<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zulhaq sinting</title>
	<atom:link href="http://zulhaq.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zulhaq.com</link>
	<description>Tersenyum Dalam Kesederhanaan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Apr 2012 06:31:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Korban Perasaan</title>
		<link>http://zulhaq.com/2012/04/14/korban-perasaan/</link>
		<comments>http://zulhaq.com/2012/04/14/korban-perasaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2012 06:31:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaq.com/?p=1631</guid>
		<description><![CDATA[Semenjak kecil, gw sering dengar perceraian yang terjadi pada pasangan yang menyebut diri mereka sebagai suami istri. Gw gak begitu mengerti dengan permasalahan orang dewasa, saat itu. Seringkali juga mendengar istilah talak satu, talak dua, dan talak tiga. Karena umur gw masih terlampu kecil, saat itu gak begitu mengerti apa itu talak. Gw cuman taua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Semenjak kecil, gw sering dengar perceraian yang terjadi pada pasangan yang menyebut diri mereka sebagai suami istri. Gw gak begitu mengerti dengan permasalahan orang dewasa, saat itu. Seringkali juga mendengar istilah talak satu, talak dua, dan talak tiga. Karena umur gw masih terlampu kecil, saat itu gak begitu mengerti apa itu talak. Gw cuman taua ketela goreng. <em>*tolong untuk tidak menertawakan gw atas guyonan yang tidak lucu ini. Terimakasih.*</em></p>
<p style="text-align: justify;"> Hingga akhirnya, Tuhan memberi kesempatan ke gw untuk hidup lebih lama. Hidup hingga dewasa seperti orang orang yang mengalami perceraian di atas, hidup hingga dewasa seperti mereka yang telah mempopulerkan istilah talak satu sampe talak sekian itu. Dan gw diperkenalkan dengan seseorang yang semakin memberi pemahaman tentang talak dan rujuk.</p>
<p style="text-align: justify;"> Sebut saja namanya Poniman (Asli nama samaran, tanpa acara potong kambing segala macam), <em>driver</em> salah satu perusahaan <em>Mining Services</em> di Balikpapan. Dia pernah menikah dengan seorang cewek yang saat itu dia sebut istri. Mereka menikah dengan alasan Cinta dan Agama. Bukan alasan karena keterpaksaan oleh Hansip. Mereka bahagia? Iya, saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;"> Seiring dengan berjalannya waktu mereka berumah tangga, mereka memutuskan untuk berpisah. Cerai. Pasti mereka punya alasan tersendiri saat itu. Gw gak tau persis apa alasannya. Biarlah Tuhan dan Pengadilan Agama yang mengetahuinya. Yang jelas, saat itu Poniman melakukan talak 3 terhadap istrinya. Talak dengan level yang mengharuskan keduanya untuk menikah dengan orang lain, lalu pisah dengan pasangan pasangannya masing-masing, jika ingin rujuk.</p>
<p style="text-align: justify;"> Sekarang, cinta mereka kembali bersemi. Mereka seperti remaja baru tumbuh bulu vital yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Penampilan Poniman mendadak super klimis, aroma wangi (walaupun kadang wanginya terlalu murka) menembus seluruh sudut mobil kantor yang dia kendarai. Mereka ingin kembali menjadi suami istri yang sah, seperti apa yang pernah mereka sia-siakan dulunya.</p>
<p style="text-align: justify;"> Mantan Istrinya belum menikah dengan lelaki lain.</p>
<p style="text-align: justify;"> Poniman pun begitu. Belum menikah dengan wanita lain.</p>
<p style="text-align: justify;"> Kesibukan pasangan yang mengulang kembali proses jatuh cinta ini adalah mencari pasangan masing-masing. Untuk dinikahi lalu diceraikan. Dicampakkan begitu saja (?) Hanya sebagai syarat supaya Poniman dan mantan istrinya bisa kembali menikah. Lalu punya anak, yang sebelumnya belum terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;"> Nikah sebagai syarat?</p>
<p style="text-align: justify;">Ok. Mereka mau menyelamatkan kembali hubungan dan perasaannya. Karena mereka masih punya perasaan cinta yang besar. Berperasaan. Tapi bagaiamana dengan yang dinikihai hanya sebagai syarat, yang pasti akan diceraikan? Pasangan formalitas tersebut pastinya punya perasaan. Juga sama seperti orang-orang pada umumnya. Masihkah Poniman dan mantan istrinya disebut berperasaan?</p>
<p style="text-align: justify;"> Atau mereka akan membayar orang saja untuk mau menjadi suami/istri sebagai syarat mereka rujuk? Lalu mereka membuat peraturan sebelum memutuskan untuk menikah (sementara) dulu:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Menikah dengan jangka waktu yang ditentukan. Kalo udah waktunya, cerai.</li>
<li>Tidak boleh timbul perasaan cinta, karena pernikahan ini hanya sebagai syarat.</li>
<li>Kalo tidur, harus di kamar masing-masing. Jangan pernah ada hasrat untuk bercinta. Kalo terpaksa, silakan gunakan tangan atau sabun.</li>
<li>Grepe grepe, bacok.</li>
<li>Apabila ada pelanggaran terhadap peraturan di atas, makan akan disumpahin impotensi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"> Dan peraturan-peraturan lainnya. Apa iya bisa seperti itu? Apa iya di-sah-kan oleh Agama dan pemberi kehidupan yang kita sebut Tuhan? Bukankah berarti itu memanipulasi peraturan/syarat? Atau hanya demi menjaga reputasi sosial saja? Gak peduli dengan syarat dalam arti yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;"> Jika harus benar-benar menikah dalam arti yang sebenarnya. Dengan perasaan, cinta, ibadah. Melakukan hubungan suami istri sewajarnya. Walaupun akhirnya Poniman dan Mantan istrinya punya niat bulat untuk berpisah dengan pasangan (baru) nya masing-masing yang hanya dijadikan syarat, apa iya bisa dijamin akan cerai beneran dan mereka berdua rujuk?</p>
<p style="text-align: justify;"> Kalo tiba-tiba Poniman atau Mantan Istrinya bener bener jatuh cinta dengan pasangan barunya karena sesuatu hal, gimana? Entah karena perlakuan, getaran cinta itu sendiri, atau kepuasan ranjang mungkin? <em>*untuk yang terkahir ini diskip aja. Terimakasih.*</em></p>
<p style="text-align: justify;"> Dengan cara yang kedua ini, pun akhirnya akan pisah dengan pasangan barunya masing-masing, mereka tentu akan menyakiti perasaan lain, demi perasaan mereka sendiri. Menyakiti dengan cara yang sangat disenjaga dan sangat terang-terangan.</p>
