Papa Mingguan

“Selamat ulang tahun yang ke seminggu, dedek Al.” ucap selamat istri gue sembari mengecup pipi si kecil.

“Seminggu kok ulang tahun? Selamat ulang minggu dong harusnya, dik?” sanggah gue.

“Biarin aja, Mas. Yang penting kan ucapan selamatnya.”

Kalimat wanita banget itu membuat gue harus mengiyakan saja, “selamat ulang tahun seminggu, dedek Al.” ucap gue juga, sebagai pemenuhan keinginan wanita yang harus dimengerti. :P Continue reading

Pemadam Listrik Negara

 

Jumlah celana dalam gue, sepertinya gak seberapa banyak dibandingkan jumlah pemadaman listrik dalam setiap bulannya. Wajar banyak orang menyebut PLN sebagai ‘Pemadam Listrik Negara’ bukan sebagai Perusahaan Listrik Negara. Tapi apapun itu, gue menghargai usaha-usaha baru dari PLN untuk lebih melayani masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan kelistrikan. Gue suka dengan slogan baru PLN; Bekerja, Bekerja, Bekerja. Itu lebih bagus dari semboyan lama yang hanya mengandalkan kebagusan dari sebuah kalimat; Listrik untuk kehidupan yang lebih baik. Continue reading

Customer Apeubanget

Di sebuah toko elektronik, terjadi perbincangangan sengit antara [calon] pembeli tengil dengan penjaga toko dekil.

“Ada charger laptop, Mas?”

“Banyak. Nyari charger untuk laptop apa?”

“HP, Mas. Charger saya tuh kebakar, gak bisa dipake lagi. Jadinya harus beli baru gitu. Tau kenapa, Mas?”

“Gak tau.”

“Jadi gini, akhir pekan lalu di komplek saya mati lampu. Gak lama kemudian nyala kembali. Pas nyala kembali itu, entah kenapa arus listrik tinggi banget, charger laptop dan TV saya kebakar, soalnya lupa dicabut saat mati lampu. Tetangga-tetangga saya juga mengalami masalah yang sama. Bahkan ada yang kulkas dan ACnya kebakar. Serem banget, kan? Dan tau apa yang terjadi setelah itu?”

“GAK MAU TAU!!!”

“Pokoknya waktu itu komplek kami rame banget. Para tetangga pada ribut, kecuali rumah belakang–rumahnya belum ada penghuni. Kalo saya sih gak ribut, hanya terus berdoa aja semoga ada niat baik dari PLN, terus barang-barang rusak kami diganti. Tapi… kalo semua diganti, penjual kehilangan kesempatan jual lebih banyak sih. Kalo gak diganti kan pasti pada beli baru, atau sekedar diperbaiki. Hmmm… kayak saya sekarang, gak akan deh ke sini kalo semua barang rusak diganti baru sama PLN. Gimana menurut Mas tentang masalah seperti itu?”

“JADI BELI CHARGER APA ENGGAK?!” *banting meja*

Continue reading

Generasi Baru

Jika diibaratkan laut dan pantai untuk sedih dan kebahagiaan, kita sebut saja air laut berbentuk ombak adalah air mata haru dan kesedihan adalah tulisan di atas pasir pinggir pantai.

Hari Selasa, 15 Juli 2014, Jam 13:50, telah lahir putra pertama kami, dengan berat 3,8kg dan panjang 49cm (panjang karena diukurnya sambil tiduran), di Rumah Sakit Restu Ibu, Balikpapan.  Sungguh berat badan seorang bayi yang membuat mama-nya harus berjuang lebih dan mengalami bentuk perut super mancung.

Continue reading

Malaikat Pencabut Ego

Kobaran semangat melaju di atas roda, mengitari kota dari ujung hingga ujung, mendatangi toko-toko yang ingin kami tuju. Gue dan istri semacam orang habis dapet bonus di saat mall sedang membuka diskon besar-besaran, kami semangat sekali untuk berbelanja pakaian. Bedanya, kali ini kami sedang mencari pakaian untuk calon anak yang tinggal hitungan hari akan terlahir merekahkan senyum kami, orang tua yang telah menunggunya dari hampir sembilan bulan lalu.

Continue reading

Senandung Rindu; Balikpapan-Jakarta

Larut malam tak sanggup membujuk mata untuk tidur dan mengistrahatkan badan yang seharian sudah mengenyam lelah duduk di ruangan besar super dingin, menemani daun telinga menangkap kalimat panjang lebar dari para pengisi seminar. Adalah jari jemari mengabaikan larut malam, memaksa mata untuk menyaksikan jumlah sepuluhnya mengetik tulisan di halaman pribadi ini. Ya. Gue sedang merindu istri di pulau seberang sana.

Mungkin terdengar lebay. Gue baru meninggalkan rumah kemarin sore, berangkat ke Jakarta, menghadiri seminar pertambangan dua hari dengan beberapa teman kantor. Namun rindu yang membebani pikiran lebih besar dari rindu sebelum-sebelumnya ketika gue tugas keluar kota dengan jumlah hari lebih lama dari sekarang. Gimana tidak? Istri yang gue tinggal di rumah dalam kondisi hamil. Oh. Bukan itu saja. Kurang dari tiga minggu lagi, wanita terhebat yang pernah gue miliki itu, akan melahirkan buah hati kami. *menangis sekaligus tersenyum*

Continue reading

Menjelang Sewindu; Karya-Karya Valiant Budi Yogi

Sebenarnya gue pengen nulis tentang karya-karya seorang Valiant Budi adalah ketika dia genap satu dekade berkarya, atau minimal sewindu. Ah, tapi itu lama sekali, harus menunggu setahun lagi. Keburu gue jadi kakek-kakek yang tak sanggup lagi mengetik panjang dan memiliki kata segudang keranjang.

Tujuh tahun sudah Bang Valiant menjalani karir menulis. Jika diibaratkan bekerja di sebuah perusahaan, dan itu sky rabbit cabang Arab, tentu itu adalah waktu yang teramat panjang. Haha.

Gue salut dengan karya-karyanya Bang Valiant, karena di setiap buku yang dikeluarin selalu memiliki warna yang berbeda-beda. Bukan sebuah karya monoton yang begitu-begitu saja. Yang menarik adalah cara dia menyikapi masalah yang ada di dalam cerita, baik fiksi maupun non fiksi, selalu dengan cara yang memaksa bibir harus merekahkan senyum-tawa walaupun kisahnya tragis, yang seharusnya ditanggapi dengan derai air mata dan perut mengembang-kempis.

Continue reading