Amazing Seller Yang Bikin Garuk Kepala

Teringat pesan ibu sewaktu saya masih kecil, “Jangan berlama-lama di depan cermin, tidak baik. Dan, jangan sering-sering bercermin, juga tidak baik.” Sisi tidak baiknya tidak pernah dijelaskan lebih lanjut hingga saya berperut buncit seperti yang tidak kalian lihat ini. Mungkin nasihat itu sama membingungkannya dengan peringatan kalau sering foto-foto akan mengurangi umur. Hingga akhirnya saya menyadari sendiri kenapa bercermin lama-lama itu tidak baik, ternyata karena membuat kita bikin bingung diri sendiri. Continue reading

Puasa Media Sosial

Setelah delapan tahun berkutat di dunia media sosial, akhirnya saya bisa tidak bergantung lagi dengan keasikannya. Jujur, delapan tahun saya tidak melepaskan diri seharipun dengan media sosial meskipun saat berada di hutan yang susah sinyal sekian tahun silam. Waktu itu, saya bela-belain jalan kaki ke tanah lapang yang memunculkan seberkas cahaya harapan adanya sedikit sinyal demi bermedia sosial ria. Dari zamannya Friendster, Plurk, terus pindah ke Facebook, Twitter, Instagram, Path dan lainnya. Continue reading

Arus Balik

Setiap orang akan merasa aneh kalau dirinya sedang berlaku sebagai penjual namun orang-orang di sekitar menganggapnya sebagai pembeli. Nawarin bedak ke orang lain, eh orang itu nawarin tepung ke kita. Gak beda halnya dengan saya yang beberapa hari lalu mengupload CV di linkedin, bukannya ditawarin kerjaan, malah diserang sama pencari kerjaan–tak terkendali. Tobat deh. Continue reading

Lingkaran Setan (Tambang) Mineral Logam

sumber gambar: www.esdm.go.id

Kehebohan isu tarik ulur kelonggaran sekaligus larangan mengekspor mineral mentah antara pemerintah dan pihak perusahaan pertambangan, semacam menonton dua wanita muda berkelahi di depan kelas merebut buku berharga–saling menarik sekuat tenaga tetapi sama-sama tidak menginginkan buku tersebut sampai robek. Kalau pemerintah terlalu saklek mengenai pelarangan ekspor mineral mentah selalu muncul ancaman kekhawatiran berupa operasi pertambangan terhenti yang berdampak pada terganggunnya stabilitas ekonomi daerah setempat hingga nasional dan kekhawatiran terlalu banyaknya jumlah tenaga kerja yang bakal mengalami pemutusan hubungan kerja. Haruskah kita terus khawatir seperti itu? Tidakkah berlebihan jika kekhawatiran demikian terus terjadi? Haruskah kekhawatiran melemahkan Undang-Undang yang mengatur peningkatan nilai mineral dalam negeri? Haruskah kita terus berada di dalam lingkaran setan ini? Haruskah saya menulis berlembar-lembar, isinya hanya pertanyaan? Oke, cukup.
Continue reading

Baby Traveler Seakan-akan

Saya tidak mau bilang kalau Alastair itu masuk golongan Baby Traveler, karena saya bukanlah traveler. Istri juga bukanlah traveler meski dulu dia tukang jalan. Belakangan kami tidak terlalu banyak jalan-jalan. Kalau nanti, bisalah lebih sering lagi. Kami hanyalah tukang putar-keliling dalam kota yang tingkat keseringannya per-minggu melebihi jumlah film Indonesia yang diperankan oleh Reza Rahadian. Continue reading

Semau Gue

Kalau ada laki-laki yang bilang mengurus anak itu gampang apalagi berani mengatakan bahwa perempuan sekaligus ibu banyak drama dalam mendampingi anak, berarti laki-laki macam begitu pantas disunat tiga kali. Sunat pertama secara prosedural lewat mantri/dokter, sunat kedua pakai kapak, sunat ketiga pakai sembilu. Tidak gampang bukan berarti tidak menyenangkan, konteksnya bukan itu.  Continue reading

Kejanggalan Iklan Rokok

Saat menonton televisi, melintasi jalan kota dan kampung, membaca media cetak, banyak iklan yang awalnya saya tidak mengerti produk apa yang sedang dipromosikan, sampai akhirnya saya jadi mengerti kalau produk tersebut ternyata rokok–hanya karena adanya pesan peringatan kesehatan. Lalu muncul pertanyaan besar di kepala saya, “perlukah dimunculkan pesan peringatan di iklan rokok yang sudah punya batasan-batasan itu?”

Mari kita melihatnya dari berbagai sudut pandang. Tapi sebelum meneruskan membaca, tolong pastikan bahwa anda sudah memakai celana dalam dan menaikkan resleting. Oh iya, yang paling penting, jangan lupa membayar utang. Continue reading

Oleh-Oleh Dari Kalimantan Selatan

zia-banjar

Dari Kintap, terus, putar balik di Pasar Sungai Danau, lurus sedikit, kemudian belok kiri, terus lagi sampai melewati sekolah dasar, belok kanan, kemudian belok kanan lagi, berhenti di bawah pohon cherry liar atau kersen. Berasa sedang menyamar menjadi kepala daerah yang doyan blusukan, padahal saya dan tim sedang mencari rumah katering untuk melakukan penilaian semesteran.  Continue reading

Bahagia Dengan Cara Hidup Anak Kecil

Dua orang remaja sekira umur tiga belas tahun melaju di atas roda dua melintasi jalur melingkar jalan gunung malang, Balikpapan. Gaya miringnya melewati tikungan tajam seolah-olah mereka jagoan jalanan yang sudah hafal mati dengan teknik berkendara lincah dan berkemampuan menghitung celah dan pergerakan kendaraan lain yang luar biasa. Saat mereka berada sekira seratus meter sebelum pintu gerbang Yova Supermarket, sebuah sepeda motor keluar dari tempat perbelanjaan tersebut tanpa ragu karena melihat kendaraan di kiri dan kanan masih cukup jauh. Saya yang membuntuti dua anak remaja tadi, mengira mereka akan mengurangi kecepatan untuk memberi kesempatan sampai motor yang keluar tadi benar-benar selesai memotong jalan. Dugaan saya meleset, tak sedikitpun mereka mengurangi kecepatan–entah karena tiba-tiba sembelit atau karena tangan kanannya lengket dengan gas sekaligus kaku tak bisa bergerak lagi akibat kebanyakan megang tissue magic–akhirnya dia menabrak ban depan motor yang sedang keluar, hingga motor mereka terbanting hebat dan mereka berdua terlempar dan terseret bersama percikan api yang dihasilkan gesekan besi motor dan aspal. Segera mereka berlari ke pinggir jalan, nampaknya takut terlindas kendaraan lain, air mukanya begitu kepanikan hingga lupa dengan kehebatannya yang sok itu. “Kasihan orang tuanya,” kata istri saya dari bangku depan kiri tanpa menghadap ke arah saya. Continue reading