<p style="text-align: justify;"> Rumit. Sungguh rumit. Seandainya boleh menikah dengan tumbuh-tumbuhan, mereka lebih baik menikah dengan tumbuh-tumbuhan aja. Lalu cerai beberapa waktu kemudian. Supaya tidak ada perasaan yang disakiti, supaya tidak ada perasaan yang dikorbankan.</p>
<p style="text-align: justify;"> Begitu menurut pandangan gw yang belum pernah menikah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaq.com/2012/04/14/korban-perasaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan Bersama Orang-Orang Yang Telat Ngantor</title>
		<link>http://zulhaq.com/2012/04/08/tuhan-bersama-orang-orang-yang-telat-ngantor/</link>
		<comments>http://zulhaq.com/2012/04/08/tuhan-bersama-orang-orang-yang-telat-ngantor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 03:07:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Absurd]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaq.com/?p=1626</guid>
		<description><![CDATA[﻿Sebagai pekerja 12 jam perhari dan 7 hari seminggu, pastinya hari ini, hari minggu gw masuk kerja. Tapi karena sesuatu dan lain hal, gw terpaksa telat ngantor. Telat 2 jam. Seharusnya jam 6 udah ngantor, hari ini jam 8.  Sebenarnya sebelum jam 5 pagi gw udah bangun. Namun apalah daya, badan masih pengen dimanja. Minta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">﻿Sebagai pekerja 12 jam perhari dan 7 hari seminggu, pastinya hari ini, hari minggu gw masuk kerja. Tapi karena sesuatu dan lain hal, gw terpaksa telat ngantor. Telat 2 jam. Seharusnya jam 6 udah ngantor, hari ini jam 8.</p>
<p style="text-align: justify;"> Sebenarnya sebelum jam 5 pagi gw udah bangun. Namun apalah daya, badan masih pengen dimanja. Minta ngebantal lebih lama lagi. Yaudah tarik selimut.</p>
<p style="text-align: justify;"> Sebelum memutuskan untuk tarik selimut, gw sms-in si bos. [5:00 Am] <em>“Morning, Pak Steven. I have problem with my stomach since last night till now. I need your permission to be late for work today. is it ok, Pak? Thanks. Zia.” </em>Dibales atau gak dibales, pokoknya gw akan telat.</p>
<p style="text-align: justify;">  Biasanya kalo gw ijin istrahat karena sakit, si bos suka ngomong “kamu kok sakit mulu?!” Tapi tidak untuk kali ini. Dia cuman bilang<em> “Okay, no worries.” </em>Walaupun dibalesnya udah jam 7 pagi.</p>
<p style="text-align: justify;"> Pas gw nyampe di <em>jetty</em>, nungguin <em>Boat</em> untuk nyebrang ke lokasi kerja (kantor gw pake acara nyebrang laut 10-15 menit), gw ketemu sama si bos. Lah ternyata… dia telat juga. Pantesan aja gak komplain ke gw.</p>
<p style="text-align: justify;"> Si bos yang bernama Steven William (asli nama samaran) ini, gw perkirakan semalam dia mabok. Makanya telat ngantor. Kebetulan anak istrinya sudah dipulangkan ke Negaranya sana, Australi. Jadi dia bebas berekspresi. Maklum, si bos yang satu ini tergolong suami-suami takut istri. Terpujilah bagi dia yang telah membuat pagi gw jadi tenang dalam keterlambatan.</p>
<p style="text-align: justify;"> <em>Wait wait wait… </em></p>
<p style="text-align: justify;"> Steven telat. Gw telat.</p>
<p style="text-align: justify;"> Steven pegang kunci kantor. Gw pegang kunci kantor.</p>
<p style="text-align: justify;"> Kunci kantor hanya ada 2. Di Steven sama di Gw.</p>
<p style="text-align: justify;"> TERUS ORANG ORANG KANTOR YANG GAK TELAT DAN GAK PEGANG KUNCI KANTOR APA KABAR??? <em>Towewewww….</em></p>
<p style="text-align: justify;">  <em>“Tenang, Zia, tenang. Tuhan selalu bersama orang orang yang telat ngantor.” </em>Gw berusaha menenangkan diri kembali, sambil nyari henpon yang satunya di tas. Henpon yang nomornya suka dihubungin sama temen-temen kantor kalo ada hal-hal yang penting.</p>
<p style="text-align: justify;">  <em>HAH?!</em> 10 panggilan tidak terjawab?! <em>“Oh, Tuhan… maafkan Hambamu yang terlampau ganteng tapi suka terlambat ini.” </em>Dugaan gw bener. Mereka pasti nelfon. Henponnya <em>silent</em>. Jadinya gak kedengaran. <em>*Brb nelfon balik.* </em></p>
<p style="text-align: justify;"> “Maaf tadi henpon saya <em>silent</em>. Bisa masuk kantor gak, Pak?”</p>
<p style="text-align: justify;"> “Bisa. Tapi dimarahin <em>security</em>.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Masuknya lewat mana? Dimarahin <em>Security</em> Kenapa?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Pintu yang ujung gak kamu kunci pas pulang kemarin. <em>Securirty</em> ngomel ngomel.”</p>
<p style="text-align: justify;"> “<em>Hadeuh</em>, maaf ya, Pak. Tapi untunglah lupa dikunci. Kalo saya kunci, bakalan gak bisa masuk.”</p>
<p style="text-align: justify;"> “Ya bisa aja. Kita jebol pintunya. Terus kamu yang disalahin.”</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Glek…” *nelen ludah*</em></p>
<p style="text-align: justify;">  Dongkol ternyata. <em>Bhihik.</em></p>
<p style="text-align: justify;"> Ah, yang penting mereka sudah masuk kantor. Dan gak jebolin pintu dengan cara ditendang semena-mena, yang setelah itu nama gw akan dibawa-bawa atas kerusakan pintu kantor. Atau mungkin gw disuruh masang pintu baru?!</p>
<p style="text-align: justify;">  Dan yang lebih penting lagi, telatnya gw hari ini merupakan skenario kehidupan. Sudah ditakdirkan seperti itu. Makanya Tuhan membuat gw lupa mengunci pintu kantor pas pulang kemarinnya. Dan membuat Steven ikut-ikutan telat. Masalah terselesaikan dengan sendirinya.</p>
<p style="text-align: justify;"> Wahai para Karyawan telatan, gak usah merasa bersalah ketika kalian terlambat. Karena Tuhan bersama orang-orang yang telat ngantor. <em>*Ajaran sesat* </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaq.com/2012/04/08/tuhan-bersama-orang-orang-yang-telat-ngantor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kos-Kosan Ngos-Ngosan</title>
		<link>http://zulhaq.com/2012/04/04/kos-kosan-ngos-ngosan/</link>
		<comments>http://zulhaq.com/2012/04/04/kos-kosan-ngos-ngosan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 00:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaq.com/?p=1610</guid>
