Oleh-Oleh Dari Kalimantan Selatan

zia-banjar

Dari Kintap, terus, putar balik di Pasar Sungai Danau, lurus sedikit, kemudian belok kiri, terus lagi sampai melewati sekolah dasar, belok kanan, kemudian belok kanan lagi, berhenti di bawah pohon cherry liar atau kersen. Berasa sedang menyamar menjadi kepala daerah yang doyan blusukan, padahal saya dan tim sedang mencari rumah katering untuk melakukan penilaian semesteran.  Continue reading

Bahagia Dengan Cara Hidup Anak Kecil

Dua orang remaja sekira umur tiga belas tahun melaju di atas roda dua melintasi jalur melingkar jalan gunung malang, Balikpapan. Gaya miringnya melewati tikungan tajam seolah-olah mereka jagoan jalanan yang sudah hafal mati dengan teknik berkendara lincah dan berkemampuan menghitung celah dan pergerakan kendaraan lain yang luar biasa. Saat mereka berada sekira seratus meter sebelum pintu gerbang Yova Supermarket, sebuah sepeda motor keluar dari tempat perbelanjaan tersebut tanpa ragu karena melihat kendaraan di kiri dan kanan masih cukup jauh. Saya yang membuntuti dua anak remaja tadi, mengira mereka akan mengurangi kecepatan untuk memberi kesempatan sampai motor yang keluar tadi benar-benar selesai memotong jalan. Dugaan saya meleset, tak sedikitpun mereka mengurangi kecepatan–entah karena tiba-tiba sembelit atau karena tangan kanannya lengket dengan gas sekaligus kaku tak bisa bergerak lagi akibat kebanyakan megang tissue magic–akhirnya dia menabrak ban depan motor yang sedang keluar, hingga motor mereka terbanting hebat dan mereka berdua terlempar dan terseret bersama percikan api yang dihasilkan gesekan besi motor dan aspal. Segera mereka berlari ke pinggir jalan, nampaknya takut terlindas kendaraan lain, air mukanya begitu kepanikan hingga lupa dengan kehebatannya yang sok itu. “Kasihan orang tuanya,” kata istri saya dari bangku depan kiri tanpa menghadap ke arah saya. Continue reading

Kenapa Saya Harus Kaya?

air-surga

Hidup berkelimpahan, kaya raya, adalah hak semua umat manusia. Untuk mendapatkan hak, tentu kita harus memenuhi kewajiban-kewajiban–salah satunya dengan bertindak mewujudkan mimpi-mimpi, tak peduli siang malam penuh peluh keringat, usaha dan doa harus senantiasa terjaga pada tingkat tertinggi. Tidak terkecuali saya yang suka kentut sembarangan ini, punya hak dan kewajiban yang sama. Continue reading

Pemurnian Mineral Dalam Negeri, Jangan Dikasih Kendor!

process-plant-pt-amman-mineral

Setelah diadakannya siaran pers pada tanggal 2 November 2016 lalu, banyak seliweran berita tentang perubahan nama tambang emas-tembaga bergengsi yang beroperasi di Sumbawa Barat–dari PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) resmi menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT)–setelah tambang tersebut beroperasi penuh selama enam belas tahun terakhir. Lalu saya melempar jokes ini ke salah satu kawan, “Tambang Batu Hijau saja sudah berganti nama berganti pemilik, sementara kamu masih sibuk dengan hatimu mencari pemilik baru setelah ditinggal mantan selagi sayang-sayangnya?” Lalu si kawan itu melempar balik kata Setan dengan mulutnya persis di depan hidung saya. Continue reading

Suzuki, Berinovasi dan Menginspirasi

Tak terasa sepuluh tahun sudah berlalu, saya mengambil alih tanggungjawab mengurusi adik saya—Iwan—yang terpisah dengan ibu semenjak usianya sekira enam bulan. Tahun 2006 silam dia lulus SMP, saya minta izin sama bapak untuk menyekolahkannya di STM di kota, berharap lulus sekolah dia bisa mencari kerja sebagai montir. Di tengah jalan saya berubah pikiran, memutuskan untuk membawanya ke Semarang, melanjutkan kuliah di sana. Terjadilah. Tahun 2015 dia wisuda, setelah itu saya ajak ikut tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur. Berasa punya anak yang sudah dewasa, terkadang saya berpikir bahwa saya ini sudah tidak teramat muda lagi. Haha! Continue reading

Penggandaan Sutan Takdir Alisyahbana

Setelah terindikasi mengalami tekanan darah tinggi di usianya yang masih kepala dua, Ibu disarankan dokter untuk mengkonsumsi timun. Kebetulan (bahan) makanan yang dipertanyaakan apakah buah atau sayur tersebut sangat mudah didapat, murah dan bahkan bisa didapati secara cuma-cuma di kampung saya. Tak disangka nyana, ibu terus mengkonumsi timun sebagai makanan favorit–bahkan dijadikan camilan. Manis. Gurih. Krauk–hingga akhirnya, lambung ibu mengalami gangguan hebat. Ibu jatuh sakit. Ia tak dapat mengenali orang. Badannya terkulai lemas di tempat tidur beralaskan tikar berbahan daun pandan.

