Model Gagal Kena Kutukan!

Sebenarnya gue pengin malu menampilkan (lagi) foto-foto di bawah ini, karena sepertinya gue memang punya malu. Tapi kadarnya sedikit. Tapi malu ya malu. Tapi gak malu-malu amat sih. Tapi malu. Tapi….somebody stop me, please.

Foto hasil jepretan Agus Hafi yang dia share 4 tahun lalu itu tiba-tiba dimunculkan oleh fitur memorinya facebook–sontak gue bilang, “ini kekhilafan masa lalu!”

FB_IMG_1461218921586 Continue reading

Lelaki Ganteng dan Tas Cantik Dalam Jinjingannya

Lelaki itu melakukan perjalanan jauh dari tengah indonesia menuju timur indonesia, untuk suatu pekerjaan yang gak penting-penting amat, selama 5 hari. Tak banyak barang yang dibawanya. Hanya dua tas: satu tas punggung berisikan laptop dan satu tas bibir berisikan pakaian, perlengkapan mandi dan tiga lembar celana dalam. Jumlah daleman sedikit itu menyebabkan ia mendapat surat cinta dari tukang laundry.

Blog

Continue reading

Menjajal Jualan (Diri) di Udara, Dengan Diskon Mengejutkan!

Studio

“Kamu diterima sebagai penyiar di sini, tetapi harus mengikuti tahapan-tahapan pelatihan yang disyaratkan.” Mendapat pernyataan tersebut, gue seperti orang yang baru saja mendapat hadiah kejutan puluhan juta rupiah. Saking senangnya, gue mengelilingi kota menyanyikan lagu-lagu kemenangan. Setiap hal yang gue temui di jalan waktu itu, tampak menyenangkan. Pohon dan bunga sepanjang jalan, gedung-gedung, poster, biru langit, seakan sedang memberi selamat ke gue. Bahkan angkot yang asal berhenti, motor main serobot, pejalan kaki nyebrang sembangaran, sama sekali gak mengusik kesenangan hati gue.

Continue reading

Dokter Yang Baik Buat Anak?

Al ZH

Bagi seorang saya, pertanyaan tentang dokter yang baik seperti apa tak beda halnya dengan tempat nongkrong yang asik di mana: soal kebutuhan dan kondisi. Setelah punya anak, saya dan istri sering mendapat pertanyaan tersebut, juga kadang mendapat broadcast message dari orang tua baru yang butuh saran tentang dokter anak.

Semua dokter anak baik, yang gak baik itu penculik anak. Tapi dokter terbaik dari yang terbaik untuk anak itu adalah orang tua–dan, ini tidak mudah memang. Continue reading

Tips: Menghindari Penipuan Lowongan Kerja

Ketika kau menemukan tips di laman blog ini, itu artinya keajaiban sedang terjadi. Sebab keajaiban adalah hal yang jarang-jarang dijumpai. Begitu juga dengan kesialan. Saya menulis ini karena hal terakhir, dialami orang terdekat saya.

Baru-baru ini kawan saya dan adik saya hampir kena tipu panggilan wawancara kerja yang kurang lebih menggunakan modus serupa. Bedanya, kawan saya dipanggil dari Nusa Tenggara Barat ke Sangatta, Kalimantan Timur, sementara adik saya dari Balikpapan ke Jakarta.

Tidak sulit saya membuktikan kecurigaan bahwa itu adalah penipuan. Saya cek di alamat email; hrd@vico.zz.vc dan pt.indofoodtbk@yandex.com. Itu adalah alamat email kampret! Continue reading

Basa-Basi Bahasa

Berkat cuti beberapa hari, saya jadi tahu ada acara Trans TV yang namanya basa basi—bahas sana bahas sini—yang dipandu oleh Cici Panda. Dan, saya juga baru tahu kalau jerawat Cici Panda yang tumbuh di antara dagu dan mulutnya cukup besar sehingga bedak cukup kesulitan menutupinya.

Yang menarik perhatian saya adalah bahasannya soal parenting, yaitu memahami anak yang terlambat bicara, dengan bintang tamu—saya lupa namanya karena artis tersebut gak begitu laku lagi. Continue reading

Asumsi vs Anak Kecil

Guru terbaik mengajarkan kita tentang cara hidup dari tidak tahu menjadi tahu, dari kesalahan menjadi pelajaran untuk diperbaiki selanjutnya, sekaligus dari sedikit tahu menjadi sok tahu: yang terakhir adalah jebakan yang membuat seseorang suka berasumsi dan berpikiran sempit. Orang menyebut guru terbaik tersebut adalah pengalaman.

Saya tergelitik dengan asumsi dan keangkuhan ego yang lahir dari pengalaman. Continue reading