		<description><![CDATA[Bukan kebetulan, juga bukan keinginan, semenjak gw pindah ke Kota Balikpapan (Ada yang gak tau Kota ini di mana? Geografi loe dipertanyakan?! Googling dong kalo mau tajir tau), kembali menjadi anak kos yang berbakti pada kebebasan dan ketua RT, gw selalu mendapatkan kamar kos di lantai dua. Kondisi ini memaksa gw harus naik turun tangga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bukan kebetulan, juga bukan keinginan, semenjak gw pindah ke Kota Balikpapan (Ada yang gak tau Kota ini di mana? Geografi loe dipertanyakan?! Googling dong kalo mau <del>tajir</del> tau), kembali menjadi anak kos yang berbakti pada kebebasan dan ketua RT, gw selalu mendapatkan kamar kos di lantai dua. Kondisi ini memaksa gw harus naik turun tangga (Lumayanlah buat latihan Naik Haji) setiap hari, kecuali pas ada cewek cantik yang nawarin gendong dari lantai satu ke lantai dua. Ngos-ngosan pastinya. Selama tujuh bulan-an di Balikpapan, gw udah tiga kali pindah kos. Di daerah yang gak begitu jauh. Dari kos yang lama ke kos yang baru, jaraknya gak sejauh jarak mereka yang mengaku pelaku LDR.</p>
<p style="text-align: justify;">
<em>Well. </em>Bukan soal jarak dan bukan soal lantai dua yang membuat gw menulis tentang kos dan doyan pindah kos. Tapi karena peraturan-peraturan kos yang mendadak lebay. Peraturan yang tidak sesuai dengan kesepakatan di awal ataupun peraturan yang dulunya tidak disepakati tiba-tiba harus disepakati. Begitulah begitu deh.</p>
<p style="text-align: justify;"> <strong>Kos pertama: </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Waktu itu gak banyak pilihan karena belum banyak referensi tentang Balikpapan. Hanya ikut ngekos dengan bapak-bapak yang adalah temen kantor. Sebelum memutuskan untuk mengiyakan untuk ngekos di tempat tersebut, si bapak-bapak yang nawarin menjelaskan beberapa fasilitas; Laundry tiap hari, saluran TV kabel (TV-nya harus bawa sendiri), Kamar mandi luar, kipas angin, kasur ukuran satu orang, lemari, meja kerja, listrik bebas.</p>
<p style="text-align: justify;"> Awal-awal ngekos, gw tanya tentang peraturannya. Jawabannya cuman “seperti kos-kos pada umumnya lah.” Itu saja. Jawaban yang gak memuaskan. Setelah beberapa waktu ngekos, baru deh kerasa adanya peraturan-peraturan yang gak asik. Salah satunya, “Dilarang menimbulkan suara-suara yang kedengaran sampe kamar sebelah dan kalo ngobrol sama temen, sebaiknya di depan kos supaya tidak mengganggu kenyamanan penghuni lainnnya.” Gak ada anak muda seperti gw sih?!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kos kedua:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> Atas ketidaknyamanan di kos pertama, gw hanya ngekos sebulan, lalu pindah ke kos kedua. Kos yang menawarkan fasilitas: Laundry tiap hari kalo gak hujan, air mineral disediakan, satu unit kulkas untuk dipake bersama semua penghuni kos yang berjumlah tujuh orang, TV, Kasur ukuran besar, kipas angin, lemari, meja kerja, meja rias (<em>si ibu kos gak tau kalo kelamin gw adalah lelaki</em>), kamar mandi luar, sprei diganti sama ibu kos tiap dua minggu sekali, kamar dibersihin tiap dua hari sekali.</p>
<p style="text-align: justify;"> Fasilitas dan kondisi kosnya lebih bagus dari kos yang pertama. Seperti biasa, sebelum memutuskan untuk pindah, gw pastikan dulu peraturannya. Salah satu peraturannya, “Dilarang merokok dalam kamar. Ngerokok harus di luar kos.” OK. Gw ikutin walaupun gw adalah perokok berat. Toh, depan kamar ada emperan yang bisa buat rokokan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah beberapa bulan gw ngekos di situ, muncul lah peraturan-peratuan baru yang memaksa gw untuk pindah super lebay:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Temen <em>(temen cowok lho ini</em>) ataupun keluarga tidak boleh menginap di kos.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Cucian maksimal sepasang sehari.</p>
<p style="text-align: justify;"> 3. Untuk penggunaan air minum yang tidak wajar, silakan beli sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Tidak boleh mencuci sprei pribadi dan selimut tebal.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Untuk alat elektronik tambahan selain yang disediakan, dikenakan biaya tambahan 50 ribu per item barang elektronik.</p>
<p style="text-align: justify;">Udah gitu, kamar jarang dibersihin lagi. Kayaknya kalo lagi datang bulan aja baru mau dibersihin. Telat bayar kos sehari aja (walaupun dengan alasan belum sempet ke ATM karena lagi gak enak badan) udah wek wek wek cerewet. Parahnya lagi, emperan yang biasanya gw pake untuk rokok-rokok santai di lantai atas direnovasi jadi kamar baru. Sumpek. <em>OK, FINE!</em> Gw pindah kos.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kos ketiga: </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Semoga gw betah di kos yang sekarang ini. Fasilitas kurang lebih sama: TV, Kipas angin, meja kecil, lemari, kasur, kamar mandi luar, air mineral disediakan, kulkas, sprei diganti dua minggu sekali, laundry. Enaknya, walaupun fasilitas kamar mandi di luar, dispenser dan kulkas di luar, tapi ditempatkan depan kamar. Dan satu fasilitas tersebut untuk dua orang. Dan di sini gw lebih bebas untuk teriak-teriak dan menyulap kamar menjadi diskotik penuh dentangan musik <em>#ngok</em></p>
<p style="text-align: justify;"> Balikpapan, cukup mahal untuk biaya kos-kosan. Untuk mendapatkan kos-kosan yang lebih bagus, kamar mandi dalam, full AC, harus mau mengeluarkan biaya 1,3 juta ke atas per-bulannya. Kalo 1 juta ke bawah, jangan harap deh. Padahal pemakaiannya hanya buat numpang tidur dan numpang naruh barang. Siangnya kerja 12 jam per-hari dan 7 hari perminggu. Genap 6 minggu, langsung cuti 2 minggu. Dalam waktu 2 bulan, hanya dipake tidur 1,5 bulan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ntar kalo udah kerja normal office hour dan punya bini deh baru nyari tempat tinggal yang lebih baik. <em>#kode-sekode-kodenya-kode</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaq.com/2012/04/04/kos-kosan-ngos-ngosan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terserah, Apa Aja</title>
		<link>http://zulhaq.com/2012/03/20/terserah-apa-aja/</link>
