Emas di Kotoran

Jika kuhitung-hitung, perasaan jijikku lebih banyak ketimbang dosa yang pernah aku perbuat selama hidup–sebanyak itu pula ketidaktenangan menggerogoti sang diri. Sungguh ‘keseringan’ yang tidak berguna.

Sederet teori penenang jiwa telah kumakan lewat bacaan-bacaan dan tontonan-tontonan dan rekaman-rekaman suara. Tak begitu banyak membantu. Tak lebih dari kata sedikit.

Lalu aku melawan rasa jijik yang sudah medarah-daging. Continue reading

ESDM: Harus Konsisten, Bukan ‘Seharusnya’ Konsisten

32Tambang

gambar dari: http://sinarharapan.co/

Pada 28 Januari 2016 lalu, izin ekspor konsentrat PT. Freeport Indonesia (PTFI) kadaluarsa, setelah ekspor bahan mentah bisa mereka jalankan selama 6 bulan terakhir dengan syarat khusus. Nasib PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) sepertinya kurang lebih sama saja. Bahkan operasional PTNNT sekarang jauh lebih woles, kabarnya.

Baru-baru ini PTFI mengirimkan surat permohonan perpanjangan izin ekspor kepada pemerintah, yang kemudian pemerintah mengirim balik surat respon dengan syarat-syarat khusus yang lebih diperketat lagi. Salah dua dari syarat yang harus dipenuhi oleh PTFI tersebut adalah:

- Membayar bea keluar (BK) sebesar 5%, dan

- Men-deposit-kan uang senilai US$ 530 juta. Continue reading

Menatap Jauh Masa Depan

smelter
sumber gambar: di sini

Sejauh ini saya—yang tampang menawan ini—masih melihat sisi kegigihan pemerintah dalam meneruskan semangat pemurnian mineral mentah dalam negeri, mengembangkan strategi ekonomi untuk mendapatkan sebanyak mungkin investor baru, dan sistem peningkatan sumber daya manusia. Meskipun terkadang pemerintah juga menunjukkan keraguan di sisi tertentu dalam menyikapi banyaknya isu pertambangan yang harus ditangani, termasuk skala prioritas dalam membereskan sekelumit masalah di negeri ini. Manusiawi lah, yang penting tidak angkat tangan dan angkat mulut dengan kata menyerah. Continue reading

Pemurnian Harga Diri Bangsa

biggest-gold-mining-companies

“Jika engkau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tapi jika engkau ingin berjalan jauh, jalanlah bersama-sama. – Ratan Tata.”

Ya. Sektor pertambangan Indonesia terus menuai tantangan demi tantangan atas mimpi besarnya menjadikan negeri ini kaya sebagaimana mestinya. Masalah yang tak kunjung selesai adalah pemurnian bahan mentah dilakukan dalam negeri dengan pengharusan adanya smelter—pemerintah lewat aturan mineral dan batu-bara telah menegaskan proses hulu hingga hilir, namun tak sedikit pelaku usaha pertambangan yang masih saja mencoba mencari celah dengan berbagai alasan. Alasan-alasan yang muncul dari pengusaha tersebut, kalau tidak dicermati dengan teliti dari sudut pandang aturan dan kesejahteraan jangka panjang, memang logis, tetapi kalau dikembalikan pada aturan dan mimpi bangsa, sungguh tampak sebagai pembelaan diri belaka. Continue reading

Generasi Bangun Negeri

“Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kecuali buah yang diangkut truk terjatuh karena sopirnya menyetir ngawur—itupun namanya sudah buah-buahan jualan.”

Melanjutkan tulisan saya beberapa waktu lalu mengenai anaknya Teddy Thohir yakni Garibaldi Thohir alias Boy Thohir yang merupakan kakak dari Erick Thohir, yang mana saat ini telah muncul generasi baru dari keluarga Thohir tersebut yang menjadi bahan pembicaraan banyak media. Dia adalah Gamma Abdurrahman Thohir, anak dari Boy Thohir, yang dengan hebatnya menciptakan gerakan perubahan di usia belianya melalui proyek pengadaan PLTA (pembangkit listrik tenaga air) mini menggunakan teknologi microhydro untuk daerah terpencil—Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi. Wow! Continue reading