Wisata kuliner merupakan salah satu hal yang banyak digemari oleh sebagian banyak mahluk bumi bernama manusia. Jelas. Jalan-jalan, makan-makan. Makan-makan, jalan-jalan. Enak banget dah. Asal jangan makan jalan aja. Itu namanya ciloko. Katanya, untuk memenuhi hal yang satu ini, membutuhkan waktu dan biaya yang gak sedikit *iya gitu?*.
Kalo membutuhkan waktu banyak, gw rasa gak juga. Karena yang namanya wisata kuliner, bisa aja ditelusuri di daerah sendiri. Biaya yang banyak? Tentu gak juga. Berapa banyak tempat kuliner di negeri ini yang menyajikan dan menawarkan makanan dengan harga terjangkau. Soal rasa, gak selalu ditentukan oleh harga. Apalagi kalo ditunjang oleh suasana yang aduhai. Contoh umum aja, seperti warung wedangan/angkringan/hik atau sejenisnya. Banyak tuh yang menggemarinya. Kecuali, wisata kulinernya harus ke luar daerah. Dan harus menjajaki beberapa tempat yang ingin dicoba. Itu beda cerita. Kembali lagi pada pilihan. Read the rest of this entry »
Tulisan ini sudah gw posting di ngerumpi dan notes fesbuk beberapa hari yang lalu. Gw gak nyangka, ternyata mendapat respon yang luar biasa. 60an komen dan 50an jempol. Gak tau kenapa, pengen aja memindahkannya disini. Yah, sekali-kali gak apa-apa diisi dengan coretan kisah dibalik sebuah kesintingan. “Bukan kata maafmu, tapi senyummu yang kupinta bunda”. Seperti itulah judul awal dari tulisan ini. Disini, judul dan isinya sedikit gw edit. Biar lebih enak dibaca.
***
Read the rest of this entry »
Salah satu hal yang gw suka ketika mengalami pegel-pegel, lemah, letih, lesu, *halahhh, malah kayak iklan*, kecapekan, adalah dipijet. Dipijet loh. Dipijet coba. Kebayang kan jari jemari menari lentik dipermukaan kulit. Tssaaahhhh. Kalo udah memasuki daerah tertentu, geli geli gimana gitu. Kata orang arab, “Keri keri keju”. Terkadang, sampe merinding, semriwing. Tapi gw suka. Gak kapok. Bikin ketagihan. Apalagi kalo ada gadis belia umur 20 tahun, dengan mata sayu, rambut terurai sampe pinggang, kulit putih mulus, aromanya wangi, tangannya lembut bak margarine, menawarkan, “Bang, mau neng pijetin gak?”. Beuh. Gak perlu ditawarin, gw pasti akan mohon mohon deh kali itu. Bila perlu, gw jadiin pacar dunia akhirat sekalian. *Ngayal gak tanggung-tanggung* Read the rest of this entry »
What? What the kamsut? Eitsss, jangan berburuk sangka dulu. Judul tinggal judul. Judul hanya sekedar awalan. Mana mungkin gw menodai blog dengan pajangan foto-foto maupun video yang berbau porno dan tidak senonoh. Apalagi yang dipajang sosok tante-tante bugil. Oh tidaaaak. Mendingan majangin foto gw yang lagi gandengan sama Aura Kasih.