		<comments>http://zulhaq.com/2012/03/20/terserah-apa-aja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 05:15:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaq.com/?p=1605</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Maret udah mau habis. Blog gw belum ada isinya. Pantes aja dibilang blogger pemalas. Ada yang bilang blogger murtad, dan sebutan-sebutan serupa lainnya. Pokoknya terserah yang kasih sebutan aja deh, kenyataannya emang pemalas. Mau disebut apa aja boleh. Disebut cowok macho juga silakan. Terserah loe dah. Gw juga sebenarnya mau bilang &#8216;terserah gw yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bulan Maret udah mau habis. Blog gw belum ada isinya. Pantes aja dibilang blogger pemalas. Ada yang bilang blogger murtad, dan sebutan-sebutan serupa lainnya. Pokoknya terserah yang kasih sebutan aja deh, kenyataannya emang pemalas. Mau disebut apa aja boleh. Disebut cowok macho juga silakan. Terserah loe dah.</p>
<p style="text-align: justify;">Gw juga sebenarnya mau bilang &#8216;terserah gw yang punya blog dong&#8217;, tapi itu gak penting. Mendingan gw tulis apa aja, terserah gw nulis apa, yang penting ada. Itu lebih baik sih dari pernyataan &#8216;terserah gw yang punya blog dong&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesuai dengan judul; terserah, apa aja. Jadi gak ada cerita atau alur tertentu yang akan tertulis di sini. Percaya deh sama gw. Mau ditungguin sampe gw punya bini pun gak bakal ada cerita/kejadian di postingan ini. Pun ada, pasti di postingan berikutnya yang entah kapan. Hanya tukang siomay yang selingkuh sama mbak-mbak penjual jamu yang tau.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya, gw keinget kondisi yang sering dialami oleh pasangan pelaku pacaran yang belum memahami selera kuliner pasangannya masing-masing. Sering di waktu kencan sulit memutuskan harus makan apa dan di mana.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mau makan di mana?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Terserah&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mau makan apa?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Apa aja&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Yang ditanyain bukannya memberi jawaban pasti, justru membalikkan pertanyaan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kalo kamu maunya makan di mana?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Di mana aja deh, terserah&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mau makan apa emangnya&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Apa aja deh&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tuh kan. <em>Mbulet</em> aja di situ. Kejadiannya bisa terjadi lebih dari satu kali pada pasangan yang sama. <em>Heuh&#8230; </em>Gw juga pernah mengalami itu sih. Sering. <em>*Pernyataan ini gak lebih dari sekedar pencitraan kalo gw (pernah) pacaran dan (pernah) kencan*</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>It&#8217;s okay. </em>Kondisi seperti itu wajar. Tapi ada yang memanfaatkannya sebagai bahan gombalan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sebenarnya gak perlu makan apa-apa. Ngelihat kamu aja udah kenyang, kok.&#8221; <em>Hueks. Cih!</em> Laper <em>mah</em> laper aja. Siapapun yang dengerin kata-kata basi begituan, pengen muntah kali.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Well.</em> Siapapun yang mengalami kondisi itu, gw ucapkan terimakasih. Karena telah memberi inspirasi ke gw untuk membuka usaha kuliner, suatu saat nanti.</p>
<p style="text-align: justify;">Gw akan buka Restoran paling bergengsi dengan Tema &#8216;TERSERAH&#8217; atau &#8216;APA AJA&#8217;. Usaha paling mulia untuk mereka yang <em>cemen</em> dalam mengambil keputusan.</p>
<p style="text-align: justify;">Nanti gw kasih gambar besar di depannya. Gambar pasangan dengan mimik muka kebingungan, terlihat bego. Usaha ini akan gw buka cabangnya di seluruh Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang mau tanam saham?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaq.com/2012/03/20/terserah-apa-aja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panggilan Sayang (???????)</title>
		<link>http://zulhaq.com/2012/02/26/panggilan-sayang/</link>
		<comments>http://zulhaq.com/2012/02/26/panggilan-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Feb 2012 01:20:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Absurd]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaq.com/?p=1600</guid>
		<description><![CDATA[Jaman semakin berkembang. Dulunya &#8216;tak kenal maka tak sayang&#8217;, sekarang justru lebih banyak &#8216;belum kenal udah sayang dan sayang-sayangan&#8217;. Di Timeline twitter apalagi, sangat gak asing untuk hal seperti itu. Bahkan yang cemburu pada yang bukan pacarnya, yang cemburu pada gebetannya yang notabene belum kenal dia juga ada. Banyak?! Well. Kembali pada panggilan sayang, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jaman semakin berkembang. Dulunya &#8216;tak kenal maka tak sayang&#8217;, sekarang justru lebih banyak &#8216;belum kenal udah sayang dan sayang-sayangan&#8217;. Di <em>Timeline twitter </em>apalagi, sangat gak asing untuk hal seperti itu. Bahkan yang cemburu pada yang bukan pacarnya, yang cemburu pada gebetannya yang notabene belum kenal dia juga ada. Banyak?!</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Well.</em> Kembali pada panggilan sayang, yang juga mengikuti perkembangan jaman (?). Yang gw maksud di sini adalah pelaku pacaran, bukan pasangan yang sudah menjadi suami istri.</p>
<p style="text-align: justify;">Gak asing terdengar di telinga, anak anak yang masih remaja, yang bau keringat dan kentutnya aja masih labil, memiliki panggilan sayang terhadap pacarnya, walaupun masih sebatas cinta monyet. Saking pesatnya perkembangan jaman, panggilan sayang untuk mereka yang masih usia belia, itu  jauh lebih tua dari umur mereka. Papi&#8230; mami&#8230;. ayah&#8230; bunda&#8230;<em> tetek&#8230; bengek&#8230;. telek&#8230; </em>becek!</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8216;Say, Ayank, Honey, Bebeb, Mbul, Ndut, Bun, Twintah,&#8217; </em>dan lain lain, juga familiar untuk panggilan panggilan sayang. Ya, wajar sih masing masing orang mengekspresikan rasa sayangnya lewat panggilan. Cuman ya itu&#8230; ada yang tidak menyesuaikan dengan umurnya. Sayangnya lagi, panggilan khusus itu hanya sebatas sampai hubungan pacaran berakhir. Kalo udah putus, boro boro dipanggil <em>bebeb </em>atau kerabat lainnya, diinget aja kadang enggak lagi. Lebih frontalnya, sering muncul kalimat &#8220;buanglah mantan pada tempatnya.&#8221; Segitu amat. <em>*Apa kabar panggilan sayang, yang pernah mengalahkan nama yang adalah do&#8217;a?!*</em></p>