Entah ada hubungannya atau tidak, ibu jatuh sakit setelah meninggalnya adik saya–Sutan Takdir Alisyahbana–yang baru berumur dua bulan, di tahun 1985. Di tengah sakit yang melandanya, Ibu didatangi Almarhum adik lewat mimpi, katanya. “Ibu, bangun. Jangan sakit lagi,” cerita ibu, menirukan apa yang ia lihat di mimpinya. Saya menyandarkan dagu pada lipatan tangan sendiri, mendengarkan cerita-cerita ibu tentang adik yang tak sedikitpun saya bisa ingat garis mukanya. Saya hanya tahu tentang nisan kuburnya di sebelah kepala Nenek Kisman. Itupun kata ibu, dan ibu yakin hanya berdasarkan dia ingat makamnya Nenek Kisman. Keyakinan ibu terkadang meragukanku. Ibu pernah berhenti mengunjungi makam anaknya itu sekian banyak tahun setelah Ibu cerai dengan Bapak pertengahan tahun 1989. Apakah terjadi tumpang tindih dan pergeseran makam di waktu tersebut, bisa iya bisa tidak. Tapi… semoga itu hanya pikiran kirtis saya saja, dan keyakinan ibu tetap benar sampai kapanpun. Jadi saya bisa mengunjungi makam adik saya (lagi) nanti saat pulang kampung, bersama ibu yang masih saja phobia makan timun. Continue reading

Menerangi Senyum Indonesia

listrik-nasional

Sedang asik menonton film lewat pemutar DVD, saya dikejutkan oleh lampu ruang tamu yang seketika terang benderang tak wajar. Saya tidak bisa menahan mata untuk tidak spontan melempar pandangan ke arah lampu. Baru dua kali saya berkedip, ruangan seketika menjadi gelap gulita. Belum selesai saya mengeluhkan mati lampu, tiba-tiba lampu menyala kembali dengan terang yang masih tak wajar, dan… praaaaaaaaak!   Continue reading

Suara Kertas

Soal penataan dokumen dan buku-buku, saya tergolong orang yang rajin dengan predikat kadang-kadang. Tetapi ketika rajinnya muncul, akan begitu khusuk merapikan apa saja yang bisa dirapikan selama sesuatu itu tampak tanpa melibatkan indera keenam. Buku-buku yang tersimpan dengan urutan beda tinggi pasti saya rombak hingga membentuk susunan seragam, semacam barisan pasukan anti huru-hara yang melakukan simulasi.

Di tengah merapikan dokumen dan buku-buku, saya menemukan notebook ukuran sedang bertuliskan merk obat dengan tinta hijau kusam. Saya membuka buku tersebut memastikan apakah perlu dibuang atau dipertahankan. Saat membuka halaman pertama, saya menemukan coretan tak beraturan yang dibubuhi tinta hitam dan tinta biru–saya pikir tidak perlu disimpan. Toh, saya punya buku tulis yang lebih bagus, pikir saya. Sebelum memutuskan dibuang, saya membuka lembaran kedua dengan tangan kanan, sontak tangan dan mata saya terhenti. Saya menemukan catatan istri saya. “ALASTAIR.” Begitu judul tulisannya. Continue reading

Angin Segar Bagi Dunia Pertambangan

alat-berat-tambang

Pemandangan alat berat tambang parkir nganggur berjejer panjang lebar begini mudah dijumpai di banyak tempat , terutama di seputaran Kalimantan pada akhir 2014 hingga awal 2016. Kondisi tersebut merupakan dampak dari krisis berkepanjangan–harga komoditas batu-bara, meniral, minyak & gas yang merosot sesuka hati. Namun, beberapa bulan terakhir ini muncul angin segar yang mengantarkan harga komoditas merangkak naik meskipun belum mencapai harga semewah tahun 2011-2012. Continue reading

Bincang Keluarga Bareng Anji Manji

anjimanji

Selama ini saya hanya berinteraksi lewat media sosial dengan penyanyi solo yang belum lama mengeluarkan single DIA–yang viewers video klipnya di youtube menembus angka dua puluh juta–ini. Saya menghubunginya sekira seminggu lalu saat melihat baliho, bahwa Manji bakal tampil di Balikpapan. Dia membalas pesan saya dan bersedia ditemui untuk bincang-bincang. Singkat cerita, kami ketemu saat soundcheck, berasa sudah sering ketemu sebelumnya meskipun di awal saya agak kagok. hahaha. Continue reading