Kalo masih gak percaya, silakan di scroll sampe bawah. Gw jamin gak ada video ataupun foto. Termasuk link unduhan. Seperti apakah pemaparan tentang video bugil tante sinting? Mari ikuti jejak perjalanan gw. Read the rest of this entry »
Kebiasaan Sinting merupakan sekelumit kumpulan kebiasaan gw yang buruk, kebiasaan gw yang jorok, kebiasaan gw yang menjijikkan, dan kebiasaan-kebiasaan lain yang tidak beradab. (Kok kayak penjelasan sebuah definisi yah?). Sangat tidak disarankan, dibaca pada saat makan ditengah mimpi indah, pada waktu bercinta, ketika sedang menunaikan ibadah. Apalagi dibaca saat mengendarai sepeda onthel di rel kereta. Sangat, sangat, dan sangat tidak dianjurkan. Gw gak mau tanggung jawab kalo terjadi apa-apa. Gak lucu kan, tiba-tiba ada yang muntah–muntah depan monitor. Atau celaka. Read the rest of this entry »
Sinting masuk kelas? Gw jadi teringat Abri Masuk Desa. Tapi, tak apalah. Daripada Abri Masuk Angin. *apa sih*. Sinting masuk kelas, hanyalah sekedar cerita tentang gw yang ikut training awal tahun kemarin. Seperti biasa, kelakuan gw tetap aja kumat. Walaupun dalam kelas dan dengan orang-orang yang baru gw temui. Training di adakan di daerah Cileungsi. Jl. Narogong. Daerah industri yang jalanannya penuh dengan truk-truk raksasa, perusak jalan. Asli, jalanannya gak banget deh. Gak ada hiburan pula. *dohhh*. Read the rest of this entry »
Akhirnya tahun 2010 nulis dan posting juga. Ini adalah postingan pertama gw di tahun genap sekarang. Setelah hampir setengah bulan bolak-balik sana sini dan sibuk gak jelas. Bisa dikatakan telat sih. Tapi tak mengapalah. Daripada gak sama sekali. Awalan bukan berarti harus di awal tahun atau awal bulan. Namanya juga, awalan sinting. * Makan tong sampah seisinya*
Oh iya. Ini adalah postingan sedikit nyeleneh, saru, Gak jelas, jorok. Hanya di peruntukkan bagi orang-orang yang sudah cukup umur (Baca : 17+). Read the rest of this entry »
31 bukan umur gw pastinya. Masa tampang imut gini udah segitu sih. Kalo emang dah 31 tahun, harusnya gw dah punya anak istri. Lah, aromanya aja belum ada kok. Yah, walaupun sampe saat ini gw belum punya planning untuk merit dan punya anak, di umur segitu nanti, minimal gw dah punya istri. *Loh!!! Kok jadi ngomongin nikah yah*
31 merupakan angka tertinggi dalam hitungan kalender. Jumlahnya pun paling banyak dalam hal akhiran tanggal. Spesial??? Menurut gw, iya!!! Ceritanya kan suka-suka gw. Orang sinting ini he he he. Read the rest of this entry »
Kedengarannya sedikit aneh. Tukang serabutan? Istilah dari mana pula itu. Yang ada, tukang bakso, tukang siomay, tukang gorengan, tukang godain, tukang boong, tukang pijit plus-plus, dan tukang tukang lainnya. Tapi kembali lagi, segala sesuatu di dunia ini, apa saja bisa ada dan bisa terjadi.
Mungkin ada yang pernah menemukan seseorang, entah tetangga, entah temen, entah orang asing yang gak sengaja ketemu, atau siapa saja. Dimana orang tersebut memiliki beberapa profesi, yang kesehariannya ditekuni semua. Misalkan paginya, orang tersebut jadi tukang angkot, sorenya jadi tukang judi, malamnya jadi tukang mabuk dan main perempuan, tengah malamnya jadi tukang mukul istri, lama-lama jadi tukang jualan perhiasan dan harta benda lainnya yang bisa di jual. Eittsss!!! Bukan, bukan, bukan. Bukan itu maksudnya. Kalo itu sih, bukan tukang serabutan namanya, tapi bedebah!!! Yah, walaupun gw ngomongnya ngaco, tapi kejadian seperti itu, gw rasa bukan hal asing lagi untuk di temui. Saking banyaknya. Read the rest of this entry »
Setiap orang memiliki obsesi tersendiri dalam kehidupannya. Yang dimana obsesi tersebut sering muncul akibat lingkungan maupun orang-orang sekitar. Seperti contoh, orang orang yang kesehariannya banyak dihabiskan di lingkungan dan orang orang yang gak jauh dari hal-hal yang berbau fotografi. Dengan sendirinya akan memiliki obsesi yang mendorong keinginannya untuk menjadi fotografer juga. Minimal, jadi ada keinginan untuk memiliki kamera sendiri. *Curhat terselubung*
Contoh lain, orang yang terobsesi untuk menjadi lebih cantik, karena melihat temen-temen disekitarnya jauh lebih cantik. Segala hal yang beraromakan poles memoles wajah dilakukan dengan banyak cara. Dandanan menor, berpakaian wuaahh, yang akhirnya justru jadi aneh, karena gak sesuai dengan karakternya. Misalnya Munaroh (perumpamaan aja), pengen tampil lebih cantik dan ingin menjadi pusat perhatian. Munaroh mengenakan baju warna orange dengan motif kembang kol, bawahannya warna ijo muda, tasnya warna pink bergambar gajah ngesot, rambutnya di cat dengan warna pelangi, plus anting seukuran hulahop. Apa gak pengen muntah tuh ngeliatnya? ha ha ha… *Lebay mampus*. Kalo orangnya emang suka dandan, terus sesuai, pasti enak dipandang. Atau yang dandannya dikarenakan keinginan suami, gak masalah. Tapi, kalo pemaksaan atas rasa iri gitu, gak banget deh!!! Read the rest of this entry »