<p style="text-align: justify;">Gw juga punya panggilan tersendiri untuk pacar. Gak umum sih. Karena memang gak mau ikut-ikutan. Apalagi menjadikan panggilan sayang sebuah kewajiban. Cukup untuk seru-seruan aja. Biar gak cepet matik <em>*eh</em></p>
<p style="text-align: justify;">Pada normalnya, panggil aku-kamu aja sih. Tapi karena pas gw ditelfon pacar, atau ketika gw ditanya lagi ngapain, gw sering bilang &#8220;lagi pup.  mau pup. baru selesai pup.&#8221; Akhirnya gw sering mendapatkan ucapan selamat yang teramat sangat romantis. &#8220;Selamat puppiiiiii&#8230;..&#8221; yay!</p>
<p style="text-align: justify;">Lama-lama gw mendapat panggilan sayang yang khusus dari si pacar. &#8216;Pupi!&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">Gw gak terima dong. Protes pastinya kan pastinya dong&#8230; ya kan ya dong?!!!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>GW:</strong> &#8220;Gak boleh. Dimana-mana &#8216;Pupi&#8217; itu panggilan untuk cewek. Kalo cowok panggilnya &#8216;Pupa&#8217; dong.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PACAR:</strong> &#8220;Oh tidak bisa&#8230;&#8217;Pupi&#8217; tetep untuk cowok. Kalo cewek panggilnnya &#8216;Mumi&#8217;. Ya, kan?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>GW:</strong> &#8220;No no no! kamu &#8216;Pupi&#8217;. Sampe SBY jadi penyanyi tenar-pun, kamu yang tetep dipanggil Pupi.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PACAR:</strong> &#8220;Yaudah. Daripada ribut iya aja deh.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>GW:</strong> &#8220;Horeee&#8230; menang! Gitu dong. Pacar yang baik.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PACAR:</strong> &#8220;IYA, AKU PUPI. KAMU BE&#8217;OL!!! SAMPE ORANG-ORANGAN SAWAH BISA <em>TWITTERAN</em>-PUN, KAMU TETEP DIPANGGIL BE&#8217;OL.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>GW:</strong><em> *Pasrah*</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Muahahahaha&#8230;. Nyihahahaha&#8230; Ziahahahanjrit! </em></p>
<p style="text-align: justify;">Gw sama si pacar emang sama sama aneh. Cuman ngomongin panggilan sayang aja bikin kencing di celana. Dasar pasangan yang aneh. Aneh bin abi thoyib.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaq.com/2012/02/26/panggilan-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ce Ce Ce&#8230; Cantik!</title>
		<link>http://zulhaq.com/2012/02/06/ce-ce-ce-cantik/</link>
		<comments>http://zulhaq.com/2012/02/06/ce-ce-ce-cantik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 09:26:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaq.com/?p=1590</guid>
		<description><![CDATA[Masih inget dengan salah satu iklan menyebalkan, yang melibatkan dua orang dalam obrolan telpon, &#8220;Ini Echy, Om. Ce&#8230; ce&#8230; ce&#8230; Cantik!!!&#8221; ? Gw udah lupa! Makanya gw tulis &#8216;Cantik&#8217; bukan &#8216;Charlie&#8217; seperti yang diucapkan dalam iklan menyebalkan itu Gw terpaksa mengingat-ingat iklan itu gara-gara sebuah iklan radio Bali yang mempromosikan tempat penjualan ayam goreng berlogokan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Masih inget dengan salah satu iklan menyebalkan, yang melibatkan dua orang dalam obrolan telpon, &#8220;Ini Echy, Om. Ce&#8230; ce&#8230; ce&#8230; Cantik!!!&#8221; ? Gw udah lupa! Makanya gw tulis &#8216;Cantik&#8217; bukan &#8216;Charlie&#8217; seperti yang diucapkan dalam iklan menyebalkan itu <img src='http://zulhaq.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Gw terpaksa mengingat-ingat iklan itu gara-gara sebuah iklan radio Bali yang mempromosikan tempat penjualan ayam goreng berlogokan orang tua berkacamata dengan senyum renyahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Gw bersama <a href="http://punyaulan.wordpress.com/">Ulan Octavia</a> yang sekarang lebih dikenal dengan @ulansabit (mau jadi presenter infotainment silet yah?!) sedang melaju di atas roda, berbincang soal radio favorit (suka muterin lagu yang gak umum) di Bali yang (sepertinya) hilang dari peredaran udara.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita menelusuri jalanan Denpasar, Bali, yang habis mandi junub karena bercinta dengan hujan, menuju salah satu pantai berpasir kelam, sekaligus menemui temen blogger (lain) yang ada di Bali. Tanpa sengaja mendengar iklan radio, &#8220;Kunjungi Ka eF Ce&#8217;  bla bla bla&#8230;&#8221;. Gw sama Ulan sontak tertawa. Terbahak-bahak. Seketika perbicangan berganti topik.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kenapa nyebutnya Ka eF Ce&#8217; ya? Bukannya Ka eF Si? Iklan yang aneh!&#8221;, protes gw.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Loh, bener, dong. Dia sedang berbicara bahasa lokal. Wajar dong.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Ok. Kita terjebak di obrolan yang gak penting. Tapi cukup menghibur. Cukup menetralkan Pulau Dewata yang mendung.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Seharusnya kalo mau menyebut &#8216;si&#8217; di akhirannya, dari depan juga harus diganti &#8216;kei ef si&#8217; dong, bukan &#8216;ka ef si&#8217;&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Seharusnya gadget merk HTC juga disebut &#8216;Ha Te Ce&#8217; bukan &#8216;Ha Ti si&#8217; atau sekalian aja &#8217;eits ti si&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Seharusnya WC pun nyebutnya &#8216;We Ce&#8217; bukan &#8216;We Se&#8217; atau sekalian aja &#8216;dabelyu si&#8217; &#8220;</p>
