Jangan panik dengan keadaan. Biasakan diri tidak gegabah melihat lowongan kerja. Percayalah, setelah kamu sibuk bekerja, kamu akan merindukan masa menganggur. Keep Woles!”

Saya tidak habis pikir dengan manusia asu yang tega menipu orang-orang yang belum punya penghasilan dari bekerja. Menjadi pengangguran saja sudah gak enak, apalagi ditambah kena tipu?

Ibarat kaum tuna asmara, menjadi jomlo saja sudah (agak) sedih apalagi ditambah ada yang nyakitin?