Antara Gue, Istri, Dedek Al, Nenek-nya Al, Si Mbah-nya Al, dan Hari Kedua Lebaran 1435H, Tepatnya Tanggal 29 Juli 2014 [kemarin malam]

Kemarin malam, keluarga yang tinggal bersama Mbah-nya Dedek Al pada keluar kota. Di rumah hanya ada Mbah-nya Dedek Al dan tiupan angin dari setiap celah rumah. Jadi, kami–gue, istri, dedek Al, dan Neneknya yang dari Bima tidur di sana, menemani Si Mbah. (mbulet yah, ada Mbah ada Nenek.) Biarin!

Berhubung rumah si Mbah pinggir jalan ramai, ribut suara kendaraan, sukseslah Dedek Al susah tidur dan kagetan selama di sana. Tadi malam pas kembali ke kontrakan, gue pikir Dedek Al akan tertidur pules. Ternnyata gak, dia sedikit rewel, gak seperti biasanya. Pup, kencing, muntah, lebih banyak dari biasanya.

Jadi, gue dan istri kurang tidur banget. Continue reading

Papa Mingguan

“Selamat ulang tahun yang ke seminggu, dedek Al.” ucap selamat istri gue sembari mengecup pipi si kecil.

“Seminggu kok ulang tahun? Selamat ulang minggu dong harusnya, dik?” sanggah gue.

“Biarin aja, Mas. Yang penting kan ucapan selamatnya.”

Kalimat wanita banget itu membuat gue harus mengiyakan saja, “selamat ulang tahun seminggu, dedek Al.” ucap gue juga, sebagai pemenuhan keinginan wanita yang harus dimengerti. :P Continue reading

Pemadam Listrik Negara

 

Jumlah celana dalam gue, sepertinya gak seberapa banyak dibandingkan jumlah pemadaman listrik dalam setiap bulannya. Wajar banyak orang menyebut PLN sebagai ‘Pemadam Listrik Negara’ bukan sebagai Perusahaan Listrik Negara. Tapi apapun itu, gue menghargai usaha-usaha baru dari PLN untuk lebih melayani masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan kelistrikan. Gue suka dengan slogan baru PLN; Bekerja, Bekerja, Bekerja. Itu lebih bagus dari semboyan lama yang hanya mengandalkan kebagusan dari sebuah kalimat; Listrik untuk kehidupan yang lebih baik. Continue reading

Customer Apeubanget

Di sebuah toko elektronik, terjadi perbincangangan sengit antara [calon] pembeli tengil dengan penjaga toko dekil.

“Ada charger laptop, Mas?”

“Banyak. Nyari charger untuk laptop apa?”

“HP, Mas. Charger saya tuh kebakar, gak bisa dipake lagi. Jadinya harus beli baru gitu. Tau kenapa, Mas?”

“Gak tau.”

“Jadi gini, akhir pekan lalu di komplek saya mati lampu. Gak lama kemudian nyala kembali. Pas nyala kembali itu, entah kenapa arus listrik tinggi banget, charger laptop dan TV saya kebakar, soalnya lupa dicabut saat mati lampu. Tetangga-tetangga saya juga mengalami masalah yang sama. Bahkan ada yang kulkas dan ACnya kebakar. Serem banget, kan? Dan tau apa yang terjadi setelah itu?”

“GAK MAU TAU!!!”

“Pokoknya waktu itu komplek kami rame banget. Para tetangga pada ribut, kecuali rumah belakang–rumahnya belum ada penghuni. Kalo saya sih gak ribut, hanya terus berdoa aja semoga ada niat baik dari PLN, terus barang-barang rusak kami diganti. Tapi… kalo semua diganti, penjual kehilangan kesempatan jual lebih banyak sih. Kalo gak diganti kan pasti pada beli baru, atau sekedar diperbaiki. Hmmm… kayak saya sekarang, gak akan deh ke sini kalo semua barang rusak diganti baru sama PLN. Gimana menurut Mas tentang masalah seperti itu?”

“JADI BELI CHARGER APA ENGGAK?!” *banting meja*

Continue reading

Generasi Baru

Jika diibaratkan laut dan pantai untuk sedih dan kebahagiaan, kita sebut saja air laut berbentuk ombak adalah air mata haru dan kesedihan adalah tulisan di atas pasir pinggir pantai.

Hari Selasa, 15 Juli 2014, Jam 13:50, telah lahir putra pertama kami, dengan berat 3,8kg dan panjang 49cm (panjang karena diukurnya sambil tiduran), di Rumah Sakit Restu Ibu, Balikpapan.  Sungguh berat badan seorang bayi yang membuat mama-nya harus berjuang lebih dan mengalami bentuk perut super mancung.

Continue reading

Malaikat Pencabut Ego

Kobaran semangat melaju di atas roda, mengitari kota dari ujung hingga ujung, mendatangi toko-toko yang ingin kami tuju. Gue dan istri semacam orang habis dapet bonus di saat mall sedang membuka diskon besar-besaran, kami semangat sekali untuk berbelanja pakaian. Bedanya, kali ini kami sedang mencari pakaian untuk calon anak yang tinggal hitungan hari akan terlahir merekahkan senyum kami, orang tua yang telah menunggunya dari hampir sembilan bulan lalu.

Continue reading