<p style="text-align: justify;">Oh iya yah oh iya yah oh iya yah&#8230; Obrolan absurd berujung pada &#8216;oh iya yah&#8217; yang berlebihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, kita bukan menyalahkan orang lain. Kita menyalahkan diri sendiri. Yang selama ini sering salah dalam pengucapan hal-hal seperti itu. Penting gak penting sih. Tapi kalo udah sampe dibahas kayak gitu, apalagi oleh kami berdua yang masih remaja ini, anggap saja hal penting. Dan lupakaan pernyataan gw tentang &#8216;terjebak di obrolan gak penting&#8217; di atas <em>*Cowok ganteng pantang menghapus pernyataan yang sudah ditulis*</em> :&#8217;)</p>
<p style="text-align: justify;">Gak kerasa obrolan <em>&#8216;ce&#8230;ce&#8230;ce&#8230;.cantik&#8217; </em>itu sudah mengantarkan Gw sama Ulan sampe di Pantai yang dituju (Maaf, sampe terkencing-kencing. Maaf, nyari toilet juga agak susah) <img src='http://zulhaq.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 60px;"><a href="http://zulhaq.com/wp-content/uploads/2012/02/Zia-Capture.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1593" title="Zia Capture" src="http://zulhaq.com/wp-content/uploads/2012/02/Zia-Capture-300x248.jpg" alt="" width="300" height="248" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah terkencing-kencing. Setelah menyadari kesalahan yang tak seberapa itu, kita memutuskan untuk membuat kesalahan baru biar gak merasa bersalah dengan kesalahan yang dibahas tadinya. Yak! Kita menyebut &#8216;Sunset&#8217; menjadi &#8216;Cuncet&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya. <em>Cuncet</em>. Mengucapkannya, gak beda jauh dengan banci yang kepeleset di tumpukan kotoran sapi saat menguncapkan kata &#8217;kancut&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Cunce</em>t yuk <em>cuncet</em>&#8230;. <em>*Ngakak sampe ada jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali*</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaq.com/2012/02/06/ce-ce-ce-cantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda-Tanda Kiamat (?)</title>
		<link>http://zulhaq.com/2012/01/13/tanda-tanda-kiamat/</link>
		<comments>http://zulhaq.com/2012/01/13/tanda-tanda-kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 09:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaq.com/?p=1579</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya&#8230;Blog ini tersentuh juga di Tahun 2012. Hellyeah&#8230; \m/ Tadinya gw sempet berpikir, kalo sampe blog ini gak di-apdet sama sekali di Bulan Januari yang mengawali tahun 2012 ini, gw percaya kalo Kiamat akan tiba di Tahun ini. Minggu depan gw akan (harus) Nikah, biar gak menyesal seumur hidup karena keduluan Kiamat. Dari pemikiran gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Akhirnya&#8230;Blog ini tersentuh juga di Tahun 2012. <em>Hellyeah&#8230; </em>\m/</p>
<p style="text-align: justify;">Tadinya gw sempet berpikir, kalo sampe blog ini gak di-apdet sama sekali di Bulan Januari yang mengawali tahun 2012 ini, gw percaya kalo Kiamat akan tiba di Tahun ini. Minggu depan gw akan (harus) Nikah, biar gak menyesal seumur hidup karena keduluan Kiamat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pemikiran gak semangat menulis itu gw anggap tanda tanda kiamat sudah dekat, akhirnya gw menyimpulkan sendiri beberapa tanda-tanda kiamat lainnya (versi gw sendiri, bukan versi <em>on the spot</em>, apalagi versi Agama) yang gw alami selama Tahun 2012 ini;</p>
<p style="text-align: justify;">1. Banyaknya Jomblo yang berjenis kelamin Perempuan &gt;&gt;&gt; Ya, karena jumlah Cowok yang semakin sedikit. Tapi anehnya, justru banyak cowok yang ditolak atau diputusin sama cewek. Rumus Kiamat Jomblo: (Jumlah Sedikit : Pilihan Banyak &#8211; Nasib = Penolakan Bertubi-tubi) <em>*sumpah, bukan curcol*</em></p>
<p style="text-align: justify;">2. Munculnya Serangan Kenikmatan Bertubi-tubi, dengan tiba-tiba &gt;&gt;&gt; Awal Tahun yang aneh. 3 hari berturut-turut gw mimpi basah. Tapi gak jelas dengan siapa, di mana, bercinta hebat yang seperti apa, mendesah versi apa. Pokoknya random aja gitu mimpinya. Dan bangun, kolor udah blepotan aja.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Munculnya Ibu kos di depan pintu hanya karena cucian &gt;&gt;&gt; &#8220;Zia!!! Kamu kok masukin celana dalam basah, bau gini di kantong cucian?&#8221;. <em>Errr&#8230;</em>owh ok. Gak mungkin gw bilang ke Ibu Kos, kalo sebenarnya celana dalam basah itu bekas mimpi basah. Males aja cuci sendiri, karena perjanjian dengan Ibu Kos semuanya diurusin asal bayar sekian. Cukup peraturan dilarang merokok di kosan yang gw turutin, jangan ada peraturan lain lagi. Apalagi soal cucian. &#8220;Nganu Bu&#8230;tadi jatuh di kamar mandi, terus basah. Langsung deh saya masukin ke kantong cucian&#8221;, Gw ngeles sebohong-bohongnya.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Munculnya dua Wanita di awal Tahun yang sama-sama (mau) memberi <em>surprise </em>pada waktu dan tempat yang bersamaan &gt;&gt;&gt; Pasti ada yang gagal dong dalam kondisi seperti itu <em>*Skip* **Agak sensitif cerita beginian**</em></p>
<p style="text-align: justify;">5. Ditiupnya sang kekalahan, tepat pada saat puncak-puncaknya gw sibuk dengan pekerjaan. Di Kantor &gt;&gt;&gt; Tiba-tiba kepala sakit sebelah, kayak ada pantat bahenol yang menggantung. Kuping berdengung seperti ada teriakan &#8220;Mati saja kau sana!&#8221;. Badan melemas seakan habis bercinta 5 kali. Lambung perih tak tertahanakan, lebih perih dari hati yang tertusuk panah api cemburu. Sementara laporan harus gw kirim ke Kantor Jakarta saat itu juga. Kiamat!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Gw paksain sih kelarin laporan. Habis itu gw langsung di-evakuasi ke klinik kantor. Jaraknya sekitar setengah kilometer dari kantor. Tidur sampe sore, setelah disuntik pake cairan entahlah. Terus dikasih obat ini itu sama dokternya.</p>
<p style="text-align: justify;">Besoknya (1201 2012) pas tanggal cantik, tanggal yang mirip dengan tanggal isu kiamat, gw gak masuk kerja. Karena masih belum fit. Harus istrahat total. Seharian gw tidur tiduran, makan tidur makan tidur, gak banyak perubahan. Perasaan gak enaknya begitu begitu aja.</p>
