Pertanyaan Cinta

Sepasang kekasih menjalani pacaran selama beberapa tahun, bahkan dari masa kuliah hingga mereka menjadi sepasang orang yang sibuk dengan karirnya masing-masing, di Ibu Kota.

Selama masa pacaran, tidak ada masalah berarti yang mereka hadapi. Hanya menjalani hubungan biasa seperti orang pacaran pada umumnya. Dan, mereka cukup bahagia dengan itu semua. Continue reading

Bangun Tidur

Pagi adalah waktu untuk memulai                                         Bukan memilui                                                                                 Bukan memalui.

Jangan sia-siakan waktu awal bangunmu dengan menyesal, kecewa, dan merasa bersalah.

Bersyukur adalah cara memulai yang paling bijaksana. Dan, lakukan itu setiap hari.

Gatal

“Selingkuh itu seperti hubungan kuku tangan dengan bagian tubuh yang gatal. Kalau diikutin rasanya enak. Begitu keterusan, kau akan menorehkan luka.

Bisa saja kuku tanganmu berpindah ke bagian tubuh yang lain sebelum ada luka yang timbul, tapi kau akan menyadari betapa tidak tenang hidupmu.”

Ke Mana Nasib Pertambangan Mineral Indonesia Mau dibawa?

Hidup di lingkungan pergaulan yang didominasi oleh orang-orang tambang membuat saya suka meng-update berita-berita terkini terkait pertambangan. Paling tidak perkembangan tahun ke tahun saya coba ikuti. Paling rutin sih mengikuti perkembangan Batu-Bara dan Emas dan Tembaga. Nikel dan lainnya tidak begitu saya ikuti. “Yah, lo lagi. Dunia tambang memang sempit, pindah ke mana pun akan ketemu seputaran orang-orang itu.” Itu adalah kalimat yang pasti terlontarkan setiap ketemu siapa di tambang mana.

Hal paling menarik diikuti dalam perkembangan pertambangan ini adalah kepastian implementasi Undang-Undang Minerba yang melarang ekspor mineral mentah. Rasanya banyak sekali permainan, sampai tahun ke-8 Undang-Undang ini keluar belum juga terimplementasi baik.  Continue reading

Bapak Gojek dan Nilai Kejujuran

Seringkali saya merasa aneh saat membaca kalimat “ternyata di dunia ini masih ada orang baik” tersebar di media sosial. Ya jelas ada, bahkan orang baik itu sangat banyak. Sampai kapanpun dunia ini eksis, orang baik akan selalu dan selalu ada dalam jumlah yang banyak. Bukan orang baik yang jumlahnya semakin menurun, tetapi (mungkin) perhatian kita yang sudah terlalu sibuk ke peristiwa-peristiwa yang tidak positif. Setidaknya itu menurut saya.

Contoh salah satu dari sekian banyak orang baik yang beredar di sekitar kita adalah bapak gojek yang mengantar istri saya beberapa waktu lalu, yang atas kebaikannya dia mendapat balas dalam wujud ‘kalau rezeki tak akan ke mana’. Continue reading

Malu-Malu Yang Tak Kucing Lagi

Saya punya guru keluarga baru, namanya Asep. Saya bertemu tidak sengaja dengannya, di perjalanan panjang penuh tantangan. Dia belum berkeluarga, tetapi dia punya segudang ilmu cinta tentang keluarga.  Tentu, nasib bertemu dengannya adalah keberuntungan buat saya.

Pertengahan November 2017 saya ada tugas ke salah satu Tambang Batu-Bara di daerah Tabang, Kutai Kartanegara—sekira sebelas jam perjalanan dari Balikpapan—melewati Samarinda, Tenggarong, dan Kota Bangun. Sepulang dari sana lah saya bertemu dengan Asep. Continue reading

Mensyukuri Keberuntungan

Istri adalah inspirasi terbesar saya. Ia telah membuat saya belajar sangat banyak hal, salah satunya tentang mendengarkan. Keberhasilan terbesarnya adalah mengubah seorang saya yang keras kepala sekaligus telinga, menjadi manusia yang melunak–setidaknya untuk ukuran saya yang tahu persis perubahan itu. Continue reading

Tersenyum Dalam Kesederhanaan

Delapan setengah tahun lalu, hal yang membuat laman blog ini jadi ada adalah kebiasaan saya mengikuti tulisan-tulisan lucu di berbagai blog orang-orang yang sangat asing bagi saya saat itu. Saya selalu membawa pulang tawa dan kesenangan usai mengunjungi blog-blog yang sudah saya tandai. Di kepala saya, blog itu adalah kelucuan yang melimpah. Lalu tergeraklah hati dan jari untuk membuat blog sendiri supaya bisa berbagi tawa ala kadar, bukan saja sebagai penikmat. Tanpa pikir panjang saya beri tema blog ‘Tersenyum Dalam Kesederhanaan’.

Selain tema senyum yang sederhana, foto profile yang saya pakai pun tak kalah sederhana; sesosok saya di atas batu sungai besar yang dikelilingi hutan hijau dengan kaus oblong pinjaman serta kacamata hitam pinjaman bertengger di hidung minim ciuman. Gambaran singkat dari foto saya kala itu adalah Ian Kasela gagal rekaman. Begitulah kebanyakan orang menilainya. Continue reading