My First Book – By Alastair

Saya baru benar-benar menyadari, kalau Pekerjaan Rumah (PR) yang diberikan guru kepada anak murid–sesungguhnya bukan bertujuan mengurangi jatah mainnya anak di luar jam sekolah, melainkan bertujuan untuk melibatkan orang tua secara aktif terhadap proses pendidikan anaknya sekaligus untuk mendekatkan anak dan orang tua dalam proses belajar dan bermain bersama, selalu.

Minggu lalu, guru kelompok bermainnya Alastair memberikan PR untuk membuat foto bercerita dengan tema My First Book. Alastair harus bercerita tentang dirinya, kesehariannya, dan orang tuanya. Bagaimana mungkin anak sekecil itu mampu membuat cerita? Tentu, itu PR yang ditujukan untuk orang tuanya–saya dan istri–supaya menulis dari sudut pandang Alastair. Ini yang membuat saya sadar tentang pernyataan saya di awal tentang PR.

Saya mengambil beberapa foto yang saya sisipkan di paragaraf terkait–tetapi di postingan blog ini, saya menyatukan semua foto yang saya gunakan di buku kecil yang sudah dijilid dan dikumpulkan ke gurunya Alastair itu, supaya tidak kepanjangan. Berikut sepenggal kisahnya Alastair: Continue reading

Kabinet Baru, Harapan Baru

offshore

Seperti sekumpulan awan yang sedang bergerak menuju satu titik temu lalu menuai mendung yang akhirnya menghasilkan hujan, seperti itulah saya melihat pergerakan sektor pertambangan mineral dan batu-bara belakangan ini. Terkadang khawatir dengan semakin merosotnya nilai komoditas, namun saya berharap yang turun adalah hujan rahmat, bukan hujan badai. Meski ada kekhawatiran, optimisme masih lebih kuat, karena saya melihat semacam ada rencana besar dari pemerintah yang belum begitu dimunculkan secara gamblang ke publik terkait dengan pemaksimalan sumber daya alam berupa mineral dalam negeri. Continue reading

Pajak Bersajak: Mempertahankan Kepentingan Nasional Republik Indonesia

pajak

“Berkenaan dengan telah diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 101/PMK.010/2016 tanggal 27 Juni 2016 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PMK-101/2016), dengan ini kami sampaikan besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Untuk menghitung Pajak Penghasilan Karyawan dan Perorangan Tahun Pajak 2016 mengalami penyesuaian seperti di tabel terlampir. Ketentuan mengenai penyesuaian besarnya PTKP tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2016. Oleh karena itu akan ada penyesuaian perhitungan PPh21 Masa Januari sampai dengan Juni 2016 yang menyebabkan lebih bayar. Kelebihan pembayaran pajak ini akan dikompensasikan ke perhitungan PPh21 Masa Juli 2016 pada saat pembayaran gaji periode Juli 2016.” Saya kegirangan ketika mendapat blast email berupa memo tersebut dari kantor pusat. Gajian (tambahan) akhir bulan Juli kemarin berasa seperti karyawan yang baru mendapat promosi jabatan, nilainya lumayan, bisa buat beli rambak untuk makan siang selama setahun bahkan lebih.  Continue reading

Perusahaan Impian

Sebuah truk melaju kencang dengan kecepatan yang sulit diperkirakan dengan nalar biasa, entah apa yang sedang ia kejar sekaligus ia hindari. Sementara seorang ibu yang entah ke mana arah tujuannya–berusaha melindungi anak kecil di gendongannya dengan menutupi anaknya dengan ujung kerudung lusuhnya–terus berjalan tanpa peduli dengan truk mana yang telah menghasilkan debu sebegitu rupa, juga tidak peduli dengan keberadaanku yang menatapnya dari seberang jalan. Continue reading

Guru vs Murid atau Benar vs Salah?

conflictgambar dari: sini

Seorang kepala sekolah dipenjara selama tiga bulan karena membiarkan gurunya terus berselisih dengan murid: guru kerap menampar murid dan murid kerap mengancam keselamatan guru di luar sekolah. Petugas kebersihan sekolah tersebut  yang begitu sayang sama kepala sekolah, mendatangi kantor polisi—meminta dirinya ditukar dengan kepala sekolah. “Biarlah saya yang dipenjara, Pak Polisi,” pintanya memelas, seakan-akan dia meminta sesuatu yang menguntungkan dirinya. Continue reading

Menyapih Pakai Hati Dengan Hati-Hati

ZA

Anak adalah suara, warna, dan rasa yang lebih kompleks dari sekadar apa yang bisa dikenali oleh panca indera. Ia mampu membuat orang tuanya: senang sekaligus sedih, kuat sekaligus lemah, berwibawa sekaligus berantakan, sabar sekaligus emosian, kenyang sekaligus lapar, segar sekaligus ngantuk, cakap sekaligus jelek, rajin sekaligus malas. Anak jualah yang mengajarkan gue arti menyayangi orang tua dengan tulus, dan mengingatkan gue untuk terus meminta maaf terhadap orang tua yang perjuangannya membesarkan tak pernah bisa dibalas. Anak itu sungguh luar biasa. Bahkan menghentikan kebiasaan bujang gue tidur telanjang hanya berbalut selimut, karena gue khawatir anak mengira ada batang mainan yang bisa ditarik dan dipindah posisi-kan. Horor! Continue reading

Selingkuh Itu Indah?

Selingkuh itu indah bagi pelakunya–pelaku yang belum sadar kalau ternyata selingkuh itu tidaklah indah. Bagaimana mau indah, kalau orang pertama melakukannya berawal dari ketidakbahagiaan dia dengan pasangan resminya dan si orang ketiga menjalaninya dengan perasaan tidak diperlakukan adil. Terlebih, mereka menjalani hubungan itu secara diam-diam daradubidam dagdigdug!

Si orang ketiga merasa tidak adilnya di bagian mana? Well. Orang pertama punya pasangan, lalu menjalin hubungan dengan si orang ketiga. Artinya si orang pertama mendua alias punya dua kekasih. Sementara si orang ketiga tidak boleh melakukan hal yang sama–mendua–kecuali siap diberi sumpah serapah dan dituding tidak setia. What the…hah? Continue reading

Layang-Layang Kesepian

Sebuah layang-layang berwarna kuning dan hijau mendarat pelan di atap mobil, mengejutkan anak kecil di dalam diri gue. Sejenak gue menahan diri, celingak celinguk mencari anak-anak kecil yang sebenarnya mengejar layangan dan merebutnya dengan beringas dan bau keringat!

Mata kiri gue gak menemukan satu sosok anak kecilpun, begitu juga dengan mata kanan gue. Lalu gue membiarkan anak kecil di dalam diri gue mendekati layangan itu dan mengambilnya tanpa ragu. Memang rezeki anak gak soleh ini mah, kata gue dalam hati. Continue reading