<p style="text-align: justify;">Sore gw putuskan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Rencananya ke RS Restu Ibu, Balikpapan. Eh, malah nyampe di salah satu Salon yang ada di Balcony Plaza. Waktu di perjalanan yang awalnya mau ke Rumah Sakit itu, tiba tiba kepikiran &#8220;Kalo potong rambut, enak kali yah kepalanya ringan&#8221;. Sesampainya gw di salon, berubah pikiran lagi. Bukan potong rambut. Tapi<em> Creambath </em>sama Totok wajah. <em>Ajiiiibbb&#8230;</em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 90px;"><em><a href="http://zulhaq.com/wp-content/uploads/2012/01/Z.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1582" title="Z" src="http://zulhaq.com/wp-content/uploads/2012/01/Z.jpg" alt="" width="240" height="289" /></a></em></p>
<p style="text-align: justify;">Gak sia-sia gw mengalami perubahan pikiran yang labil. Setelah <em>creambath</em> yang dilanjut dengan totok wajah, gw merasa enakan. Jauh lebih seger. Dan akhirnya, bener bener batal ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan lanjutan. Tinggal perut yang laper aja yang harus gw selamatin. Hari ini gw bisa kembali bekerja normal lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah proses penyembuhan yang aneh ini merupakan tanda-tanda kiamat juga???  &gt;=)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaq.com/2012/01/13/tanda-tanda-kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sulap; Menghilangkan Kaos Kaki</title>
		<link>http://zulhaq.com/2011/12/21/sulap-menghilangkan-kaos-kaki/</link>
		<comments>http://zulhaq.com/2011/12/21/sulap-menghilangkan-kaos-kaki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 09:24:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Absurd]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaq.com/?p=1570</guid>
		<description><![CDATA[Gw pernah belajar (beberapa) trik sulap sederhana. Niat awalnya untuk menghibur anak anak kecil, biar seneng aja gitu. Tapi ternyata bermain sulap dengan anak kecil itu repot. Misalkan merubah kertas, daun, tissue jadi duit. Mereka malah nagih untuk dimunculkan duit duit yang baru. Tekor dong gw kalo begitu caranya, tiap main sulap sama anak kecil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Gw pernah belajar (beberapa) trik sulap sederhana. Niat awalnya untuk menghibur anak anak kecil, biar seneng aja gitu. Tapi ternyata bermain sulap dengan anak kecil itu repot. Misalkan merubah kertas, daun, tissue jadi duit. Mereka malah nagih untuk dimunculkan duit duit yang baru. Tekor dong gw kalo begitu caranya, tiap main sulap sama anak kecil <img src='http://zulhaq.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Kalo sama temen temen yang bukan anak kecil lagi, gw lebih sering sulap ngilangin rokok yang masih hidup. Menghilangkan dan memunculkan barang barang tipis/kecil. Menggandakan barang barang tipis berbahan kertas dan sejenisnya (Yang tau trik-nya gak boleh bocorin) #halah #kode</p>
<p style="text-align: justify;">Tadi pagi, gw ngilangin kaos kaki sebelah. Yang bingung malah gw sendiri. Lebih bingung dari kehilangan seorang pacar. Sulap? Sepertinya tidak. Selain hilangnya kaos kaki sebelah kanan tadi gak sengaja, juga gak pernah gw pelajarin trik sulap itu sebelumnya. Mejik yang aneh.</p>
<p style="text-align: justify;">Ceritanya konyol. Lebih tepatnya bodoh. Iya, gw yang bodoh. Sebelum berangkat kerja kaki kanan gw terkilir, karena kepeleset. Sempet gak bisa jalan saking sakitnya. Gw istrahatin bentar, agak enakan. Dan gw bisa jalan, walaupun dengan kondisi pincang kehilangan kasih sayang.</p>
<p style="text-align: justify;">Habis itu gw siap ngantor dong. Seragam sudah menempel di badan. Kemudian mengenakan kaos kaki sebelah kiri terlebih dahulu. Waktu mau mengenakan kaos kaki yang sebelahnya lagi, gw keingat kalo <em>ID Card </em>masih tertinggal di meja kamar. Balik, ambil <em>ID Card</em>. Begitu gw nyampe rak sepatu, kaos kaki yang sebelahnya kok gak ada?! Kaki kanan masih telanjang bulat. Bongkar bongkar rak sepatu, tas, kotak/kardus di sebelahnya juga gak ada. Aneh. Padahal gak ada orang lain juga. Gak mungkin kan diambil sama tuyul?! Bukannya gak mau pake kaos kaki yang lain, tapi rasa penasarannya yang bikin orgasme. Eh, maksudnya bikin geregetan (mendadak Sherina). Mondar mandir sampe hampir ditinggal sama <em>driver</em> yang sudah menunggu di depan kosan.</p>
<p style="text-align: justify;">Gw memutuskan untuk berangkat kerja dengan membiarkan kaki kanan telanjang nista. Biarkan kaki kiri saja yang dikondomin sama kaos kaki. Sampe kantor, kaki kanan gw yang tadinya terkilir sakitnya lebih kerasa. Gw lepas sepatu (yang tanpa kaos kaki), <em>ough…</em>ternyata bengkak. Biar enak, gw lepas sekalian sepatu yang kiri sekaligus dengan kaos kakinya. Begitu kaos kaki sebelah kiri  gw buka, <em>taraaaaa…..</em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 90px;"><em><a href="http://zulhaq.com/wp-content/uploads/2011/12/kaoskaki.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1571" title="kaoskaki" src="http://zulhaq.com/wp-content/uploads/2011/12/kaoskaki-285x300.jpg" alt="" width="285" height="300" /></a></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Anjrit!!! </em>Ternyata kaos kakinya masuk semua di kaki kiri, tanpa sadar. Entah karena gw gak konsen karena kaki kanan sakit, atau kepikiran ID card yang tertinggal di meja, atau karena Aura Kasih terlalu kangen sama gw?! Yang jelas, kehilangan kaos kaki yang ternyata gak hilang tadi bikin gw mencaci maki diri sendiri di depan cermin yang tiap hari biasanya gw puji puji.</p>
<p>“Sulap macam apa ini?!”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaq.com/2011/12/21/sulap-menghilangkan-kaos-kaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>APAHHH???!!!</title>
		<link>http://zulhaq.com/2011/12/14/apahhh/</link>
		<comments>http://zulhaq.com/2011/12/14/apahhh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 13:42:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Absurd]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaq.com/?p=1566</guid>
		<description><![CDATA[Kalo lagi terkejut, sebagian banyak orang mengeluarkan ekspresi lebay. Termasuk gw. Agak susah dikontrol memang. Namanya juga spontan. Kita anggap wajar saja. Terutama untuk ekspresi kejutan 2.0. Terakhir gw terkejut sangat, terjadi beberapa hari yang lalu. Beberapa hari lalu itu gw mengikuti acara kerohanian 10 hari bersama dengan hampir 100 orang lainnya, di salah satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kalo lagi terkejut, sebagian banyak orang mengeluarkan ekspresi lebay. Termasuk gw. Agak susah dikontrol memang. Namanya juga spontan. Kita anggap wajar saja. Terutama untuk ekspresi kejutan 2.0.</p>
