Indonesia [kaya] Raya

“Selamat ulang tahun, Indonesiaku. Teruslah bangkit, berkibar setinggi langit.”

           Kemeriahan merah-putih merdeka hari ini, cukup mampu menepis kegerahan atas berita ‘sengketa’ yang apeu-banget belakangan ini. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan Indonesia yang lebih hebat–tentu dengan proses handover maksimal antara pemimpin lama dengan pemimpin masa depan. Bukan dengan keributan ego yang menggelapkan nalar. Pekerjaan kantor yang gak seberapa aja, diwajibkan 1 month notice untuk resignation supaya ada proses handover maksimal ke pekerja pengganti. Apalagi menentukan nasib bangsa ini? Ya, kecuali ada dari mereka-mereka yang menginginkan kemajuan negeri ini gagal! Menyedihkan sekali. Continue reading

Pelajaran di Pojok Pantry

            Gak harus jauh-jauh ke Negeri China untuk mengejar ilmu, kecuali mau belajar bagaimana caranya menduplikasi produk elektronik asli menjadi barang murah pemuas mata belaka. Kita ambil contoh aja ((((KITA)))) di kantor gue; cukup masuk pantry, mendatangi OB pengguna henpon china, bisa dapet ilmu. Semudah membuang angin ketika sendirian di lift.
Continue reading

Tips Membuat Anak dan Orang Tua Tak Begadang

             Seorang ‘Maintenance Superintendent‘ (MS) menyalami gue di depan pantry–yang di depan pintunya terpasang rambu kuning bertuliskan ‘hati-hati licin’. Salaman erat pengantar ucapan Maaf Lahir Batin yang belum sempet terucap akibat jarak dan waktu. Salaman yang berujung pada pertanyaan dan obrolan canda tentang anak. Sebagai sosok yang jauh lebih tua dan berpengalaman untuk urusan rumah tangga, dia menertawakan jawaban-jawaban gue yang menjawab panjang lebar pertanyaan sederhananya.

Continue reading

Mengeruk, Mengolah, dan Memurnikan Masa Depan

           “Saatnya menjadi Tuan di rumah sendiri.” Kalimat yang gue rasa perlu terus dikampanye-galak-kan saat ini, mengingat dunia industri dan pengusaha yang masih saja mencari celah atas Hukum Negara yang dianggap masih lemah.  Padahal anggapan-anggapan seperti itu-lah yang justru membuat Hukum menjadi terkesan lemah, bukan hukum yang memang lemah.

        Mengobrol dengan belasan temen lama, yang dulu sama-sama bekerja di lokasi Newmont Nusa Tenggara, membuka foto-foto lama waktu bekerja di tambang Nikel, Soroako Sulawesi Selatan, tersentuh oleh berita-berita, membuat gue pengen ikut berbicara atas pemberitaan ketegangan antara Pemerintah dan penggiat usaha pertambangan belakangan ini. Lebih tepatnya ketegangan atas ditegaskannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. *lurusin punggung, kretekin jari jemari* Continue reading

Antara Gue, Istri, Dedek Al, Nenek-nya Al, Si Mbah-nya Al, dan Hari Kedua Lebaran 1435H, Tepatnya Tanggal 29 Juli 2014 [kemarin malam]

Kemarin malam, keluarga yang tinggal bersama Mbah-nya Dedek Al pada keluar kota. Di rumah hanya ada Mbah-nya Dedek Al dan tiupan angin dari setiap celah rumah. Jadi, kami–gue, istri, dedek Al, dan Neneknya yang dari Bima tidur di sana, menemani Si Mbah. (mbulet yah, ada Mbah ada Nenek.) Biarin!

Berhubung rumah si Mbah pinggir jalan ramai, ribut suara kendaraan, sukseslah Dedek Al susah tidur dan kagetan selama di sana. Tadi malam pas kembali ke kontrakan, gue pikir Dedek Al akan tertidur pules. Ternnyata gak, dia sedikit rewel, gak seperti biasanya. Pup, kencing, muntah, lebih banyak dari biasanya.

Jadi, gue dan istri kurang tidur banget. Continue reading

Papa Mingguan

“Selamat ulang tahun yang ke seminggu, dedek Al.” ucap selamat istri gue sembari mengecup pipi si kecil.

“Seminggu kok ulang tahun? Selamat ulang minggu dong harusnya, dik?” sanggah gue.

“Biarin aja, Mas. Yang penting kan ucapan selamatnya.”

Kalimat wanita banget itu membuat gue harus mengiyakan saja, “selamat ulang tahun seminggu, dedek Al.” ucap gue juga, sebagai pemenuhan keinginan wanita yang harus dimengerti. :P Continue reading