Tuhan – Aneh?

Setelah usianya menginjak 42 tahun, Tuhan akhirnya ramai diberitakan dan dibicarakan di media sosial.

Awalnya saya melihat KTP Tuhan dari linimasa seorang teman, kemudian saya retweet dan mendapat tanggapan–yang pasti, dipertanyakan keasliannya. Saya pun bertanya demikian. Lalu, muncul-lah tanggapan dari beberapa teman lainnya, dengan melampirkan tautan berita dari detik dan kompas. Ya, ternyata Tuhan itu adalah nama seseorang, benar adanya. Ia lahir dan besar  di Banyuwangi, Jawa Timur.  Continue reading

Jajaran Penambang Kelas Kakap

Indonesia, kekayaannya melimpah pah pah ruah—tentu hal ini sudah menjadi rahasia umum, dunia. Perkumpulan mahluk halus di segala penjuru bumi pun, mungkin tau juga tentang kaya raya-nya negeri ini. Supaya kita tidak sekadar ngomong negara ini kaya, mari kita menilik (((MENILIK))) kekayaan Indonesia dari segi kandungan sumber daya alamnya, seperti minyak & gas, mineral, dan batu-bara.

Siapin kalkulator, please…

Mungkin terlalu luas juga kalo semua komoditi pertambangan kita tilik, kita persempit saja—baru bara? Oke, kita lihat batu-bara saja. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sektor batu-bara paling berjaya di tahun 2011-2012. Untuk itu, kita lebih persempit lagi dengan data tahun 2012.

Meskipun batu-bara bukan komoditas paling primadona, juga bukan penyumbang pendapatan dan devisa negara terbesar—seperti Migas yang bisa menghasilkan penerimaan Negara mencapai 35 Milliar Dollar AS, tetapi sektor batu-bara tidak bisa dipandang sebelah mata. Total sumberdaya batu-bara di negara kita diperkirakan mencapai 105 Miliar Ton, dengan cadangan yang juga masih banyak—sekitar 20an Miliar Ton, yang terbagi di tiga lokasi utama: Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan—mampu menyumbang ke Negara dengan nilai mencapai kisaran 60 Trilliun Rupiah setiap tahunnya, pada tahun-tahun kejayaannya itu. Continue reading

Koran Lebaran dan Dosa-Dosa

Percuma beramai-ramai mengumandangkan kembali fitrah di hari lebaran, kalau sedikit lembar koran saja tak bisa dipungut kembali untuk dibuang ke tempat yang seharusnya. Apa susahnya, Men?

Lebaran di area terbuka yang berlantaikan tanah dengan sedikit rerumputan tak terawat berujung pada penuhnya koran-koran bekas yang mendadak ‘berharga’. Saya membeli koran bekas untuk alas sajadah senilai dua ribu rupiah–untuk 8 halaman atau 4 lembar koran kadaluarsa. Jauh lebih mahal dari harga barunya. Itu di Balikpapan. Continue reading

Tentang Anak Pertama dan Orang Tua yang Berusia Sama

Allahuakbar…Allahuakbar…” Kumandang itu nyaris tak terdengar, tertutup oleh pecah tangisan bayi yang merasakan suhu berbeda—antara dunia rahim dan dunia entah baginya. Kumandang adzan dan tangisan bayi itu menumpahkan air mata saya, sebab saya lah yang mengumandangkan adzan, dan saya juga bapak dari bayi tersebut. Kombinasi keduanya adalah hal pertama bagi saya.

Tangan saya gemetar ketika kedua telapak tangan saya merasakan lembut kulit punggungnya, seperti sedang menyentuh bibir mamanya dengan kadar kelembutan 100 kali lipat. Panasnya mirip-mirip, walau berbeda kondisi. Kulitnya merah, lebih merah dari dari pipi gadis remaja china yang ketahuan jatuh cinta diam-diam. Aroma tubuhnya menggugah jiwa kebapakan saya, terutama sebelum terkena air dan bedak-bedakan. Continue reading

5 Pengusaha Sukses Indonesia Yang Menginspirasi Versi Saya

Turunnya harga batu-bara yang tak kunjung membaik, membuat saya penasaran dan terus mencari tahu perkembangan berita terkait–kebetulan saya bekerja di perusahaan jasa pertambangan, yang merasakan dampak dari krisis global sekarang. Namun, dari akhir tahun 2014 hingga pertengahan 2015 ini, tidak banyak perkembangan baik atas berita batu-bara yang saya cari. Continue reading

Anakmu Sudah Bisa Apa?!

 

Pertanyaan-pertanyaan sejenis, gak akan pernah habis. Dari tingkat pertanyaan yang paling dasar “mana pacarnya?”, hingga tingkat lanjutan yang ada-ada saja. Ada dan tidak adanya jawaban, sesuai dan tidaknya jawaban, ada saja pertanyaan lanjutannya.

Bikin kesal? Bisa ya, bisa tidak. Tergantung bagaimana kita menanggapinya. Ada yang menganggap itu sekadar basa-basi, tak banyak juga yang menanggapinya serius. Menilai apakah pertanyaannya patut ditanggapi (agak) serius atau tidak, itu penting. Jika dirasa pertanyaannya basa-basi, tanggapi saja sepintas lalu, atau tak perlu menanggapinya. Cukup disenyumin.

Mari kita runut tingkatan pertanyaan-pertanyaannya, sekaligus mensimulasikan jawaban dan kemungkinan tanggapannya; Continue reading

Mudik Meriah dengan Mobil Murah

Pertemuan keluarga, di tempat yang jauh, di acara yang mengumpulkan keluarga dekat keluarga jauh, keluarga dekat yang merasa jauh, keluarga jauh yang merasa dekat, jauh dari kampung, jauh dari kata dekat, pokoknya jauh, selalu menimbulkan obrolan yang mengerucut pada pembahasan mudik, baik berupa pertanyaan maupun pernyataan. Mungkin rindu kampung yang terucapkan dalam bentuk kalimat lain, akan berakhir pada tanya yang nyata atau nyata yang penuh tanya seperti itu—tentang mudik dan lebaran yang tak terpisahkan . Continue reading

Pamer Mesin Dolce Gusto di Kantor

“Mas, kita sekarang udah jarang yah nongki-nongki cantik—menikmati kopi di manaaa gitu.” Kalimat istri itu membuat saya berpikir, bagaimana mengakali kebiasaan kami menikmati minuman ala-ala kafe tetapi bisa dilakukan di rumah sendiri, tanpa perlu menunggu waktu khusus. Yang penting makna kebersamaannya dan kopi dan teh tubruk dan kami dan cinta. Pertanyaan itu muncul semenjak kami lebih betah menghabiskan waktu di rumah, setelah punya anak yang kini sudah berumur 10 bulan. Awalnya saya membeli teko khusus untuk mengolah teh tubruk tanpa perlu menyaring tanpa perlu berurusan dengan ampas. Namun masih saja ada yang kurang, karena belum punya pengolah kopi spesial. Hingga pada akhirnya saya menemukan beberapa teman media sosial memamerkan Mesin Nescafe Dolce Gusto yang baru-baru ini mereka miliki, dan cukup membuat saya iri. Dengan tidak menunggu lama, saya menghubungi salah satu teman pemilik mesin unyu tersebut, menanyakan pengalaman dan kelebihan mesinnya. Alhamdulillah cocok, sesuai dengan kebutuhan, saya memutuskan untuk beli—teman itu sekaligus saya repotkan, saya titip dibeliin di Jakarta, lalu dipaketin ke Balikpapan. Continue reading