Guru vs Murid atau Benar vs Salah?

conflictgambar dari: sini

Seorang kepala sekolah dipenjara selama tiga bulan karena membiarkan gurunya terus berselisih dengan murid: guru kerap menampar murid dan murid kerap mengancam keselamatan guru di luar sekolah. Petugas kebersihan sekolah tersebut  yang begitu sayang sama kepala sekolah, mendatangi kantor polisi—meminta dirinya ditukar dengan kepala sekolah. “Biarlah saya yang dipenjara, Pak Polisi,” pintanya memelas, seakan-akan dia meminta sesuatu yang menguntungkan dirinya. Continue reading

Menyapih Pakai Hati Dengan Hati-Hati

ZA

Anak adalah suara, warna, dan rasa yang lebih kompleks dari sekadar apa yang bisa dikenali oleh panca indera. Ia mampu membuat orang tuanya: senang sekaligus sedih, kuat sekaligus lemah, berwibawa sekaligus berantakan, sabar sekaligus emosian, kenyang sekaligus lapar, segar sekaligus ngantuk, cakap sekaligus jelek, rajin sekaligus malas. Anak jualah yang mengajarkan gue arti menyayangi orang tua dengan tulus, dan mengingatkan gue untuk terus meminta maaf terhadap orang tua yang perjuangannya membesarkan tak pernah bisa dibalas. Anak itu sungguh luar biasa. Bahkan menghentikan kebiasaan bujang gue tidur telanjang hanya berbalut selimut, karena gue khawatir anak mengira ada batang mainan yang bisa ditarik dan dipindah posisi-kan. Horor! Continue reading

Selingkuh Itu Indah?

Selingkuh itu indah bagi pelakunya–pelaku yang belum sadar kalau ternyata selingkuh itu tidaklah indah. Bagaimana mau indah, kalau orang pertama melakukannya berawal dari ketidakbahagiaan dia dengan pasangan resminya dan si orang ketiga menjalaninya dengan perasaan tidak diperlakukan adil. Terlebih, mereka menjalani hubungan itu secara diam-diam daradubidam dagdigdug!

Si orang ketiga merasa tidak adilnya di bagian mana? Well. Orang pertama punya pasangan, lalu menjalin hubungan dengan si orang ketiga. Artinya si orang pertama mendua alias punya dua kekasih. Sementara si orang ketiga tidak boleh melakukan hal yang sama–mendua–kecuali siap diberi sumpah serapah dan dituding tidak setia. What the…hah? Continue reading

Layang-Layang Kesepian

Sebuah layang-layang berwarna kuning dan hijau mendarat pelan di atap mobil, mengejutkan anak kecil di dalam diri gue. Sejenak gue menahan diri, celingak celinguk mencari anak-anak kecil yang sebenarnya mengejar layangan dan merebutnya dengan beringas dan bau keringat!

Mata kiri gue gak menemukan satu sosok anak kecilpun, begitu juga dengan mata kanan gue. Lalu gue membiarkan anak kecil di dalam diri gue mendekati layangan itu dan mengambilnya tanpa ragu. Memang rezeki anak gak soleh ini mah, kata gue dalam hati. Continue reading

Model Gagal Kena Kutukan!

Sebenarnya gue pengin malu menampilkan (lagi) foto-foto di bawah ini, karena sepertinya gue memang punya malu. Tapi kadarnya sedikit. Tapi malu ya malu. Tapi gak malu-malu amat sih. Tapi malu. Tapi….somebody stop me, please.

Foto hasil jepretan Agus Hafi yang dia share 4 tahun lalu itu tiba-tiba dimunculkan oleh fitur memorinya facebook–sontak gue bilang, “ini kekhilafan masa lalu!”

FB_IMG_1461218921586 Continue reading

Lelaki Ganteng dan Tas Cantik Dalam Jinjingannya

Lelaki itu melakukan perjalanan jauh dari tengah indonesia menuju timur indonesia, untuk suatu pekerjaan yang gak penting-penting amat, selama 5 hari. Tak banyak barang yang dibawanya. Hanya dua tas: satu tas punggung berisikan laptop dan satu tas bibir berisikan pakaian, perlengkapan mandi dan tiga lembar celana dalam. Jumlah daleman sedikit itu menyebabkan ia mendapat surat cinta dari tukang laundry.

Blog

Continue reading

Menjajal Jualan (Diri) di Udara, Dengan Diskon Mengejutkan!

Studio

“Kamu diterima sebagai penyiar di sini, tetapi harus mengikuti tahapan-tahapan pelatihan yang disyaratkan.” Mendapat pernyataan tersebut, gue seperti orang yang baru saja mendapat hadiah kejutan puluhan juta rupiah. Saking senangnya, gue mengelilingi kota menyanyikan lagu-lagu kemenangan. Setiap hal yang gue temui di jalan waktu itu, tampak menyenangkan. Pohon dan bunga sepanjang jalan, gedung-gedung, poster, biru langit, seakan sedang memberi selamat ke gue. Bahkan angkot yang asal berhenti, motor main serobot, pejalan kaki nyebrang sembangaran, sama sekali gak mengusik kesenangan hati gue.

Continue reading