<p style="text-align: justify;">Terakhir gw terkejut sangat, terjadi beberapa hari yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari lalu itu gw mengikuti acara kerohanian 10 hari bersama dengan hampir 100 orang lainnya, di salah satu daerah di Jawa Tengah. Selama 10 hari itu makan tidur di tempat yang sama dengan orang orang yang sama. Untuk pakaian kotor yang sudah bau asem campur hawa got dimasukkan ke jasa <em>laundry</em> yang sama. Pada saat pakaian udah bersih, dikembalikan dengan satu kantong/wadah yang sama. Satu saja. Dicampur. Orang segitu banyak harus memilah dan memilih sendiri yang mana pakaiannya. Gak dikasih tanda atau tulisan tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pas gw ambil cucian hari ketiga, tepatnya pada saat <em>ubek ubek </em>nyari celana dalam, gw nemu beberapa celana dalam cewek warna pink, orange, dengan motif renda renda khas.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ini celana dalam cewek milik siapa? kok bisa ada di sini, campur dengan celana dalam cowok?!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Gak ada yang nyaut. Gw makin penasaran dan bertanya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ini celana dalam ceweknya dikembalikan aja kali yah?!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba datang seorang bapak bapak dengan senyum menggelikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hehehehe&#8230;itu celana dalam saya, Mas. Saya memang suka pake celana dalam istri saya. Nyamana aja sih makenya&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;APAHHH??!!! Saya gak salah denger, Pak?!&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Ekspresi gw menatap muka si bapak sambil melirik (lagi) ke tumpukan celana dalam berenda saat itu pasti sangat lebay. Kalo ada cermin, gw foto deh buat dikabarkan pada dunia kalo gw habis terkejut karena kantjut.</p>
<p style="text-align: justify;">Gw ngebayangin pas dia pake celana dalam itu malah geli sendiri. Jangan jangan di rumah sering rebutan pake celana dalam yang sama dengan istrinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaq.com/2011/12/14/apahhh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cita-Cita, Bali, dan Kenangan</title>
		<link>http://zulhaq.com/2011/11/21/cita-cita-bali-dan-kenangan/</link>
		<comments>http://zulhaq.com/2011/11/21/cita-cita-bali-dan-kenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 08:02:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulhaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulhaq.com/?p=1546</guid>
		<description><![CDATA[Gw gak inget lagi, apa cita cita gw waktu kecil dulu. Yang gw inget, cita cita semasa SMA. Jadi sopir angkot executive. Angkot yang dikerubutin gadis-gadis SMA di setiap pagi jam berangkat sekolah dan siang jam pulang sekolah. Aneh? Ya biarin aja. Cita cita anak umuran labil ini. Dan iya, cita cita beberapa tahun lalu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Gw gak inget lagi, apa cita cita gw waktu kecil dulu. Yang gw inget, cita cita semasa SMA. Jadi sopir angkot <em>executive. </em>Angkot yang dikerubutin gadis-gadis SMA di setiap pagi jam berangkat sekolah dan siang jam pulang sekolah. Aneh? Ya biarin aja. Cita cita anak umuran labil ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan iya, cita cita beberapa tahun lalu. Tepatnya ada dua cita-cita. 1).  Cita cita yang tiba-tiba muncul gara gara baca <a href="http://blog.ichanx.net/inside/terimaaaa-kasih-bali-ku/">postingan blognya </a>@ichanx. Yaitu ke Bedugul, Bali, foto di depan pura. Pura yang gambarnya sampe sekarang masih tercantum di duit 50.000 Rupiah. 2). Cita cita punya pacar, dan akan berlibur dengannya ke Bali, termasuk ke Bedugul.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi lama banget baru kesampaian. Padahal tiap cuti, mau pulang ke kampung halaman, Bima, pasti gw transit di Bali. Menginap. Selalu gak sempet ke Bedugulnya. Hmmm&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, liburan terakhir kemarin, akhirnya kesampaian juga. Ke Bedugul hanya beberapa puluh menit saja, selesai foto foto, pulang. Eh, banyak yang ikutan foto-foto sambil megang duit 50.000 gara-gara ngeliat gw. Pada gak kreatif, dan gak nyadar kalo tempat yang mereka kunjungi adalah sama dengan gambar yang ada duit 50.000 itu <em>*Padahal gw juga ikut-ikutan* </em> <img src='http://zulhaq.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="padding-left: 60px;"><a href="http://zulhaq.com/wp-content/uploads/2011/11/Bedugul.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1547" title="Bedugul" src="http://zulhaq.com/wp-content/uploads/2011/11/Bedugul.jpg" alt="" width="312" height="246" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Gw ke Bali bersama si pacar. Biasalah, anak muda yang bersahaja ya gitu. Janjian ketemu di sana. Kebetulan pas gw cuti. Si pacar juga cuti. Liburan deh kita. Dan dua cita-cita terwujud juga.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Errr&#8230;</em>Gw pikir liburan perwujudan dua cita-cita ini akan menjadi liburan bersejarah. Sejarah yang mengalahkan kisah romi dan yuli. Ternyata&#8230;liburan itu hanyalah awal dari kisah asmara yang akan libur. Ya. Setelahnya, hubungan asmara gw dan si pacar yang liburan. Kita putus <em>*Masalah asmara pada tau lah&#8230;gak perlu gw tulis&#8230;gitu deh*</em></p>
<p style="text-align: justify;">Itulah sebabnya, kenapa foto dalam postingan ini jelek. Kualitasnya suram. Waktu itu gw foto foto pake kameranya dia. Foto belum sempat berpindah tangan, malah putus. Gw minta fotonya, kagak dikasih. Yang ada hanya foto yang diambil pake kamera henpon sekarat gw. Pas kabut pula.</p>
<p style="text-align: justify;">Eh, KENAPA GW JADI CURHAT GINI? <em>*tutup blog*</em> <img src='http://zulhaq.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulhaq.com/2011/11/21/cita-cita-bali-dan-kenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

